Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Jadi Gudangnya Air, Kota Batu Relatif Aman dari Ancaman Bencana El Nino

Redaksi by Redaksi
Agustus 2, 2023 7:21 pm
in Pilihan Redaksi
Sektor pertanian di Kota Batu, Jawa Timur dimungkinkan relatif aman dari ancaman bencana El Nino. Foto: Azmy

Sektor pertanian di Kota Batu, Jawa Timur dimungkinkan relatif aman dari ancaman bencana El Nino. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Indonesia menjadi salah satu negara yang diprediksi terdampak fenomena iklim El Nino. Diprediksi, fenomena perubahan iklim drastis ini puncaknya terjadi pada Agustus-September 2023 mendatang. Salah satu dampak paling signifikan yang timbul adalah krisis air dan kekeringan.

Namun di Kota Batu, Jawa Timur rupanya nanti akan relatif aman dari ancaman bencana El Nino. Faktor utamanya terletak pada aspek geografis Kota Batu yang ada di ketinggian dan memiliki sumber mata air yang melimpah.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Data resmi terakhir yang didapat, terdapat 111 mata air yang eksis hingga saat ini di Kota Batu. Sumber air utama tentu saja ada di Desa Sumberbrantas yang menjadi hulu dari Sungai Brantas. Dimungkinkan masih ada lebih dari 300 sumber mata air yang belum diolah.

Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu menuturkan sebenarnya Kota Batu bukan berarti tidak terdampak sama sekali. Hanya saja, memang dampaknya tidak terlalu signifikan. Dampak yang mungkin terjadi di Kota Batu adalah menurunnya debit air mengacu dari tahun-tahun kemarau sebelumnya.

“Situasi itu sudah umum dihadapi para petani dari tahun ke tahun. Artinya, meski memang ada potensi El Nino nanti, Kota Batu masih terselamatkan,” kata Agung pada tugumalang.id, Rabu (2/8/2023).

Ilustrasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: BPBD Kota Batu

Agung menjelaskan jika selama musim kemarau di Kota Batu juga tidak pernah mempengaruhi sektor pertanian. Pasalnya, lahan-lahan pertanian yang tersebar di Kota Batu, termasuk area persawahan di kawasan Pendem juga masih dialiri air saat musim kemarau.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Fenomena El Nino, Indonesia Jadi Salah Satu Negara Terdampak

Biasanya, petani akan menerapkan pengairan secara bergantian karena sumber daya air memang tengah menurun. “Jadi kalau biasanya petani bisa menyiram sewaktu-waktu, saat kemarau dibatasi. Alirannya gantian,” jelasnya.

Berbeda dengan wilayah yang berada di dataran rendah atau tandus seperti banyak terdapat di wilayah Kabupaten Malang. Bahkan, BPBD Kota Batu juga justru memenuhi permintaan perbantuan dropping air bersih ke sejumlah wilayah.

“Biasanya kita juga bantu dropping air bersih. Dulu itu pernah kita dropping ke Kabupaten, setiap hari bisa 5-6 tangki,” ujarnya.

Bukan Ancaman Kekeringan, Tapi Karhutla hingga Banjir Bandang

Kendati demikian, sambung Agung, Kota Batu masih memiliki potensi kerawanan bencana akibat fenomena El Nino, yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bencana ini sendiri juga kerap terjadi di Gunung Arjuna dan Panderman.

Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu. Foto: Azmy

Bencana karhutla ini yang menjadi fokus antisipasi BPBD Kota Batu jelang terjadinya fenomena El Nino. Pasalnya, jika tidak dimitigasi dengan baik, maka potensi banjir bandang seperti pernah terjadi pada 2021 lalu di Desa Bulukerto bisa saja terulang.

Seperti diketahui, banjir bandang terjadi akibat dari kejadian karhutla di hulu sungai Brantas yang terjadi pada 2019. Saking besarnya, waktu itu aktivitas pemadaman sampai menggunakan helikopter.

Di kemudian hari, akibat kebakaran ini membuat banyak material pohon-pohon sisa kebakaran yang menumpuk dan menyumbat aliran air dari gunung. Hingga pada 2021 itu, sumbatan itu pecah dan terakumulasi menjadi banjir bandang.

Nah, secara mitigasi, penyebab karhutla ini rata-rata memang terjadi akibat perilaku manusia. Entah dari puntung rokok yang dibuang sembarangan hingga aktivitas pembakaran lahan. “Jarang terjadi karhutla itu karena faktor alam. Pasti pemicunya dari luar,” timpalnya.

Saat ini, Wali Kota Batu telah menerbitkan SK Wali Kota untuk mempersiapkan kesiapsiagaan jika terjadi kejadian darurat, terutama karhutla. Tindak lanjut dari SK ini nantinya memberikan kemudahan untuk BPBD melakukan intervensi darurat. Baik penambahan SDM, peralatan, logistik, perijinan dan sebagainya.

Hanya saja, sesuai perkiraan BMKG menyebutkan jika ancaman musim kemarau tahun ini akan lebih kering daripada tahun-tahun sebelumnya. Diimbau bagi masyarakat untuk menghemat air karena El Nino diperkirakan akan membuat jumlah debit aor menurun.

“Untuk antisipasi karhutla, kami harap pendaki untuk tidak lupa mematikan api unggun, tidak membuang puntung rokok sembarangan. Juga kepada warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan,” imbau Agung.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

reporter: ulul azmy
editor: jatmiko

Tags: BPBD Kota BatuEl Ninogeografis Kota Batula nina

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
stadion gajayana Kota Malang

Butuh Rp 200 Milyar, Pemkot Malang Ajukan Stadion Gajayana Direnovasi Standar Internasional

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.