Tugumalang.id – Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) memberikan penghargaan kepada Politeknik Negeri Malang (Polinema) sebagai Pelopor Pengembangan Media Wisata Digital. Penghargaan itu diserahkan dalam puncak Diesnatalis ke-43 Polinema pada Kamis (19/6/2025).
Diketahui, Polinema berkolaborasi dengan PT Mitra Transwisata Cendekia – Malang Tourism Center (MTC) tengah mengembangkan media wisata digital yakni ‘Travelinkcenter’ sebagai wadah promosi pariwisata Indonesia melalui program pembelajaran berbasis proyek.
Baca Juga: Kukuhkan 5 Guru Besar, Polinema Tegaskan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Direktur Polinema, Ir Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan oleh LEPRID sebagai lembaga independen yang mencatat prestasi dan rekor di Indonesia.
Menurutnya, pengembangan media wisata digital ini tak lain untuk membekali mahasiswanya agak siap bersaing melalui kreativitas dan inovasi. Untuk itu, metode pembelajaran berbasis proyek dipilih pilih dalam pengembangan media wisata digital itu.

“Dengan kita memberikan model pembelajaran berbasis project atau berbasis kasus, ini yang menjadi salah satunya upaya kita untuk meningkatkan kualitas lulusan Polinema ke depan,” ucapnya.
Menurutnya, Polinema telah memfasilitasi para mahasiswa agar terlibat pengembangan ini. Setidaknya, sudah ada dua jurusan dan enam program studi dengan beberapa kompetensi yang terlibat.
Baca Juga: Polinema Gelar Expo Hasil Riset dan Inovasi 2025
“Mahasiswa dengan kompetensi yang berbeda ini akan mengerjakan sebuah aktivitas project bersama. Sehingga mereka bisa belajar teamwork, bagaimana harus menyelesaikan problematika secara bersamaan dalam prespektif sudut pandang keilmuannya masing masing,” ungkapnya.
“Diharapkan ini akan menjadi nilai tambah bagi para mahasiswa dalam menyiapkan diri menghadapi kehidupan kedepan. Yang tentu permasalahan yang dihadapi akan semakin kompleks,” imbuhnya.
CEO & Founder MTC, Sugiyanto menyampaikanbbahwa pembelajaran berbasis proyek ini dapat mengasah softskill dan hardskill mahasiswa. Dengan demikian, saat mereka lulus, dapat mengembangkan kreativitas dan inovasinya.
“Jadi di sini kami akan bekerjasama dengan industri industri terkait juga. Kami akan menjembatani dengan industri atau mitra pendukung untuk pengembangan pariwisata. Sehingga kolaborasi pentahelix ini dari unsur akademisi, pemerintah, industri, komunitas dan media ini akan menjadi kolaborasi lintas sektoral dengan multidisiplin,” urainya.
Sementara itu, pendiri LEPRID, Paulus Pangka mengatakan bahwa Polinema diberi penghargaan lantaran telah menjadi pelopor pengembangan media wisata digital yang berpotensi memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi pariwisata dan nasional.
“Jadi ini merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia. Dari hasil penelusuran kami memang belum pernah ada yang melakukan kerjasama kolaborasi dalam rangka pengembangan digital wisata di Indonesia. Yang melibatkan multidisiplin ilmu yang ada,” ungkapnya.
“Karena itu kami memberikan penghargaan berupa piala, medali dan piagam kepada Polinema dan MTC atas prestasi tersebut dengan mencatat pada urutan rekor yang ke-909,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























