Senin, Juni 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Hukum & Kriminal

Kisah Hidup Pembunuh Rudi Jauhari: Orang Tua Bercerai, Mondok, dan Putus Sekolah

Redaksi by Redaksi
Maret 20, 2021 11:09 am
in Hukum & Kriminal
Kakek AP. Foto: Rizal Adhi

Kakek AP. Foto: Rizal Adhi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

READ ALSO

Cekcok, Seorang Pria Bacok Pengunjung Warung Seafood di Singosari

Gadis di Kota Malang Diduga Diperkosa Teman Saat Tidur, Polisi Lakukan Pemeriksaan

MALANG – Kasus perampokan dan pembunuh terhadap Rudi Jauhari (48), pengusaha ATK di Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, cukup menggemparkan masyarakat Malang.
Pasalnya, pembunuhan dilakukan oleh AP (17) yang tergolong masih anak-anak. Dia menyayat sekujur tubuh Rudi menggunakan cutter hingga kehabisan darah.
Nenek AP, R (60), menceritakan bahwa cucunya sejak bayi dititipkan kepada dirinya karena orang tuanya bercerai. “AP mulai bayi disini semenjak ayah sama ibunya pisah. Ibunya AP membawa adik-adiknya dan dia bersama saya di sini,” terangnya, di kediamannya, pada Jumat (19/03/2021).
Sejak kecil, AP menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Dampit. Di sana, dia belajar pendidikan agama sekaligus pendidikan umum di SMP.
“Dia saya pondokkan di Dampit, jadi di sana kan ada pondok pesantren yang juga ada sekolahnya. Saya gak punya uang buat sekolahkan dia di sekolah umum, makanya saya bawa ke sana,” ungkap R.
Setelah keluar dari pondok pesantren, AP ingin bersekolah di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, namun tidak memiliki uang. Oleh karena itu, dia melamar kerja di Toko ATK milik Rudi Jauhari.
“Dia itu sebenarnya ingin sekolah di Mutu (SMK Muhammadiyah Tujuh), tapi tidak ada uang dan harus punya motor sendiri (untuk transportasi). Makanya saya antar sendiri melamar di tokonya Pak Rudi buat ngelamar kerja dulu,” ungkapnya.
“Uang gaji di Pak Rudi ini dia buat kredit sepeda motor sendiri. Dan kerja di fotocopy itu dua tahunan, karena tidak tetap disana,” sambungnya.
Di tempat yang sama, Kakek AP, FH (65), menuturkan bahwa selama bekerja di Toko ATK tersebut, AP sering mengeluhkan kredit motor. “Ketika kerja kadang juga mengeluh karena ambil sepeda di showroom dengan angsuran itu Rp 560 ribu setiap bulan. Tapi dia kadang gak bisa bayar, jadi kadang saya yang bayar meskipun saya hanya kerja jadi tukang cetak batu bata,” ujarnya.
“Namanya cucu ya, jadi saya bela-belain meski gimanapun dia,” imbuhnya.
FH menceritakan, sebelum bekerja di Toko ATK, AP pernah dia ajak bekerja sebagai tukang cetak batu bata. Namun, fisik AP tidak kuat. “Dulu pernah saya ajak bekerja sebagai cetak batu bata, tapi dia gak kuat. Pernah juga kerja jual bakso, sama sekolah juga,” ungkapnya.
Dia mengatakan, terpaksa membuat AP bekerja karena tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. “Karena saya juga keluarga gak mampu, tenaga juga sudah tua,” pungkasnya.
Reporter: Rizal Adhi
Editor: Lizya Kristanti
Tags: kisah hiduppembunuhrudi jauhari

Related Posts

Ilustrasi pembacokan di Singosari. Foto: ilustrasi AI
Hukum & Kriminal

Cekcok, Seorang Pria Bacok Pengunjung Warung Seafood di Singosari

Sabtu, 30 Mei 2026
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, menjelaskan soal gadis yang diduga diperkosa temannya. (Foto/M Sholeh)
Hukum & Kriminal

Gadis di Kota Malang Diduga Diperkosa Teman Saat Tidur, Polisi Lakukan Pemeriksaan

Sabtu, 30 Mei 2026
Ilustrasi pencurian kotak amal. Foto: ilustrasi AI
Hukum & Kriminal

Gasak Kotak Amal Masjid Tiga Kali, Pria di Lawang Ditangkap Polisi

Sabtu, 30 Mei 2026
Pedagang ayam bacok pedagang pasar
Hukum & Kriminal

Pedagang Ayam di Pasar Madyopuro Malang Bacok 2 Karyawan Usai Cekcok Soal Ceker Rp 5 Ribu

Senin, 25 Mei 2026
Ilustrasi seorang pria ancam pengguna jalan menggunakan senjata tajam. Foto: AI
Hukum & Kriminal

Polisi Amankan Pria Bersenjata Tajam yang Resahkan Pengguna Jalan di Sumberpucung Malang

Kamis, 21 Mei 2026
Ilustrasi bawa kabur motor. Foto: Freepik
Hukum & Kriminal

Bawa Kabur Motor Modus Kenalan di Telegram, Polisi Bekuk Sejoli Asal Kendari di Kota Batu

Kamis, 21 Mei 2026
Next Post
Hampir Berusia 18 Tahun, AP Tetap Diadili di Persidangan Anak

Hampir Berusia 18 Tahun, AP Tetap Diadili di Persidangan Anak

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UIN Malang Gelar Buka Puasa Bersama Media, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.