Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Peneliti UB Beberkan Kandungan Mikroplastik di DAS Brantas Masuk Skala Serius

Redaksi by Redaksi
Januari 29, 2026 4:36 pm
in News
Tim peneliti UB saat mengambil sampel air sungai Brantas. Foto: Dok.

Tim peneliti UB saat mengambil sampel air sungai Brantas. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Peneliti Universitas Brawijaya (UB) Malang membeberkan kandungan mikroplastik dengan kadar serius di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Temuan tersebut menjadi urgensi semua pihak terkait untuk menuntaskan permasalahan itu sedari sekarang,

Ketua tim riset penelitian mikroplastik Pusat Studi Pesisir dan Kelautan (PSPK) UB, mendesak pemerintah agar meningkatkan pola mitigasi untuk meminimalkan keberadaan mikroplastik.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

“Pemerintah perlu meningkatkan mitigasi mikroplastik, karena partikel ini sudah masuk ke rantai makanan dan berpotensi mengganggu kesehatan Masyarakat,” kata Prof. Andi, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: 11 dari 12 Sampel Air di Malang Diduga Terpapar Mikroplastik, Ecoton Ungkap Dampaknya bagi Kesehatan

Berdasarkan hasil penelitian-penelitian di Sungai Metro dan DAS Brantas, menunjukkan pencemaran plastik telah menjadi masalah serius yang merambah ekosistem air tawar.

“Tidak hanya penelitian hari ini, kami juga telah mengidentifikasi keberadaan mikroplastik hampir di semua ekosistem perairan yang menjadi objek utama penelitian yang mengindikasikan mikroplastik menjadi emerging pollutant,” kata Prof. Andi.

Ilustrasi pengambilan sampel air menguji kadar kandungan mikroplastik di Sungai Brantas. Foto: Dok
Ilustrasi pengambilan sampel air menguji kadar kandungan mikroplastik di Sungai Brantas. Foto: Dok

Riset ini bahkan kemudian diperluas ke berbagai lokasi strategis yang merepresentasikan aliran sungai dari hulu hingga pesisir. Kajian dilakukan di mata air Brantas sebagai bagian hulu, berlanjut ke sejumlah titik di bagian tengah hingga mencapai muara Brantas, serta mencakup kawasan perairan pesisir seperti Pulau Lusi dan Sendang Biru.

Prof. Andi menjelaskan besaran mikroplastik yang ditemukan bervariasi di beberapa titik tergantung lokasi dan juga tergantung dari waktu. Rata-rata mikroplastik di layaran sungai itu 2 sampai 8 partikel per liter. Dan semakin ke arah pantai, kandungan mikroplastiknya semakin tinggi.

Baca Juga: Tutup ToT Moderasi Beragama, Rektor UIN Malang Tekankan Kepedulian Lingkungan

“Jumlah tertinggi yang kami temukan dalam studi kami, itu sampai 40 partikel per liter di daerah pesisir, di daerah pantai,” bebernya.

Prof. Andi menegaskan ,okasi-lokasi tersebut hanya menjadi contoh dari banyak titik penelitian yang telah dilakukan. Namun dari situ saja sudah cukup untuk menunjukkan fakta penting bahwa mikroplastik telah tersebar di seluruh rantai ekosistem perairan, dari sumber mata air hingga laut.

”Jadi, saya pikir urgensi mitigasi dari pemerintah untuk mengatasi ini menjadi semakin mendesak untuk segera dilakukan,” ujarnya.

Dalam paparannya ia menambahkan bahwa tanpa standar baku mutu, pencemaran mikroplastik akan sulit dikendalikan. Sehingga upaya pertama yang perlu dilakukan adalah menguatkan langkah perlindungan terhadap konsumen.

“Yang pasti melakukan perlindungan konsumen, misalnya mengecek standar botol air kemasan atau air yang dikonsumsi masyarakat. Itu perlu recheck, sehingga meminimalkan keberadaan mikroplastik,” kata Prof Andi.

Kemudian, upaya lainnya adalah mengawasi dan memastikan berjalannya pengawasan kelestarian lingkungan dari potensi masuknya bahan tercemar, seperti pada aliran sungai.

“Oleh karena itu, regulasi yang harus diusung, melengkapi regulasi perlindungan air dan lingkungan yang sudah ada, termasuk menata regulasi untuk melindungi hewan ataupun manusia,” katanya.

Iaa menambahkan, pemerintah, termasuk Kementerian Kesehatan diminta untuk menstimulus pendekatan penelitian yang lebih mengarah ke mikroplastik dan kesehatan, sekalipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum memutuskan baku mutu.

Langkah ini disebutnya menjadi peringatan dini, sebab tim peneliti UB telah menemukan bahwa sejak sumber mata air hingga sampai ke pantai ditemukan keberadaan mikroplastik.

Pusat Studi Pesisir dan Kelautan (PSPK) Universitas Brawijaya memperkuat posisinya sebagai pusat riset mikroplastik di Indonesia. Sejak 2021, Prof Andi sebagai ketua riset di bidang ini konsisten melibatkan mahasiswa sebagai peneliti muda, menghasilkan tesis dan publikasi yang menjadi fondasi riset berkelanjutan.

Sebagai Ketua Riset Mikroplastik di PSPK UB, Prof. Andi Kurniawan menekankan integrasi riset dengan bidang keahliannya, yaitu ekologi mikroba, khususnya biofilm. Biofilm terbukti berperan sebagai biosorben alami yang mampu mengikat dan menyerap mikroplastik. Potensi ini membuka peluang pengembangan teknologi eko-akuatik untuk mitigasi pencemaran sungai dan pesisir.

Atas temuan ini, PSPK UB menegaskan komitmennya untuk memperkuat riset mikroplastik sebagai bagian dari agenda global keamanan air. Harapannya, Indonesia dapat menjadi rujukan internasional dalam mitigasi pencemaran mikroplastik.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: DAS BrantasMikroplastikPeneliti UBsungai Brantasuniversitas brawijaya

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
179 mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Unikama ikuti orientasi dan pembekalan sebagai calon guru profesional. /Foto: Dok. Unikama.

Siapkan Calon Guru Profesional, 179 Mahasiswa Ikuti Orientasi PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 di Unikama

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.