Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Melawan Stereotipe Diskriminasi Perempuan ala Alissa Wahid dan Riris Marpaung

Redaksi by Redaksi
Mei 29, 2024 1:06 pm
in News
Webinar Teras Belajar X Indika Foundation membahas peran pemimpin perempuan dalam bingkai perdamaian/Foto: Malicha Allena

Webinar Teras Belajar X Indika Foundation membahas peran pemimpin perempuan dalam bingkai perdamaian/Foto: Malicha Allena

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Teras Belajar by Pemimpin.id menggelar webinar bersama dengan Indika Foundation dengan “Peran Pemimpin Perempuan dalam Bingkai Perdamaian” pada Selasa (28/05/2024).

Ada dua nara sumber yang hadir yaitu Riris Marpaung, CEO Game Changer Studio dan Ambassador Woman in Games serta Alissa Wahid, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian sekaligus sebagai psikolog. Keduanya merupakan contoh dan panutan dari pemimpin perempuan yang ada di Indonesia saat ini.

READ ALSO

Udara Kabur Mendominasi, Prakiraan Cuaca Malang Sabtu 30 Mei 2026

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Menurut survei, diskriminasi perempuan dinilai sudah hampir tidak ada, tetapi faktanya, ketidaksetaraan dan diskriminasi masih sering terjadi. Perempuan masih dianggap sebelah mata dalam menyuarakan pendapatnya.

Baca Juga: Perempuan NU Kabupaten Malang Usulkan Perencanaan Pembangunan 2024

Riris Marpaung berbagi pengalamannya saat pertama kali menjadi pemimpin. Ia menjelaskan bahwa pekerjaannya sebagai pembuat game sering diremehkan dan dikesankan negatif di masyarakat.

Pada tahun 2013, studionya hanya memiliki lima pemimpin perempuan. Saat ini, jumlah pemimpin perempuan di studionya telah meningkat dua kali lipat.

Riris merasa bangga dan senang melihat perkembangan ini karena membantu mendobrak stereotipe negatif masyarakat tentang perempuan di industri game.

Riris Marpaung bergabung bersama Alissa Wahid untuk menyuarakan kesetaraan perempuan. Dia mengambil kesempatan tersebut untuk menyuarakan sebuah profesi yang tidak terbatas bagi laki-laki saja namun perempuan juga bisa masuk yaitu membuat game.

Baca Juga: Aliansi Petani Indonesia Beri Pelatihan Literasi Keuangan Pedesaan pada Warga Desa

Sementara, Alissa Wahid juga menyampaikan pengalamannya mengenai adanya diskriminasi dan ketidaksetaraan gender.

Menurutnya, masyarakat masih memberi ruang lebih besar pada laki-laki ketimbang perempuan dalam hal pekerjaan. Bahkan untuk pekerjaan yang tidak dibayar biasanya diasosiasikan dengan perempuan.

Misalnya, memasak. Memasak selalu diasosiasikan pada perempuan. Itu tugas perempuan. “Tapi coba kita perhatikan para chef yang ada di hotel berbintang itu merupakan laki-laki. Banyak anggapan menjahit sangat perempuan. Kalau ada laki-laki yang suka menjahit, asosiasinya sudah yang tidak-tidak. Sementara desainer industri fashion itu kebanyakan laki-laki,” tuturnya.

Perjalanan hidup Alissa Wahid menginspirasi banyak perempuan. Dia mengatakan, perubahan dalam hidup sangat bergantung pada kesiapan diri karena banyak hal tak terduga yang akan dihadapi.

Berdasarkan pengalamannya, dia mulai menjadi pemimpin perempuan pada usia 38 tahun. Ia memulainya dan belajar dari awal menjadi pemimpin setelah wafatnya Gus Dur, sang ayah. Menurutnya, belajar menjadi pemimpin tidak ada batasnya selagi diri sendiri sudah siap.

Alissa Wahid juga memberikan pendapatnya tentang perempuan kurang efektif dalam memimpin karena memiliki tingkat emosional yang lebih tinggi dari laki-laki. “It’s not about men or women. It’s about person,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pendapat tersebut tidak perlu dihiraukan karena kenyataannya perempuan sama saja dengan laki-laki. Perempuan tidak perlu terjebak pada stereotipe tersebut.

Laki-laki juga memiliki tingkat emosional yang sama dengan perempuan, seperti menangis, marah, berpikir kritis, dan menghadapi kesulitan dalam memimpin.

“Meskipun kita perempuan belum bisa mengubah masyarakat secara luas, kita bisa mulai dengan mengubah diri sendiri. Kepemimpinan diri akan mempermudah kita untuk memimpin orang-orang di sekitar, dan selanjutnya mampu memimpin komunitas yang lebih besar,” kata dia.

Webinar Teras Belajar bersama Indika Foundation ini dihadiri oleh 500 audience lebih. Meskipun webinar ini terkesan singkat, namun memiliki banyak pengetahuan yang dapat diambil dan diterapkan pada diri sendiri.

Harapannya dari webinar ini, perempuan dapat mengambil peran sebagai pemimpin di masa depan yang dapat membawa perdamaian dalam segala aspek.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis : Malicha Allena (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Alissa WahidPemimpin PerempuanPemimpin.idTeras Belajar

Related Posts

Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada Sabtu, 30 Mei 2026 dalam kondisi berawan dan udara kabur. /Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.
News

Udara Kabur Mendominasi, Prakiraan Cuaca Malang Sabtu 30 Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026
Seleksi Sekda Kota Batu
News

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Jumat, 29 Mei 2026
penataan simpang empat patih
News

Atasi Kemacetan dan Jalan Rusak, Pemkot Batu Kebut Penataan Simpang Empat Patih

Jumat, 29 Mei 2026
Ilustrasi kendaraan melintasi Gerbang Tol Singosari. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

164.081 Kendaraan Keluar Masuk Tol Pandaan-Malang Selama Libur Iduladha

Jumat, 29 Mei 2026
Penyembelihan hewan kurban dari keluarga Yanuar Maulana dan Surya Burhanuddin. Foto: dok.
News

Diaspora yang Sukses di Petronas Malaysia Berbagi Hewan Qurban di Desa Kalipare Kabupaten Malang

Jumat, 29 Mei 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Jumat, 29 Mei 2026 diperkirakan dominan cerah. /Foto: Tugumalang.id/ Bagus Rachmad Saputra
News

Prakiraan Cuaca Malang Jumat 29 Mei 2026: Dominan Cerah Sepanjang Hari

Jumat, 29 Mei 2026
Next Post
Rekomendasi kuliner kaki lima di Kota Malang yang patut dicoba /Foto: Google Review Nasi Rawon Malam Mbak Ten/Hengki Adi

Rekomendasi 3 Kuliner Kaki Lima di Kota Malang, Rasanya Maknyus Bikin Ketagihan!

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.