Kamis, Juli 9, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Gagal Terealisasi di Kota Batu, Museum HAM Munir akan Dibangun di Fakultas Hukum UB

Redaksi by Redaksi
September 29, 2023 2:58 pm
in News
museum ham munir

Ketua Yayasan MHM Suciwati dalam konferensi pers pemutusan kerjasama dengan Pemkot Batu soal penyelenggaraan Museum HAM Munir di Kota Batu, Rabu (27/9/2023). Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu,Tugumalang.id – Pembangunan Museum HAM yang direncanakan ada di Kota Batu, Jawa Timur gagal terealisasi. Pasalnya, Yayasan Museum HAM Munir (MHM) resmi mengakhiri kerjasama dengan Pemkot Batu terkait penyelenggaraannya karena dinilai tidak serius.

Sebagai gantinya, Museum HAM ini rencana akan dibangun di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang. Munir Said bin Abi Thalib sendiri memang merupakan alumni FH UB sebelum aktif membela penegakan HAM sepanjang hidupnya.

READ ALSO

Empat Spesies Baru Kumbang Ditemukan di UB Forest Jawa Timur, Satu Diabadikan dengan Nama Brawijaya

Kelompok Homoseksual Sumbang Kasus HIV Baru di Kota Batu Tahun 2026

Bahkan, Munir pernah menjadi Ketua Senat FH UB dan menghabiskan waktunya di sana untuk belajar. Menurut Ketua Yayasan MHM Suciwati, tempat yang akan digunakan nanti akan dinamakan Ballroom Munir.

“Ballroom Munir ini dulunya adalah kantor Senat FH UB. Dulu, Munir juga merupakan Ketua Senat. Jadi, saya kira nafas perjuangan Munir juga masih lekat di sini,” ungkap istri mendiang Munir tersebut.

Baca Juga: Banyak Kejanggalan, Museum HAM Omah Munir di Kota Batu Gagal Direalisasikan

Saat ini, lanjut Suciwati, gagasan ini masih dalam tahap kurasi. Ia berharap gagasan ini bisa terwujud dalam waktu dekat. Artinya, Museum HAM atau Omah Munir yang ada di Desa Sidomulyo, Kota Batu juga tidak akan beroperasi lagi.

Mengingat barang-barang di Omah Munir sudah diboyong terlebih dulu ke Museum HAM Munir yang ada di Kelurahan Sisir. Namun karena proses kerjasamanya mandek, barang-barang peninggalan mendiang Munir nanti akan dipindahkan ke FH UB.

Kepindahan Museum HAM di FH UB kata dia tidak akan berpengaruh terhadap konsistensi yayasan untuk menyebarluaskan pendidikan HAM. Menurut dia, justru di FH UB, atmosfir pendidikan HAM jauh akan lebih efektif.

“Justru di sini saya kira pendidikan HAM ini akan berjalan efektif. Akses pengunjung untuk ke sini juga mudah dan bagus,” ujarnya.

Seperti diketahui, batalnya kerja sama antar Yayasan MHM dan Pemkot Batu dilatarbelakangi sejumlah faktor karena Pemkot Batu dinilai tidak memiliki visi misi yang selaras dengan penegakan HAM. Yayasan MHM juga menilai banyak ditemui inkonsistensi secara birokrasi.

Bagi Suciwati, hal-hal substantif seperti itu sangat riskan bagi pertanggungjawaban publik lembaga penegak HAM seperti Yayasan MHM. Lagipula, Suciwati menilai Pemkot Batu tidak punya niatan untuk terlibat dalam upaya pemajuan edukasi HAM ini.

“Dari sekian banyak inkonsistesi yang kita temui itulah, kami memutuskan mengakhiri kerja sama ini. Kami punya tanggung jawab publik yang besar jika terlibat di museum itu,” tegasnya.

Suciwati menambahkan dengan pengakhiran kerja sama ini, gedung yang semula dinamai Museum HAM Munir diimbau nantinya tidak menggunakan nama ‘Munir’. Nama ‘Munir; sendiri adalah milik masyarakat.

“Jika masih memaksakan pakai nama Munir, kami dari Yayasan MHM tidak bertanggung jawab atas semua penggunaan, penyelenggaraan maupun anggaran di gedung tersebut. Kami sudah resmi tidak terlibat apapun di sana,” tegasnya.

Seperti diketahui, Museum tersebut dibangun di atas lahan milik Pemkot Batu seluas 2.200 meter persegi di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu dengan nilai anggaran Rp 8,2 miliar dari APBD Provinsi Jatim itu belum beroperasi hingga kini. Saat ini, dinas pengelolanya adalah Dinas Pariwisata.

Sebagai informasi, Munir Said Thalib merupakan aktivis HAM kelahiran Malang, 8 Desember 1965 yang bersuara lantang memperjuangkan HAM di Indonesia. Dia menjadi korban pembunuhan saat penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda pada 2004 silam.

Dalam jejaknya, Munir pernah memperjuangkan keluarga korban pelanggaran HAM pada Tragedi Tanjung Priok 1984 yang menewaskan 24 demonstran akibat tindakan aparat keamanan yang membubarkan demonstran.

Selain itu, Munir juga pernah melakukan investigasi terhadap pelanggaran HAM pada kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah serta menyuarakan kasus penculikan yang mengakibatkan 13 aktivis hilang pada 1997-1998.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

reporter: ulul azmy
editor: jatmiko

Tags: Fakultas Hukum UBFH UBMuseum HAM Munirpemkot batuYayasan MHM

Related Posts

Empat Spesies Baru Kumbang Ditemukan di UB Forest Jawa Timur, Satu Diabadikan dengan Nama Brawijaya
News

Empat Spesies Baru Kumbang Ditemukan di UB Forest Jawa Timur, Satu Diabadikan dengan Nama Brawijaya

Kamis, 9 Jul 2026
1465a067 D08c 420d 9740 857d4b6871c6
News

Kelompok Homoseksual Sumbang Kasus HIV Baru di Kota Batu Tahun 2026

Kamis, 9 Jul 2026
BPBD Kabupaten Malang Siap Hadapi Kemungkinan Erupsi Gunung Kelud
News

BPBD Kabupaten Malang Siap Hadapi Kemungkinan Erupsi Gunung Kelud

Kamis, 9 Jul 2026
PJT I Gaungkan Edukasi Penyelamatan Sumber Daya Air Lewat Selorejo Run Challenge 2026, Catat Jadwalnya!
News

PJT I Gaungkan Edukasi Penyelamatan Sumber Daya Air Lewat Selorejo Run Challenge 2026, Catat Jadwalnya!

Kamis, 9 Jul 2026
Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral yang Penting
News

Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral yang Penting

Kamis, 9 Jul 2026
Kebakaran Rumah di Pakisaji Malang Diduga Berawal dari Anak Bermain Korek
News

Kebakaran Rumah di Pakisaji Malang Diduga Berawal dari Anak Bermain Korek

Kamis, 9 Jul 2026
Next Post
Cegah Macet, Perluasan Ruas Jalan Brosem Mulai Digarap

Cegah Macet, Perluasan Ruas Jalan Brosem Mulai Digarap

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.