Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Mengais Amal di Loket Penitipan Barang Masjid

Kisah Haru Ibu Penjaga Loket Titipan Barang di Masjid An-Nuur Kota Batu

Redaksi by Redaksi
April 26, 2023 10:37 am
in Pilihan Redaksi
Penitipan barang

Nur Khofifah tampak sibuk melayani pengunjung yang hendak menitipkan barangnya selama beribadah. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Kisah menyentuh datang dari sosok ibu penjaga loket penitipan barang di Masjid An-Nuur Kota Batu, Jawa Timur. Namanya Nur Khofifah. Warga Jalan Ikhwan Hadi Gang 8, Kelurahan Ngaglik Kota Batu.

Sehari-hari, ibu berusia 61 tahun itu menghabiskan sebagian besar waktunya di loket penitipan barang di masjid tersebut. Dengan ramah dan cekatan, ibu tersebut melayani dan menerima titipan barang milik pengunjung yang datang.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Setelah menyimpan barang tersebut di kotak lemari, ia langsung menyerahkan kartu nomor yang sesuai dengan nomor kotak lemarinya. Nanti, pengunjung tinggal menyerahkan kartu tersebut untuk mengambil kembali barangnya.

Nur Khofifah (61), sosok ibu penjaga loket penitipan barang di Masjid An Nuur Kota Batu. Berkat beliau, jumlah kehilangan barang pengunjung terus berkurang tiap tahunnya. Foto: Azmy

Sepintas, aktivitas yang dia lakoni memang tampak remeh-temeh. Menjaga barang titipan milik jamaah. Butuh dedikasi, komitmen dan keikhlasan level dewa bagi seseorang untuk melakoni aktivitas tersebut.

Berkat jasanya pula, barang-barang berharga milik jamaah pengunjung bisa tetap aman dan terjaga. Dengan menitipkan barang di sana, pengunjung bisa fokus beribadah, tanpa harus was-was memikirkan barang mereka tertinggal atau hilang.

Ibu kelahiran asli Kota Batu itu menilai pekerjaan yang dilakoninya sangat mulia sebab berkaitan dengan tanggung jawab dan amanah. Saking dedikasinya, Khofifah bahkan rela berkutat dengan aktivitas itu selama hampir 24 jam nonstop.

”Saya di sini sudah 3 tahun. Jaga di sini mulai jam subuh sampai jam 9 malam,” ujar Khofifah ditemui tugumalang.id di sela kesibukannya menerima titipan barang para jamaah.

Ditanya kenapa harus selama itu dia berjaga di loket penitipan barang masjid? Khofifah memiliki alasan dan motivasi yang mengharukan. Khofifah adalah seorang ibu yang kini tinggal sebatang kara di rumahnya.

Suaminya sudah meninggal. Anak-anaknya sudah menikah dan hidup bersama keluarganya masing-masing. Untuk mengisi hari-harinya, hanya pekerjaan itulah yang dirasa mampu mengusir penat. Hitung-hitung, juga sekaligus mencurahkan sisa pikiran, hati dan tenaganya di rumah ibadah.

”Ya daripada sendirian di rumah, mending kan di sini. Ramai, banyak orang. Sekaligus beribadah dan nabung pahala,” tutur beliau, santai.

Berkat jasanya pula, kejadian barang tertinggal atau hilang milik jamaah kian berkurang dari tahun ke tahun. Berbeda dari sebelumnya yang ditemukan banyak barang-barang tanpa identitas milik jamaah tertinggal dan kemudian hilang.

Agar menjadi pengingat, barang-barang ketinggalan itu kemudian dipajang rapi di sebuah etalase kaca.

Di dalamnya berisi aneka macam barang. Mulai jam tangan, gelang, bros, tas, kacamata, hingga dompet dan sabun tampak tertata rapi seperti barang dagangan.

Kotak etalase kaca itu sengaja dibuat agar ketika pemilik bisa mengidentifikasi barang miliknya yang tertinggal. Namun, kebanyakan pemilik barang rata-rata memilih untuk mengikhlaskannya. Pasalnya, semakin lama, deretan barang di dalamnya semakin penuh.

Bahkan, dari sekitar hampir mencapai ribuan barang itu ada yang sudah berusia 5 tahun. Bahkan ada jam tangan yang bernilai jutaan rupiah. ”Kenapa tidak diambil-ambil? Bisa jadi pemiliknya orang luar kota. Jadi mereka pasrah saja. Yang datang ke sini kan banyak yang dari luar kota, wisatawan,” ungkapnya.

Sejumlah barang pribadi tanpa identitas pengunjung yang tertinggal akhirnya dipajang di etalase kaca dekat loket penitipan barang menunggu pemiliknya kembali suatu hari. Foto: Azmy

Meski begitu, pihak takmir masjid tetap memilih untuk menyimpan barang-barang tersebut dengan pertimbangan siapa tahu pemiliknya kembali suatu hari dan mencari barangnya.

Namun agar tidak menjadi sampah, pihak takmir memutuskan untuk melelang barang-barang yang masih berharga tersebut jika sudah berusia 3-5 tahun. ”Nanti hasilnya masuk ke kas masjid. Dinilai sebagai amal bagi pemiliknya, siapapun itu,” ungkap Khofifah.

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: Loket penitipan barangmasjidMasjid An-nurMasjid An-nuur kota batu

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
Bos kaliwatu group

Kisah Bos Kaliwatu Group Sulap Sawah Jadi Wana Wisata Air Terjun

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.