Senin, Juni 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Featured

Ke Malang Aku Kan Kembali

Redaksi by Redaksi
April 1, 2022 6:25 pm
in Featured
Tugu Kota Malang. Foto: pinterest

Tugu Kota Malang. Foto: pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kota Malang, kota terbesar kedua di Jatim ini, selalu punya cara untuk membuat rindu siapapun yang pernah menjejakkan kakinya di sana.

Bicara soal kerinduan akan kota pendidikan yang memiliki slogan ‘Malang Nominor Sursum Moveor’ ini, sudah jadi hal yang umum.

READ ALSO

Dari Gersang Menjadi Hijau, Transformasi CMC Tiga Warna Lewat Konservasi dan Ekowisata

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

Bahkan di setiap sudut kota ini, indah atau tidak—bagi banyak orang punya sejuta cerita yang tak bisa dilupakan begitu saja. Alun-alun, Tugu Malang, Stasiun Kota Baru, Kayutangan, aneka macam kuliner, deretan kedai kopi, lanskap jalanan, hingga sesaknya pasar-pasar tetap akan selalu dirindukan.

Stasiun Malang. Foto: Ulul Azmy

Seperti halnya dikatakan Rizal Fanany, Arek Malang yang kini merantau bekerja di Pulau Dewata, Bali, sejak delapan tahun yang lalu. Di setiap aktivitas, Rizal mengaku tak bisa lepas dari ingatan akan kota kelahirannya itu.

Pemuda berusia 32 tahun ini lahir di Tongan, kawasan pusat kota yang dijuluki Kampung Arab. Sejak kecil hingga remaja, sejumlah tempat seperti alun-alun, Masjid Jami’, stasiun, Sarinah, hingga Jalan Kayutangan sudah jadi pemandangan sehari-hari baginya. Hampir di setiap gang hingga sudut pusat kota bumi Arema ini, dia kenal dengan baik.

Tak heran jika waktu Rizal pulang, dia selalu menyempatkan diri untuk berjalan-jalan naik motor menyusuri jalan raya Kota Malang sendirian. Mulai dari alun-alun, Kayutangan, Stadion Gajayana, Jalan Ijen, Jalan Pattimura, Jalan Soekarno Hatta, hingga Terminal Landungsari.

Jalan Ijen Kota Malang. Foto: pinterest

”Apalagi sambil dengerin lagu Tani Maju. Itu band Malang yang juga selalu sukses bikin saya kangen pulang ke Malang,” ungkap pria yang populer dipanggil Kopral ini.

”Dan satu hal yang pasti saya lakukan begitu pulang ke Malang itu pasti motret Tugu Malang. Lalu saya upload jadi story di medsosku. Arek-arek sudah pasti langsung ngajak cangkruk ngopi,” imbuh Kopral.

Begitu foto Tugu Malang itu ia unggah, lanjut Rizal, semua koleganya langsung berlomba menghubungi untuk mengajak bertemu. Berjumpa dengan kolega itu pula yang membuat Rizal selalu merindukan Kota Malang.

Sarinah di Kota Malang. Foto: Ulul Azmy

Namun dia sadar, seiring kepergiannya, kota yang dia lihat dan tinggali sejak kecil itu sudah banyak berubah. ”Sudah mulai panas dan banyak macet di mana-mana. Mungkin gak ya, Malang kembali kayak dulu?” harapnya.

Terlepas dari banyak perubahan yang dia rasakan, dia berharap pemerintah bisa mendengar aspirasi warga Arema dan berbenah untuk mengatasi setiap permasalahan yang ada, khususnya untuk masalah tata ruang dan kemacetan.

”Soalnya saya kenalnya Malang dan yang bikin kangen itu dinginnya dan gak macet parah seperti sekarang. Ya semogalah bisa kayak dulu,” harapnya.

Kota Malang tidak hanya memberikan memori indah tak terlupakan bagi warganya. Bahkan, bagi mereka para pelancong hingga perantauan dari kota-kota lain. Seperti diakui Ahmad Zaki Kurniawan yang pernah hidup di Malang selama enam tahun untuk menimba ilmu.

Zaki, begitu ia dipanggil, merupakan alumnus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) dari Depok. Hampir seperempat usia-usia emasnya dihabiskan di Kota Malang. Sebab itu pula, Bumi Ken Arok itu menjadi tempat bersejarah bagi dirinya.

