Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Memutus Rantai Toxic Parenting: Cara Mengatasi Luka Psikologis Anak

Redaksi by Redaksi
Agustus 19, 2025 11:29 am
in Tugu Sehat
toxic parenting

ilustrasi/vecteezy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id-Pernahkah kamu merasa cemas, rendah diri, atau sulit percaya pada orang lain akibat pola asuh orang tua? Banyak orang tidak menyadari bahwa luka psikologis itu sering kali berakar dari toxic parenting. Istilah ini mengacu pada pola asuh orang tua yang secara konsisten merugikan kesejahteraan emosional anak.

Apa Itu Toxic Parenting?

Menurut Dr. Susan Forward dalam bukunya Toxic Parents: Overcoming Their Hurtful Legacy and Reclaiming Your Life (1989), toxic parenting adalah pola pengasuhan ketika orang tua, sadar maupun tidak, menempatkan kebutuhan emosional mereka di atas kebutuhan anak.

READ ALSO

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Ciri-ciri toxic parenting antara lain:

  • Manipulasi emosional

  • Kritik berlebihan tanpa dukungan positif

  • Pengendalian yang ekstrem

  • Pengabaian terhadap kebutuhan emosional anak

Bukan sekadar “kemarahan sesaat”, toxic parenting adalah perilaku yang konsisten dan intens, sehingga dapat merusak harga diri serta kesehatan mental anak hingga dewasa.

toxic parenting
ilustrasi/pinterest

Mengapa Toxic Parenting Bisa Terjadi?

Penelitian Putnick di Developmental Psychology menunjukkan bahwa toxic parenting sering terbentuk dari transgenerational transmission, yakni pola asuh yang diwariskan lintas generasi. Beberapa faktor penyebabnya meliputi:

  1. Trauma masa kecil orang tua

    Orang tua yang dulu mengalami kekerasan, penelantaran, atau dibanding-bandingkan cenderung mengulang pola yang sama pada anaknya.

  2. Kesehatan mental yang terganggu

    Depresi, kecemasan, atau gangguan kepribadian membuat orang tua sulit merespons kebutuhan emosional anak.

  3. Tekanan sosial-ekonomi

    Stres karena keuangan, pekerjaan, atau kondisi hidup tidak stabil membuat orang tua lebih mudah melampiaskan frustrasi kepada anak.

Seperti ditegaskan Dr. Gabor Maté, orang tua yang belum sembuh dari luka batin sering kali tanpa sadar mewariskan luka itu kepada anak-anaknya.

Baca juga: Toxic Positivity: Ketika “Stay Positive” Justru Membuat Tertekan

Dampak Toxic Parenting pada Anak

Lingkungan keluarga yang penuh kritik, manipulasi, dan kontrol berlebihan bisa menimbulkan efek jangka panjang. Beberapa dampak yang paling sering muncul adalah:

  1. Harga diri rendah

    Anak merasa tidak pernah cukup baik meski berprestasi.

  2. Kesulitan mengatur emosi

    Lebih rentan mengalami emotional dysregulation atau ledakan emosi yang tidak terkendali.

  3. Relasi interpersonal tidak sehat

    Pola hubungan penuh syarat dan manipulatif terbawa hingga ke pertemanan, percintaan, bahkan dunia kerja.

Cara Mengatasi Dampak Toxic Parenting

Meski dampaknya berat, luka dari toxic parenting bisa dipulihkan. Berikut langkah yang bisa ditempuh:

  1. Menyadari dan memberi label pada pengalaman

    Mengakui bahwa pola asuh yang diterima bersifat toksik adalah langkah awal. Dengan begitu, kita bisa memisahkan identitas diri dari luka masa lalu.

  2. Membangun batas sehat (healthy boundaries)

    Menentukan jarak atau batas komunikasi dengan orang tua yang toksik adalah bentuk perlindungan diri. Batas ini tidak selalu berarti memutus hubungan, tapi menjaga diri agar lebih aman secara emosional.

  3. Mengikuti terapi atau konseling

    Terapi kognitif-perilaku (CBT) maupun terapi berbasis trauma efektif membantu mengubah pola pikir negatif, meningkatkan regulasi emosi, serta membangun harga diri yang lebih sehat.

Baca juga: Toxic Productivity: Ketika Produktivitas Menjadi Beban yang Tak Terlihat

Penutup

Toxic parenting bukan sekadar pola asuh yang salah, melainkan pola yang bisa meninggalkan luka psikologis mendalam. Namun, dengan kesadaran, batas yang sehat, dan dukungan profesional, rantai toxic parenting bisa diputus. Inilah investasi besar agar generasi berikutnya tumbuh di lingkungan yang lebih sehat secara emosional.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis : Risma Elina (Magang)
redaktur: jatmiko

Tags: cara mengatasi toxic parentingdampak toxic parentingemotional dysregulationharga diri rendahKesehatan Mentalkonseling keluargaluka psikologis anakpola asuh toksikrelasi tidak sehatterapi psikologitoxic parentingtrauma masa kecil

Related Posts

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Proses pemberangkatan evakuasi pendaki hilang misterius di Gunung Buthak. Foto: Istimewa

Pendaki Asal Sidoarjo Hilang Misterius di Gunung Buthak

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.