Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Hadir di Malang Autism Summit 2024, Kemendikbudristek Tekankan Soal Kolaborasi Mewujudkan Pendidikan Inklusif di Indonesia

Redaksi by Redaksi
Oktober 4, 2024 7:04 am
in News
Koordinator Kelompok Kerja Pendidikan Inklusif Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek, Meike Anastasia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan inklusif di Indonesia saat menghadiri Malang Autism Summit 2024. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Koordinator Kelompok Kerja Pendidikan Inklusif Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek, Meike Anastasia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan inklusif di Indonesia saat menghadiri Malang Autism Summit 2024. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Hadir di acara Malang Autism Summit 2024 (MAS 24), Koordinator Kelompok Kerja Pendidikan Inklusif Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Meike Anastasia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan inklusif di Indonesia.

Hal itu disampaikan Meike ketika menjadi pembicara dalam acara pembukaan Malang Autism Summit 2024, Kamis (10/9/2024). Menyampaikan materi Pendidikan Bagi Semua Anak, menurutnya untuk mengakomodasi layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus diperlukan kolaborasi oleh semua pihak.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Baca Juga: Menyentuh! Pembukaan Malang Autism Summit 2024 Berlangsung Semarak dan Diwarnai Isak Haru Para Peserta

Meike menyebut untuk mewujudkan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus bukan hanya pemerintah pusat tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, satuan pendidikan atau sekolah, serta tenaga profesional.

“Untuk mewujudkan pendidikan inklusif diperlukan kolaborasi yang luas, tidak hanya satuan pendidikan maupun pemerintah pusat. Tetapi juga kolaborasi dari pemerintah daerah dan juga tenaga profesional serta mitra-mitra untuk mendukung. Termasuk kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” tutur Meike.

Baca Juga: H-1 Malang Autism Summit 2024, Event Autisme Internasional Pertama di Malang Raya

“Dengan kolaborasi ini pendidikan inklusif yang kita harapkan dapat tercapai,” tegasnya.

Melalui kebijakan pemerintah melalui Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Akomodasi yang Layak Untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas, serta Permendikbud No 48 Tahun 2023 Tentang Akomodasi yang Layak Bagi Penyandang Disabilitas Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar (Dikdas), Pendidikan Menengah (Dikmen), dan Pendidikan Tinggi (Dikti).

Kebijakan tersebut menurut Meike adalah upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dimana semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus berhak mendapatkan layanan pendidikan sebagaimana mestinya.

“Sudah ada dalam UU kita, bahwa semua anak apapun kondisinya dan latar belakangnya setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang sama. Pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang mengakomodasi semua peserta didik untuk menerima keragaman dan tanpa diskriminasi,” ujar Meike.

Tetapi pihaknya juga tidak memungkiri meski regulasi tentang pendidikan inklusif di Indonesia telah ditetapkan oleh pemerintah. Namun dalam realitanya masih ada permasalahan tidak semua anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan pendidikan inklusi.

“Walaupun regulasi sudah ditetapkan tetapi masih ada gap (kesenjangan) di lapangan. Bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan tetapi hanya kurang dari 64 persen saja peserta didik penyandang disabilitas yang mendapatkan layanan pendidikan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Kondisi itulah yang menjadi alasan mengapa kolaborasi dibutuhkan untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif di Indonesia.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: anak berkebutuhan khususKemendikbudristekMalang Autism SummitMalang Autism Summit 2024MAS 24Pendidikan Inklusi

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Ansor Kota Malang jalin silaturahmi dengan Kodim 0833 Kota Malang sebagai bentuk komitmen menjaga keutuhan NKRI. /Foto: Ansor Kota Malang for Tugumalang.id

Komitmen Menjaga Keutuhan NKRI, Ansor Kota Malang Jalin Silaturahmi dengan Kodim 0833

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.