Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Hadir di Malang Autism Summit 2024, Kemendikbudristek Tekankan Soal Kolaborasi Mewujudkan Pendidikan Inklusif di Indonesia

Redaksi by Redaksi
Oktober 4, 2024 7:04 am
in News
Koordinator Kelompok Kerja Pendidikan Inklusif Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek, Meike Anastasia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan inklusif di Indonesia saat menghadiri Malang Autism Summit 2024. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Koordinator Kelompok Kerja Pendidikan Inklusif Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek, Meike Anastasia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan inklusif di Indonesia saat menghadiri Malang Autism Summit 2024. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Hadir di acara Malang Autism Summit 2024 (MAS 24), Koordinator Kelompok Kerja Pendidikan Inklusif Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Meike Anastasia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan inklusif di Indonesia.

Hal itu disampaikan Meike ketika menjadi pembicara dalam acara pembukaan Malang Autism Summit 2024, Kamis (10/9/2024). Menyampaikan materi Pendidikan Bagi Semua Anak, menurutnya untuk mengakomodasi layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus diperlukan kolaborasi oleh semua pihak.

READ ALSO

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Wamenko Pangan Dorong Peningkatan Rendemen Tebu demi Capai Swasembada Gula

Baca Juga: Menyentuh! Pembukaan Malang Autism Summit 2024 Berlangsung Semarak dan Diwarnai Isak Haru Para Peserta

Meike menyebut untuk mewujudkan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus bukan hanya pemerintah pusat tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, satuan pendidikan atau sekolah, serta tenaga profesional.

“Untuk mewujudkan pendidikan inklusif diperlukan kolaborasi yang luas, tidak hanya satuan pendidikan maupun pemerintah pusat. Tetapi juga kolaborasi dari pemerintah daerah dan juga tenaga profesional serta mitra-mitra untuk mendukung. Termasuk kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” tutur Meike.

Baca Juga: H-1 Malang Autism Summit 2024, Event Autisme Internasional Pertama di Malang Raya

“Dengan kolaborasi ini pendidikan inklusif yang kita harapkan dapat tercapai,” tegasnya.

Melalui kebijakan pemerintah melalui Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Akomodasi yang Layak Untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas, serta Permendikbud No 48 Tahun 2023 Tentang Akomodasi yang Layak Bagi Penyandang Disabilitas Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar (Dikdas), Pendidikan Menengah (Dikmen), dan Pendidikan Tinggi (Dikti).

Kebijakan tersebut menurut Meike adalah upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dimana semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus berhak mendapatkan layanan pendidikan sebagaimana mestinya.

“Sudah ada dalam UU kita, bahwa semua anak apapun kondisinya dan latar belakangnya setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang sama. Pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang mengakomodasi semua peserta didik untuk menerima keragaman dan tanpa diskriminasi,” ujar Meike.

Tetapi pihaknya juga tidak memungkiri meski regulasi tentang pendidikan inklusif di Indonesia telah ditetapkan oleh pemerintah. Namun dalam realitanya masih ada permasalahan tidak semua anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan pendidikan inklusi.

“Walaupun regulasi sudah ditetapkan tetapi masih ada gap (kesenjangan) di lapangan. Bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan tetapi hanya kurang dari 64 persen saja peserta didik penyandang disabilitas yang mendapatkan layanan pendidikan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Kondisi itulah yang menjadi alasan mengapa kolaborasi dibutuhkan untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif di Indonesia.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: anak berkebutuhan khususKemendikbudristekMalang Autism SummitMalang Autism Summit 2024MAS 24Pendidikan Inklusi

Related Posts

42dc89d5 Adcc 4908 8e53 0c98de78d5d8
News

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Kamis, 16 Jul 2026
Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq (baju coklat) berfoto bersama usai panen tebu bersama di Gondanglegi. Foto: Pemkab Malang
News

Wamenko Pangan Dorong Peningkatan Rendemen Tebu demi Capai Swasembada Gula

Kamis, 16 Jul 2026
Bawaslu Kabupaten Malang dan Tugu Media Group Jalin Kerja Sama Perkuat Pengawasan Partisipatif
News

Bawaslu Kabupaten Malang dan Tugu Media Group Jalin Kerja Sama Perkuat Pengawasan Partisipatif

Kamis, 16 Jul 2026
Stadion
News

Stadion Kanjuruhan Lolos Verifikasi, Arema FC Siap Tuntaskan Catatan Minor

Kamis, 16 Jul 2026
Libur Sekolah 2026 Dongkrak Wisata Kota Batu, Kunjungan Tembus 340.600 Orang
News

Libur Sekolah 2026 Dongkrak Wisata Kota Batu, Kunjungan Tembus 340.600 Orang

Rabu, 15 Jul 2026
Guru Besar UB: Heat Dome seperti di Eropa Sangat Sulit Terjadi di Indonesia
News

Guru Besar UB: Heat Dome seperti di Eropa Sangat Sulit Terjadi di Indonesia

Rabu, 15 Jul 2026
Next Post
Ansor Kota Malang jalin silaturahmi dengan Kodim 0833 Kota Malang sebagai bentuk komitmen menjaga keutuhan NKRI. /Foto: Ansor Kota Malang for Tugumalang.id

Komitmen Menjaga Keutuhan NKRI, Ansor Kota Malang Jalin Silaturahmi dengan Kodim 0833

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.