Malang, Tugumalang.id-Program Studi Doktor (S3) Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan gebrakan baru di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Tulus Winarsunu, M.Si. Terbaru, Prodi S3 Psikologi UMM menghadirkan dosen tamu internasional dari Turki, menandai langkah maju dalam memperkuat jejaring akademik global.
Dosen tamu yang diundang bukan sosok sembarangan. Ia adalah Prof. Bülent Tansel, Ph.D., seorang akademisi sekaligus mantan anggota Interpol yang telah berpengalaman lebih dari 25 tahun menangani kasus-kasus kejahatan kemanusiaan tingkat internasional, khususnya terkait perdagangan manusia (human trafficking).

Saat ini, Prof. Bülent menjabat sebagai Kepala Program Studi Psikologi di İstanbul Gelişim University. Kehadirannya ke UMM merupakan bagian dari program Erasmus+ Teaching Mobility, yang bertujuan meningkatkan pertukaran keilmuan antarnegara.
Kuliah tamu yang digelar pada Senin (2/6/2025) itu diperuntukkan bagi mahasiswa S3 Psikologi Klinis UMM dan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan mendalam. Dalam pemaparannya, Prof. Bülent mengungkap betapa kompleks dan sistematisnya jaringan sindikat perdagangan manusia lintas negara.
Baca juga: Kaprodi S3 Psikologi UMM Berbicara Tentang Pentingnya Perhatian Terhadap Isu Kesehatan Mental
Menurutnya, kejahatan kemanusiaan seperti human trafficking bisa terjadi di negara mana pun karena jaringan pelakunya telah menyebar secara global. Turki, misalnya, menjadi salah satu negara yang sangat konsen terhadap isu ini, mengingat posisinya yang strategis sebagai penghubung antara Asia, Eropa, dan Afrika.
“Turki ibarat jembatan antara tiga benua. Banyak orang datang ke Turki demi mimpi dan kebebasan. Namun, di balik harapan itu, tak sedikit yang justru terjebak dalam jerat perdagangan manusia,” ungkap Prof. Bülent dalam kuliah tamu tersebut.
Ketika mereka dijanjikan hidup yang lebih baik, lanjut Bulent, nyatanya mereka menghadapi kenyataan kerja yang buruk. Risiko paling buruk, mereka akan hidup terkatung hingga menjadi budak atau kriminil. Sebab itu, untuk menghentikannya perlu kerja sama yang baik antar satu negara dan yang lain.
”Isu ini harus kita kawal, juga pemerintah, akademisi dan juga korporasi internasional. Ini adalah kejahatan kemanusiaan. Orang selalu bilang soal humanity, demokrasi dan hak-hak manusia. Tapi apa yang mereka sudah lakukan? Tidak ada,” gugatnya.

Keprihatinan senada dikatakan Kaprodi S3 Psikologi UMM, Prof. Dr. Tulus Winarsunu MSi bahwa apa yang menjadi konsen Prof. Bulent lewat kuliah tamu ini menjadi penting sebagai alarm bahwa ternyata dunia sekitar kita bisa jadi tidak baik-baik saja.
”Terlebih sekarang perkembangan teknologi internet begitu pesat; media yang juga dimanfaatkan para pelaku kriminal ini. Sebab itu, saya kira cara untuk menghentikan ini adalah penguatan jejaring antar negara untuk membuat sebuah policy yang ketat,” terang eks Dekan Fakultas Vokasi UMM ini.
Baca juga: Pascasarjana UMM Miliki Prodi Unggulan Baru, Mahasiswa dari Dalam dan Luar Negeri
Lantas, apakah kasus kejahatan kemanusiaan ini juga berkaitan dengan bidang ilmu psikologi? Tulus membenarkan, bahwa kasus human trafficking ini juga berkaitan dengan kajian soal mental health atau kesehatan mental masyarakat.
”Bagaimana negara menjamin kesehatan mental bagi warganya agar tidak sampai terjebak dalam sindikat perdagangan orang. Ini ada kaitannya sama bidang psikologi klinis masyarakat yang menuntut kita juga mengkaji kehidupan dengan cakrawala yang luas,” bebernya.
Prof. Tulus berharap ke depan akan semakin banyak pula dosen-dosen luar negeri yang datang ke UMM untuk berbagi wawasan dan pengetahuan. Dari sana, ia percaya nanti akan terjadi dinamika pengetahuan lintas sosial dan budaya yang bisa diadaptasikan di Indonesia.
”Semoga ada Prof. Bulent-Prof Bulent lainnya agar jejaring kita semakin luas, dinamika pengetahuan kita terus berkembang. Dampaknya juga nanti ke sistem pendidikan kita juga,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