”Di Kota Malang menjadi saksi proses pendewasaan saya. Hidup di sana yang membentuk saya sampai jadi sekarang,” tutur Zaki.

Diwawancarai seputar hal itu, Zaki jadi memutar lagi kisah-kisah asyiknya saat di Malang. Satu hal yang dia kangeni soal Malang sudah pasti seputar ngopi. Sudah bukan hal asing lagi jika tiap sudut kota ini selalu pasti ditemui kedai kopi.

Sampai-sampai, kata Zaki, ngopi semacam sudah menjadi budaya. Pagi, malam, hingga ke pagi lagi, bangku-bangku di kedai-kedai kopi itu hampir tak pernah kosong. ”Favorit saya nongkrong itu di kisaran ITN, Suhat, Landungsari, juga di Ijen,” ungkap Zaki, antusias.

Selain ngopi, Zaki juga merindu makanan khas di Malang yang pasti dia sambangi ketika berkunjung ke kota ini. Terlebih, daftar kuliner hidden gems yang paling dia buru seperti rendang malangan, tahu telur di dekat ITN, hingga rawonnya H Ridwan di Pasar Besar.

”Kalau jalan-jalan dulu sudah pasti ke Kayutangan, ke Ijen, Suhat. Dan yang paling saya ingat itu waktu ada acara Malang Tempo Doeloe (MTD). Itu paling berkesan bagi saya, selalu saya datangi,” tambahnya.

Namun sensasi itu sudah tak bisa lagi dia rasakan. Kini, dia harus kembali ke kampung halamannya. Meski begitu, bukan berarti ikatannya dengan kota ini terputus begitu saja. Setiap kali ada kesempatan, Zaki masih selalu menjadikan Malang sebagai destinasi utama.

”Semoga Kota Malang ke depannya lebih baik lagi. Saya mikirnya sih keren kalau nanti semua trotoar di Kota Malang dipercantik kayak di Kayutangan. Wah itu pasti keren tuh,” kata dia.

”Selain itu, saya juga punya saran agar sistem transportasi di sana dibenahi. Dengan begitu, kota ini bisa ramah pelajar, seperti julukannya sebagai kota pendidikan. Selain itu, juga biar gak macet parah kayak sekarang,” usulnya.

Kerinduan mereka hanya salah duanya. Masih banyak ribuan orang yang memendam kerinduan pada kota ini. Anda yang membaca ini mungkin salah satunya. Jadi, apakah benar Kota Malang diciptakan saat Tuhan sedang merindu? Mari merayakan kerinduan ini.

—

Setelah membaca tulisan ini, direkomendasikan untuk mendengarkan lagu milik Buri Hendika Kurniawan berjudul ‘Malang Pancen Rame’ yang dirilis 2010 silam di kanal YouTube

…..Kutho Malang, Kuthone pancen rame

Yen ora ngandel, ceritaku iki

Bukte’ake kutho malang pancen asri

Wus kondang kaloko, kutho malang iki

Yen tindak mriko, kulo jamin pengen kari….

 

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: ceritakota malangmalang

Related Posts

Wisatawan melintasi hutan mangrove di CMC Tiga Warna. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Featured

Dari Gersang Menjadi Hijau, Transformasi CMC Tiga Warna Lewat Konservasi dan Ekowisata

Kamis, 10 Jul 2025
Cak Sindu, pendiri Studi Akting Malang (SAM), yang percaya bahwa akting bukan hanya sekeda seni peran. (Foto: Dohir Herliato/Sindu)
Featured

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

Rabu, 7 Mei 2025
Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis
Featured

Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis

Selasa, 21 Jan 2025
Polresta Malang Kota membongkar sindikat curanmor di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Selasa, 24 Des 2024
Batik karya Utik Mardiati motif kupu-kupu yang sudah dijahit menjadi rok. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Featured

Batik Utik Mardiati, Narasi Cerita dalam Selembar Kain

Sabtu, 30 Nov 2024
Soetarjo, gerilyawan pejuang yang masih hidup saat berkisah tentang masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Foto: Azmy
Featured

Kisah Pejuang Gerilyawan Agresi Militer yang Kini Hidup di Malang, Bolak-Balik Ditangkap Belanda

Jumat, 23 Agu 2024
Next Post
Pengurus Baru Hipmi Kota Batu Komitmen Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi

Pengurus Baru Hipmi Kota Batu Komitmen Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.