Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Galeri Malang Bernyanyi, Museum Musik Indonesia dengan Ribuan Koleksi

Redaksi by Redaksi
Februari 22, 2024 4:55 pm
in Asli Malang
Suasana di dalam Galeri Malang Bernyanyi, salah satu museum musik Indonesia yang ada di Kota Malang.

Suasana di dalam Galeri Malang Bernyanyi, salah satu museum musik Indonesia yang ada di Kota Malang. Foto/Fitrothul M.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Setiap masa berjabat erat dengan musiknya masing-masing, begitu pula sejarah permusikan di tanah air. Semangat itulah yang ditangkap oleh Galeri Malang Bernyanyi, salah satu museum musik Indonesia yang ada di Kota Malang.

Museum ini berawal dari Komunitas Pecinta Kajoetangan (KPK) yang dibangun oleh Hengky Herwanto bersama rekan-rekan sehobi. Mereka mendirikan Galeri Malang Bernyanyi (GMB) pada 2009, galeri ini selanjutnya diresmikan menjadi Museum Musik Indonesia pada tahun 2015.

READ ALSO

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 20 Februari 2024, tim Tugumalang.id berkunjung ke museum tersebut. Di lokasi tampak alat-alat musik klasik yang di pajang di sana-sini. Begitu menaiki tangga menuju lantai 2 Gedung Penunjang Museum Mpu Purwa itu terdengar lantunan musik musisi legenda Indonesia, Iwan Fals.

Baca Juga: Gagal Terealisasi di Kota Batu, Museum HAM Munir akan Dibangun di Fakultas Hukum UB

Musik itu mengalun merdu menyambut pengunjung siang itu. Atmosfer hangat menyebar di penjuru museum. Museum yang berlokasi di Gedung Penunjang Museum Mpu Purwa lantai 2 Jl Soekarno-Hatta, Perum Griya Shanta Blok B No 210 Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru ini merupakan rumah bagi lebih dari 40.000 koleksi musik.

Usman, salah seorang pengelola museum, mengatakan bahwa setelah beberapa waktu menempati Gedung Kesenian Gajayana, pada November 2023 lalu, museum ini harus berpindah karena ada pengembalian fungsi Gedung Kesenian Gajayana sebagai gedung pertunjukan.

Usman memutar piringan hitam rekues pengunjung museum. Foto/Fitrothul M.
Usman, salah satu pengelola, memutar piringan hitam rekues pengunjung museum. Foto/Fitrothul M.

Bagian utama MMI terbagi menjadi 3 ruangan, yaitu resepsionis, ruang utama museum, serta ruang alat musik tradisional. Pada bagian resepsionis, terpajang etalase berisi merchandise spesial MMI.

Baca Juga: Banyak Kejanggalan, Museum HAM Omah Munir di Kota Batu Gagal Direalisasikan

Di dekatnya terdapat sebuah pintu yang mengarah pada ruang penyimpanan alat-alat musik tradisional. Menurut Usman, alat-alat musik tradisional itu didapatkan dari sumbangan beberapa wali kota yang hadir pada Rakernas Apeksi Malang tahun 2017 lalu.

“Alat musik itu (diperoleh) waktu Malang ada Apeksi. Wali kota seluruh Indonesia itu ke Malang. Kita surati untuk bawa alat tradisional itu. Untung kok mau. Jadi, ya baris gitu bawa alat (musik) tradisional,” papar Usman diiringi gelak tawa.

Ruangan alat musik tradisional di Museum Musik Indonesia. Foto/Fitrothul M.
Ruangan alat musik tradisional di Museum Musik Indonesia. Foto/Fitrothul M.

Beranjak dari ruangan alat musik tradisional menuju ruangan utama museum, pandangan langsung disambut rak-rak berisi berbagai macam koleksi museum.

Beberapa alat musik turut mejeng di sekeliling dinding berkawan potret musisi-musisi legenda. Tak hanya itu, di bagian sudut, terdapat pula satu set alat musik band hibah dari Menparekraf yang dapat pengunjung coba mainkan.

Alat musik band dan foto-foto musisi.
Alat musik band dan foto-foto musisi. Foto/Fitrothul M

Usman lekas menawari pengunjung mencoba sensasi mendengarkan musik menggunakan piringan hitam. MMI mempunyai banyak koleksi piringan hitam yang dapat dipilih pengunjung yang kemudian diputar pada alat pemutar piringan hitam.

Terdapat berbagai pilihan album piringan hitam, mulai dari musisi dalam negeri, seperti Iwan Fals, hingga musisi asal berbagai penjuru dunia (Eropa, Amerika, Afrika, dan banyak lagi).

Museum ini merupakan rumah bagi lebih dari 40.000 koleksi mulai dari kaset, CD, piringan hitam, alat musik, majalah musik, ensiklopedia musik, hingga kostum manggung beberapa musisi.

Pengunjung dapat bebas membaca koleksi majalah serta buku-buku yang tersedia. Sembari memilih piringan hitam, Usman menjelaskan kegiatan-kegiatan yang ada di MMI. Salah satunya adalah kegiatan mencuci piringan hitam yang terbuka untuk umum.

“Udah sepuluh-an kali (mencuci piringan hitam). Di Ijen, di Gedung Kesenian Gajayana. Terbuka untuk umum dan kebanyakan mahasiswa yang bantu-bantu,” papar Usman.

Namun, semenjak Pandemi COVID-19, kegiatan pencucian piring hitam ini belum diadakan kembali. Lebih lanjut, penjaga museum ini menceritakan kembali hidupnya beberapa produsen piringan hitam di Indonesia,

“Dulu paling mahal ya ini, piringan hitam Indonesia, karena tidak diproduksi lagi. Kalau di negara sono, masih diproduksi semua, The Beatles itu masih diproduksi,” katanya.

Koleksi-koleksi Museum Musik Indonesia merupakan hasil sumbangan dari banyak pihak. Dari penjelasan Usman, penyumbang koleksi hanya tinggal memaketkan saja sumbangan mereka. Namun, ada pula musisi yang menyumbangkan karya mereka dengan datang langsung ke MMI.

“Ada yang dari artis sendiri itu, piringan hitam ada. Yang datang ada artis-artis zaman dulu, artis Itali,” jelas penjaga museum tersebut.

Masuk ke museum ini, pengunjung tidak hanya menemukan ruang fisik, tetapi juga memasuki dunia yang kaya akan kreativitas, keindahan, dan warisan budaya yang tak ternilai harganya.

 

Baca Juga Berita tugumalang.id di Google News

Penulis: Fitrothul Mukaromah (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: kota malangmmimuseum MalangMuseum Musik Indonesiasejarah musik IndonesiaWisata Malangwisata sejarah malang

Related Posts

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Salah satu pelayan di toko Kopi Abah Pasar Klojen.

Toko Kopi Abah, Kedai di Pasar Klojen yang Sediakan Kopi Khas Turkiye

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.