MALANG, Tugumalang.id – Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si resmi menutup kegiatan Training of Trainers (ToT) Moderasi Beragama yang digelar di Onsen, Kota Batu pada Jumat (21/11/2025).
Dalam kesempatan itu, rektor yang akrab disapa Prof. Ilfi ini menegaskan tentang arah kebijakan baru kampus, yang menempatkan moderasi beragama, ekoteologi, serta isu-isu global berbasis lokal sebagai tiga fokus strategis UIN Malang ke depan.
Baca Juga: Bangga! UIN Malang jadi Salah Satu PTKIN Terbaik di Indonesia Versi QS Asia University Rankings 2026
Penutupan kegiatan ToT Moderasi Beragama juga dihadiri oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang, Dr. Isroqunnajah, M.Ag.
Guru Besar di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) itu juga menekankan bahwa moderasi beragama bukan hanya menyentuh aspek relasi antar manusia, tetapi juga manusia dengan lingkungan.
Prof. Ilfi menyoroti pentingnya perguruan tinggi Islam untuk memberikan kontribusi nyata pada isu-isu dunia yang berakar dari persoalan lokal, seperti ekonomi, lingkungan, perdamaian, dan juga keadilan.
“Moderasi beragama masuk pada isu perdamaian dan keadilan,” ujarnya.
Tekankan Riset yang Berkualitas dan Isu Lingkungan
Lebih lanjut, Prof. Ilfi menyampaikan hasil pemetaan riset dosen UIN Malang periode 2021-2023. Dari pemetaan tersebut diketahui bahwa riset yang berkaitan dengan pilar perdamaian dan keadilan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) baru mencapai 12,8 persen.

Kondisi ini jauh tertinggal apabila dibandingkan dengan riset pendidikan berkualitas yang mendominasi hingga 48,5 persen.
Ia menilai kontribusi riset moderasi beragama masih perlu diperkuat agar mampu memberikan dampak signifikan. Sekaligus bersaing dengan perguruan tinggi besar lainnya, seperti Unair, IPB, dan UGM yang telah mencapai pengakuan global.
Baca Juga: DEMA UIN Malang Inisiasi Kampus Alam sebagai Wujud Semesta Mengabdi
Oleh karena itu, Prof. Ilfi menekankan perlunya reorientasi Tridharma Perguruan Tinggi. Penelitian, pengabdian masyarakat, hingga program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa ke depan diharapkan bergerak maju menuju isu-isu strategis, seperti ekoteologi, kemiskinan, perdamaian, keadilan, dan perubahan iklim.
Hal itu disampaikannya ketika menyampaikan materi mengenai ekoteologi. Prof. Ilfi menyoroti minimnya suara akademisi Islam dalam isu lingkungan.
Sebagai contoh, ia mengangkat masalah kerusakan sungai Mahakam di Kalimantan Timur akibat aktivitas tambang batu bara dan nikel. Serta maraknya temuan mikroplastik di udara dan air hujan di kota-kota besar Indonesia.
Menurutnya persoalan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari Maqashid Syariah, terutama perlindungan jiwa dan keturunan.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sampah plastik, termasuk di pesantren masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Pentingnya Kolaborasi Lintas Fakultas
Prof. Ilfi juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas fakultas untuk menjawab tantangan besar tersebut.
“Tidak cukup hanya fakultas Syariah atau Tarbiyah. Kita punya Fakultas Teknik, kita punya Fakultas Sains. Inilah indahnya kolaborasi, moderasi beragama, ekoteologi, isu sosial yang semuanya bermuara pada Indonesia sebagai rahmatan lil alamin,” tutur Prof. Ilfi.
Selama enam hari pelaksanaan ToT Moderasi Beragama yang diselenggarakan UIN Malang, diharapkan dapat melahirkan para trainer of trainer dari kalangan dosen yang akan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Prof. Ilfi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan intensif selama lima hari meski harus meninggalkan keluarga.
Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi pemantik semangat untuk terus merawat nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























