Malang, Tugumalang.id – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menampilkan monolog berjudul “Dari Batu Kare ke Gunung Agung” di Auditorium UB, Jumat (26/9/2025). Pementasan ini mengangkat kisah perjuangan pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai dan bertujuan menciptakan suasana kondusif di tengah maraknya aksi mahasiswa belakangan ini.
Penanggung jawab kegiatan, Wira Aditya, menjelaskan bahwa sekitar 40 mahasiswa FH UB terlibat dalam produksi monolog tersebut. Cerita berfokus pada peran I Gusti Ngurah Rai sebagai pemimpin Resimen Sunda Kecil yang mempertahankan Bali dari upaya Belanda merebut kembali kekuasaan setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II.
“Pementasan ini adalah bentuk propaganda positif. Kami ingin menghadirkan ruang ekspresi sekaligus mengurangi intensitas aksi mahasiswa di luar kampus,” ujar Wira.
Dalam alur monolog, I Gusti Ngurah Rai dikisahkan sebagai sosok pemimpin yang mampu mengorganisir pemuda, melatih strategi gerilya, mencari persenjataan, hingga menjalin komunikasi dengan Jenderal Sudirman di Yogyakarta untuk memperoleh dukungan. Dengan semangat pengorbanan, ia memimpin pasukan Ciung Wanara menghadapi pertempuran meski dalam kondisi serba sulit.
Baca juga: Atlet Taekwondo Mahasiswa UB Sumbang Emas untuk Kota Malang di Porprov Jatim 2025, Ini Kisahnya
Puncak kisah ditunjukkan pada 20 November 1946 di Marga, Tabanan. Ketika Ngurah Rai dan pasukannya memilih bertempur habis habisan melawan kepungan Belanda. Peristiwa itu dikenal sebagai Puputan Margarana yang menjadi simbol keberanian, pengorbanan dan harga diri bangsa.
Meskipun gugur, semangat I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya dikenang sebagai api perjuangan yang membuat bangsa Indonesia tetap hidup. Kisah ini juga diharapkan mampu memotivasi generasi muda dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa.
Baca juga: Mahasiswa UB Temukan Potensi Limbah Cangkang Tiram Jadi Bahan Alternatif Baterai
“Jadi Monolog ini merupakan bentuk propaganda positif yang bertujuan membangun citra baik dan menjaga stabilitas,” urainya.
“Sekaligus menjadi strategi untuk mengarahkan mahasiswa agar fokus pada kegiatan akademis serta wadah resmi kampus. Sehingga perhatian mereka teralihkan dari isu-isu September Hitam yang kerap memicu aksi di luar kampus,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























