JAKARTA, Tugumalang.id – Merespons situasi di Timur Tengah yang semakin memanas pasca serangan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 dan mengakibatkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk menggelar Qunut Nazilah setiap melaksanakan salat fardhu.
Instruksi ini tertuang dalam surat resmi PBNU bernomor 51/PB.01/A.11.08.47/99/03/2026 tertanggal 11 Ramadan 1447 Hijriah/1 Maret 2026.
Baca Juga: Warisan Abadi: Kata Menenangkan Hati dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Kebijakan ini diterbitkan dalam rangka mencermati situasi eskalasi di Timur Tengah yang semakin meningkat, di mana Iran dan Israel-AS bergantian melancarkan serangan militer.

“Mencermati eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan ini menginstruksikan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menggalakkan kembali pelaksanaan Qunut Nazilah,” begitu tulis keterangan surat tersebut.
Pelaksanaan Qunut Nazilah mengikuti himbauan yang disampaikan dalam surat resmi PBNU, yakni:
· Doa Qunut Nazilah agar dibaca pada rakaat terakhir dalam setiap salat fardhu termasuk Salat Jumat.
· Doa Qunut Nazilah tersebut tidak didahului dengan Doa Qunut yang pada umumnya dibaca waktu Subuh.
· Khusus ketika dibaca dalam Salat Subuh, maka Doa Qunut Nazilah dibaca setelah Doa Qunut Subuh.
Baca Juga: AS Serang Iran, Donald Trump Minta IRGC Segera Letakkan Senjata
Instruksi ini ditujukan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), para pengasuh pondok pesantren di lingkungan RMI NU, serta takmir masjid dan musala di lingkungan Nahdlatul Ulama se-Indonesia.
Surat himbauan ini ditandatangani oleh Rais Aam PBNU, K.H. Miftachul Akhyar, Katib Aam, K.H. Akhmad Said Asrori, Ketua Umum, K.H. Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal, Saifullah Yusuf.
Instruksi membaca Qunut Nazilah sebagai bentuk empati, memperkuat kebersamaan, dan menghadirkan doa sebagai respons atas persoalan kemanusiaan yang saat ini terjadi di kawasan Timur Tengah.
Doa Qunut Nazilah
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Latin: Allahummahdinii fii man hadait, wa ‘aafinii fii man ‘aafait, wa tawallanii fii man tawallait, wa baarik lii fii maa a’thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait.
Artinya: Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu.
Tuhan kami, hanya kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan salat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























