Malang, Tugumalang.id – Momen Ramadan 2026 akan terasa semakin istimewa. Sebuah fenomena astronomi langka, Gerhana Bulan Total (GBT), dipastikan melintasi wilayah Indonesia. Lebih spesial lagi, fenomena yang dikenal sebagai Blood Moon ini diprediksi terjadi pada malam ke-14 Ramadan 1447 H, tepatnya Selasa, 3 Maret 2026.
Peristiwa langit ini menjadi sorotan karena bertepatan dengan fase bulan purnama di pertengahan Ramadan. Kondisi tersebut membuat masyarakat berkesempatan menyaksikan perubahan warna bulan secara langsung dari berbagai wilayah Tanah Air.
Baca juga: Gerhana Bulan Total pada 7 September 2025 Bisa Diamati di Malang
Proses Terjadinya Blood Moon Saat Gerhana Bulan Total
Fenomena Blood Moon terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus sempurna. Pada saat itu, Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti Bumi yang disebut umbra.
Meski cahaya Matahari terhalang oleh Bumi, atmosfer tetap membiaskan cahaya berwarna merah ke permukaan Bulan. Proses inilah yang membuat Bulan tidak menghilang atau menjadi gelap total, melainkan berubah warna menjadi merah tembaga hingga jingga gelap.
Efek inilah yang kemudian membuat Gerhana Bulan Total kerap dijuluki sebagai Blood Moon. Fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang dan aman diamati tanpa alat pelindung khusus.
Masyarakat di seluruh zona waktu Indonesia – WIB, WITA, dan WIT – dapat menikmati peristiwa langit ini. Namun, untuk wilayah Indonesia bagian barat seperti Jakarta dan Sumatra, saat Bulan mulai terbit di ufuk timur, kondisinya sudah berada dalam fase gerhana atau mendekati totalitas.
Berdasarkan data astronomi, berikut jadwal lengkap fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026:
-
Gerhana Sebagian Mulai
16.50 WIB
17.50 WITA
18.50 WIT
-
Gerhana Total Mulai
18.04 WIB
19.04 WITA
20.04 WIT
-
Puncak Gerhana
18.33 WIB
19.33 WITA
20.33 WIT
-
Gerhana Total Berakhir
19.02 WIB
20.02 WITA
21.02 WIT
-
Gerhana Sebagian Berakhir
20.17 WIB
21.17 WITA
22.17 WIT
Tips Menyaksikan Gerhana Bulan Total dengan Aman
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Gerhana Bulan Total atau Blood Moon, tidak diperlukan alat pelindung khusus. Berbeda dengan Gerhana Matahari yang berisiko jika dilihat langsung, Gerhana Bulan aman diamati dengan mata telanjang.
Untuk hasil pengamatan yang optimal, carilah lokasi dengan pandangan terbuka ke arah timur tanpa terhalang gedung tinggi atau pepohonan. Penggunaan binokular atau teleskop sederhana dapat membantu melihat detail permukaan Bulan, termasuk kawah-kawahnya saat berubah warna menjadi kemerahan.
Baca juga: Turun Hujan dan Awan Tebal, Gerhana Bulan Total Tak Tampak di Kota Malang
Selain itu, pastikan memantau prakiraan cuaca setempat. Awan tebal atau hujan berpotensi menghalangi proses pengamatan.
Fenomena Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan malam ke-14 Ramadan ini menjadi momen langka yang sayang untuk dilewatkan. Sudah siap menjadi saksi Blood Moon di langit Indonesia?
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























