Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Melawan Stereotipe Diskriminasi Perempuan ala Alissa Wahid dan Riris Marpaung

Redaksi by Redaksi
Mei 29, 2024 1:06 pm
in News
Webinar Teras Belajar X Indika Foundation membahas peran pemimpin perempuan dalam bingkai perdamaian/Foto: Malicha Allena

Webinar Teras Belajar X Indika Foundation membahas peran pemimpin perempuan dalam bingkai perdamaian/Foto: Malicha Allena

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Teras Belajar by Pemimpin.id menggelar webinar bersama dengan Indika Foundation dengan “Peran Pemimpin Perempuan dalam Bingkai Perdamaian” pada Selasa (28/05/2024).

Ada dua nara sumber yang hadir yaitu Riris Marpaung, CEO Game Changer Studio dan Ambassador Woman in Games serta Alissa Wahid, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian sekaligus sebagai psikolog. Keduanya merupakan contoh dan panutan dari pemimpin perempuan yang ada di Indonesia saat ini.

READ ALSO

Wamenko Pangan Dorong Peningkatan Rendemen Tebu demi Capai Swasembada Gula

Bawaslu Kabupaten Malang dan Tugu Media Group Jalin Kerja Sama Perkuat Pengawasan Partisipatif

Menurut survei, diskriminasi perempuan dinilai sudah hampir tidak ada, tetapi faktanya, ketidaksetaraan dan diskriminasi masih sering terjadi. Perempuan masih dianggap sebelah mata dalam menyuarakan pendapatnya.

Baca Juga: Perempuan NU Kabupaten Malang Usulkan Perencanaan Pembangunan 2024

Riris Marpaung berbagi pengalamannya saat pertama kali menjadi pemimpin. Ia menjelaskan bahwa pekerjaannya sebagai pembuat game sering diremehkan dan dikesankan negatif di masyarakat.

Pada tahun 2013, studionya hanya memiliki lima pemimpin perempuan. Saat ini, jumlah pemimpin perempuan di studionya telah meningkat dua kali lipat.

Riris merasa bangga dan senang melihat perkembangan ini karena membantu mendobrak stereotipe negatif masyarakat tentang perempuan di industri game.

Riris Marpaung bergabung bersama Alissa Wahid untuk menyuarakan kesetaraan perempuan. Dia mengambil kesempatan tersebut untuk menyuarakan sebuah profesi yang tidak terbatas bagi laki-laki saja namun perempuan juga bisa masuk yaitu membuat game.

Baca Juga: Aliansi Petani Indonesia Beri Pelatihan Literasi Keuangan Pedesaan pada Warga Desa

Sementara, Alissa Wahid juga menyampaikan pengalamannya mengenai adanya diskriminasi dan ketidaksetaraan gender.

Menurutnya, masyarakat masih memberi ruang lebih besar pada laki-laki ketimbang perempuan dalam hal pekerjaan. Bahkan untuk pekerjaan yang tidak dibayar biasanya diasosiasikan dengan perempuan.

Misalnya, memasak. Memasak selalu diasosiasikan pada perempuan. Itu tugas perempuan. “Tapi coba kita perhatikan para chef yang ada di hotel berbintang itu merupakan laki-laki. Banyak anggapan menjahit sangat perempuan. Kalau ada laki-laki yang suka menjahit, asosiasinya sudah yang tidak-tidak. Sementara desainer industri fashion itu kebanyakan laki-laki,” tuturnya.

Perjalanan hidup Alissa Wahid menginspirasi banyak perempuan. Dia mengatakan, perubahan dalam hidup sangat bergantung pada kesiapan diri karena banyak hal tak terduga yang akan dihadapi.

Berdasarkan pengalamannya, dia mulai menjadi pemimpin perempuan pada usia 38 tahun. Ia memulainya dan belajar dari awal menjadi pemimpin setelah wafatnya Gus Dur, sang ayah. Menurutnya, belajar menjadi pemimpin tidak ada batasnya selagi diri sendiri sudah siap.

Alissa Wahid juga memberikan pendapatnya tentang perempuan kurang efektif dalam memimpin karena memiliki tingkat emosional yang lebih tinggi dari laki-laki. “It’s not about men or women. It’s about person,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pendapat tersebut tidak perlu dihiraukan karena kenyataannya perempuan sama saja dengan laki-laki. Perempuan tidak perlu terjebak pada stereotipe tersebut.

Laki-laki juga memiliki tingkat emosional yang sama dengan perempuan, seperti menangis, marah, berpikir kritis, dan menghadapi kesulitan dalam memimpin.

“Meskipun kita perempuan belum bisa mengubah masyarakat secara luas, kita bisa mulai dengan mengubah diri sendiri. Kepemimpinan diri akan mempermudah kita untuk memimpin orang-orang di sekitar, dan selanjutnya mampu memimpin komunitas yang lebih besar,” kata dia.

Webinar Teras Belajar bersama Indika Foundation ini dihadiri oleh 500 audience lebih. Meskipun webinar ini terkesan singkat, namun memiliki banyak pengetahuan yang dapat diambil dan diterapkan pada diri sendiri.

Harapannya dari webinar ini, perempuan dapat mengambil peran sebagai pemimpin di masa depan yang dapat membawa perdamaian dalam segala aspek.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis : Malicha Allena (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Alissa WahidPemimpin PerempuanPemimpin.idTeras Belajar

Related Posts

Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq (baju coklat) berfoto bersama usai panen tebu bersama di Gondanglegi. Foto: Pemkab Malang
News

Wamenko Pangan Dorong Peningkatan Rendemen Tebu demi Capai Swasembada Gula

Kamis, 16 Jul 2026
Bawaslu Kabupaten Malang dan Tugu Media Group Jalin Kerja Sama Perkuat Pengawasan Partisipatif
News

Bawaslu Kabupaten Malang dan Tugu Media Group Jalin Kerja Sama Perkuat Pengawasan Partisipatif

Kamis, 16 Jul 2026
Stadion
News

Stadion Kanjuruhan Lolos Verifikasi, Arema FC Siap Tuntaskan Catatan Minor

Kamis, 16 Jul 2026
Libur Sekolah 2026 Dongkrak Wisata Kota Batu, Kunjungan Tembus 340.600 Orang
News

Libur Sekolah 2026 Dongkrak Wisata Kota Batu, Kunjungan Tembus 340.600 Orang

Rabu, 15 Jul 2026
Guru Besar UB: Heat Dome seperti di Eropa Sangat Sulit Terjadi di Indonesia
News

Guru Besar UB: Heat Dome seperti di Eropa Sangat Sulit Terjadi di Indonesia

Rabu, 15 Jul 2026
Wali Kota Batu Sidak MPLS, Pastikan Hari Ketiga Berjalan Aman dan Bebas Bullying
News

Wali Kota Batu Sidak MPLS, Pastikan Hari Ketiga Berjalan Aman dan Bebas Bullying

Rabu, 15 Jul 2026
Next Post
Rekomendasi kuliner kaki lima di Kota Malang yang patut dicoba /Foto: Google Review Nasi Rawon Malam Mbak Ten/Hengki Adi

Rekomendasi 3 Kuliner Kaki Lima di Kota Malang, Rasanya Maknyus Bikin Ketagihan!

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.