Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Mengunjungi Masjid Tertua di Kota Batu yang Dibangun Sejak 1831 Masehi

Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Redaksi by Redaksi
April 22, 2023 9:00 am
in Asli Malang
Penampakan terkini Masjid Al-Mukhlisin yang sudah mengalami renovasi hingga empat kali sejak berdiri pada 1831 Masehi.

Penampakan terkini Masjid Al-Mukhlisin yang sudah mengalami renovasi hingga empat kali sejak berdiri pada 1831 Masehi. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Masjid Al Mukhlisin yang berlokasi di Jalan Lahor, Dusun Macari merupakan masjid tertua di Kota Batu, Jawa Timur. Konon, masjid ini dibangun di masa Perang Diponegoro pada 1831 masehi. Artinya, pada 2023 ini usianya genap 192 tahun.

Banyak yang meyakini bahwa Dusun Macari menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam pertama di Kota Batu. Masjid Al-Mukhlisin menjadi salah satu jejak peninggalan peradaban Islam di sana yang masih ada hingga kini.

READ ALSO

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Namun, jika melihat penampakannya kini memang tampak seperti masjid pada umumnya. Dulunya, masjid ini masih berbentuk joglo sebagaimana rupa masjid-masjid yang ada di Demak.

Bagian dalam terkini Masjid Al-Mukhlisin yang sudah berdiri pada 1831 Masehi. Foto: Azmy

Masjid ini menurut keterangan Ketua Takmir Masjid Al-Mukhlisin, Choirul Anam, telah mengalami renovasi sebanyak empat kali. Diketahui, renovasi kali pertama dilakukan pada 1950, lalu 1975, 1996 hingga terakhir pada 2014 dan bertahan sampai sekarang.

Menurut Choirul, renovasi total dilakukan pada tahap ketiga (1996). Meski begitu, masih tetap ada yang dipertahankan. Seperti bangunan pilar hingga cekungan mihrab kuno (ruangan imam, red). Meski takmir masjid telah membuat mihrab baru yang lebih luas.

Choirul menuturkan sejumlah kisah menarik pada saat renovasi tahun 1996 itu. Di mana saat warga memotong salah satu kayu jati yang digunakan sebagai pilar bangunan, terdapat seikat batang lidi ditanam di dalamnya.

Mihrab kuno ini masih kerap digunakan meski takmir masjid telah menyediakan mihrab baru yang lebih luas di sampingnya. Foto: Azmy

Tidak ada yang tahu maksud dan tujuan batang lidi itu ditanam. Namun warga percaya penanaman batang lidi itu memiliki makna filosofis dan spiritual tersendiri.

”Meski begitu, kami sepakat tiang penyangga dari kayu jati semula itu diganti dengan pilar cor. Namun batang lidi itu kami kembalikan, ditanam lagi,” kisah Choirul pada Tugumalang.id ditemui, Minggu (9/4/2023).

Selain itu, jejak masa lampau yang bisa dijumpai di Masjid Al-Mukhkisin adalah roda tank. Peninggalan roda tank ini juga tak lepas dari sejarah panjang penjajahan Belanda yang juga merambah di Kota Batu.

Di Dusun Macari inilah, diyakini menjadi salah satu basis komando pasukan santri saat Agresi Militer ke-2. Pasalnya, Pangeran Diponegoro telah mengutus para muridnya untuk menyebar ke seluruh penjuru Jawa untuk menyebarkan agama Islam.

Kolam kuno atau lebih dikenal dengan nama Blumbang Macari yang berada tak jauh di sisi utara masjid. Foto: Azmy

Dibangun oleh KH Zakaria, Murid Pangeran Diponegoro

Ketua Takmir Masjid Al Mukhlisin, Choirul Anam mengisahkan, masjid ini ini dibangun oleh Mbah Matsari, salah satu tokoh bedah kerawang di Dusun Macari. Selain masjid, dia juga mendirikan sebuah pondok pesantren untuk pendidikan agama.

Seiring waktu, Mbah Matsari lebih dikenal dengan nama KH Zakaria. Sebelumnya, KH Zakaria ternyata adalah pejuang kemerdekaan, murid dari Pangeran Diponegoro.

Konon, Pangeran Diponegoro mengutus muridnya untuk menyebar ke seluruh penjuru Jawa. Titah itu ditujukan untuk syiar dakwah. Dusun Macari di Kota Batu menjadi daerah yang dipilih KH Zakaria untuk membangun masjid dan pesantren.

Lokasi yang dipilih KH Zakaria strategis, terletak tak jauh dari kolam kuno yang kini dikenal dengan nama Blumbang Macari. Disinilah, para murid KH Zakaria mensucikan diri sebelum beribadah. Hingga kini, kolam alami yang terbentuk dari sumber air ini masih terjaga kelestarian ekologisnya.

Dulu, selain berdakwah, sehari-hari KH Zakaria juga dikenal sebagai petani kopi. Kebunnya sangat luas meliputi wilayah Lesti, Klebengan, Alun-Alun Kota Batu hingga Kelurahan Ngaglik (Museum Angkut). Termasuk di wilayah Dusun Macari.

Selama berdakwah, KH Zakaria membangun pondok pesantren, dimana memang sebelumnya mayoritas warga disana memeluk Hindu. Hal ini dibuktikan dari penemuan Patung Bramancari, tak jauh dari lokasi masjid.

Demikian kisah dari sebuah masjid tertua di Kota Batu. Adapun, masjid tertua kedua yakni Masjid An-Nuur yang berlokasi di dekat Alun-Alun Kota Batu. Informasi dihimpun, pendirinya juga merupakan anak dari KH Zakaria.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: kota batumasjidMasjid TertuaPerang Diponegoro

Related Posts

Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Tanaman hias
Asli Malang

4 Surga Hijau di Malang Raya: Pusat Tanaman Hias Terlengkap dari Pasar Legendaris hingga Nursery Modern

Selasa, 4 Nov 2025
Candi Sumberawan, salah satu situs sejarah di Kabupaten Malang tepatnya terletak di Kecamatan Singosari yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Candi Sumberawan/Arie Nugraha.
Asli Malang

Jejak Masa Lalu Singosari: Destinasi Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Okt 2025
Rekomendasi Tempat Beli Kopi Roasting di Malang: Surga Pecinta Kopi dengan Rasa Otentik
Asli Malang

Menelusuri Jejak Kuno: 4 Situs Sejarah di Kota Malang yang Wajib Dikunjungi

Minggu, 19 Okt 2025
Next Post
Bekas roda tank yang digunakan menjadi keset kaki di Masjid Al Mukhlisin, masjid tertua di Kota Batu, Jawa Timur.

Roda Tank Kompeni Dijadikan Keset di Masjid Tertua Kota Batu

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.