Malang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) resmi mengajukan usulan revitalisasi Pasar Lawang ke Pemerintah Pusat. Sejak dilanda kebakaran pada April 2019, sebagian besar area pasar tradisional terbesar di wilayah utara Kabupaten Malang itu belum bisa beroperasi karena belum ada pembangunan kembali.
Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Nur Fuad Fauzi, menjelaskan bahwa usulan revitalisasi Pasar Lawang telah diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Perdagangan RI.
“Saat ini masih dalam proses pembahasan di kementerian terkait,” ujar Fuad saat ditemui di Kecamatan Kepanjen, Senin (8/9/2025).
Baca juga: Pemkab Malang Siapkan 15 Hektare Lahan Kampus IV UIN Maulana Malik Ibrahim di Turen
Skema Pendanaan Revitalisasi Masih Dibahas
Fuad menambahkan, hingga kini belum ada kepastian terkait skema pendanaan proyek revitalisasi. Beberapa opsi yang sedang dikaji antara lain menggunakan pinjaman daerah, pola Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), atau sepenuhnya mengandalkan dana dari Pemerintah Pusat.
“Skema pendanaan masih belum final, tetapi ada banyak tawaran dukungan dari Pemerintah Pusat. Jika dana pusat tidak mencukupi, Pemkab akan mencari alternatif lain,” jelasnya.
Anggaran Capai Rp180 Miliar
Revitalisasi Pasar Lawang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp180 miliar. Rencana pembangunan ini tidak hanya sekadar perbaikan, melainkan pembangunan ulang hampir seluruh kawasan pasar karena kerusakan parah akibat kebakaran enam tahun lalu.
Baca juga: 4 Tahun Sejak Kebakaran, Perbaikan Pasar Lawang Kembali Tertunda
Pasar Lawang mengalami kebakaran pada 17 April 2019. Sebanyak 456 pedagang kehilangan kiosnya dengan kerugian mencapai miliaran Rupiah.
Usai kebakaran, 148 pedagang masih bisa kembali berjualan di Pasar Lawang. Akan tetapi, 211 pedagang harus direlokasi karena tidak ada tempat untuk mereka. Sementara 97 pedagang berjualan di tempat penampungan sementara.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























