Selasa, September 8, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Banyak Kejanggalan, Museum HAM Omah Munir di Kota Batu Gagal Direalisasikan

Yayasan MHM Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Pemkot Batu

Redaksi by Redaksi
September 27, 2023 4:04 pm
in News
Ketua Yayasan MHM Suciwati dalam konferensi pers pemutusan kerjasama dengan Pemkot Batu soal penyelenggaraan Museum HAM Munir di Kota Batu, Rabu (27/9/2023)

Ketua Yayasan MHM Suciwati dalam konferensi pers pemutusan kerjasama dengan Pemkot Batu soal penyelenggaraan Museum HAM Munir di Kota Batu, Rabu (27/9/2023). Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Yayasan Museum HAM Omah Munir (MHM) mengakhiri kerja sama dengan Pemkot Batu terkait penyelenggaraan Museum HAM yang dibangun di Kota Batu. Artinya, Museum HAM Omah Munir yang rencana akan segera dioperasikan itu terancam gagal terealisasi.

Keputusan ini didasarkan dari banyak ditemuinya inkonsistensi, kejanggalan dan itikad tidak baik yang ditemui sejak disepakatinya perjanjian kerja sama pengelolaan Museum HAM bersama Pemkot Batu per 28 November 2022.

READ ALSO

Batu Shining Orchid Week 2026 Resmi Dibuka, Pameran Anggrek Nasional di Kota Batu

Kasus Munir 22 Tahun Tak Tuntas, Aktivis Gelar Ziarah di Kota Batu

Ketua Yayasan MHM, Suciwati, menuturkan sejak PKS itu terjadi, tidak ada langkah konkret dari Pemkot Batu yang dilakukan merujuk dari isi Perjanjian Kerja Sama tersebut.

Baca Juga: Operasional Museum HAM Omah Munir Molor, Yayasan: Kami Butuh Kepastian

Alih-alih merealisasikan sistem tata kelola yang baik, Pemkot Batu menurut istri mendiang Munir justru mendapati pengadaan-pengadaan barang yang tidak sesuai peruntukan pemajuan pendidikan HAM.

Terlebih, pengadaan barang tersebut tidak melalui pemberitahuan dan koordinasi dengan Yayasan MHM. Begitu juga saat dimintai tanggung jawab, kata Suciwati, pihak Pemkot Batu diduga tidak transparan.

”Misal dari pengajuan anggaran kita membangun wahana edukasi anak yang semula hanya Rp 1,5 miliar, tapi oleh mereka ditulis Rp13 miliar. Belum lagi transparansi catatan belanja yang tidak jelas, juga banyak kami temui,” terang Suciwati dalam konferensi persnya di UB Malang.

Baca Juga: Molor Lagi, Yayasan Museum Omah Munir Somasi Pemkot Batu

Bagi Suciwati, hal-hal seperti itu sangat riskan bagi pertanggungjawban publik lembaga penegak HAM seperti Yayasan MHM. Lagi pula, Suciwati menilai Pemkot Batu tidak punya niatan untuk terlibat dalam upaya pemajuan edukasi HAM ini.

“Dari sekian banyak inkonsistesi yang kita temui itulah, kami memutuskan mengakhiri kerja sama ini. Kami punya tanggung jawab publik yang besar jika terlibat di museum itu,” tegasnya.

Sejauh ini, berbagai langkah telah dilakukan oleh Yayasan MHM, termasuk mengajukan surat somasi sebanyak 2 kali sejak Februari 2023. Namun, tindak lanjut itu baru direspons pada September 2023 ini. Itu pun, kata dia masih sebatas membicarakan dana.

“Kami menilai Pemkot Batu tidak punya itikad baik, ditambah dengan banyak inkonsistensi yang kami temui. Dari pada kami berurusan dengan hal-hal yang urusannya substantif, kami putuskan untuk sekalian mengakhiri kerja sama ini,” ujarnya.

Imbau Tidak Pakai Nama Munir untuk Gedung

Suciwati menambahkan dengan pengakhiran kerja sama ini, gedung yang semula dinamai Museum HAM Munir diimbau nantinya tidak menggunakan nama ‘Munir’. Nama ‘Munir’ sendiri adalah milik masyarakat.

“Jika masih memaksakan pakai nama Munir, kami dari Yayasan MHM tidak bertanggung jawab atas semua penggunaan, penyelenggaraan maupun anggaran di gedung tersebut. Kami sudah resmi tidak terlibat apapun di sana,” tegasnya.

Seperti diketahui, Museum tersebut dibangun di atas lahan milik Pemkot Batu seluas 2.200 meter persegi di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu dengan nilai anggaran Rp8,2 miliar dari APBD Provinsi Jatim itu belum beroperasi hingga kini. Saat ini, dinas pengelolanya adalah Dinas Pariwisata.

Sebagai informasi, Munir Said Thalib merupakan aktivis HAM kelahiran Malang, 8 Desember 1965 yang bersuara lantang memperjuangkan HAM di Indonesia. Dia menjadi korban pembunuhan saat penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda pada 2004 silam.

Dalam jejaknya, Munir pernah memperjuangkan keluarga korban pelanggaran HAM pada Tragedi Tanjung Priok 1984 yang menewaskan 24 demonstran akibat tindakan aparat keamanan yang membubarkan demonstran.

Selain itu, Munir juga pernah melakukan investigasi terhadap pelanggaran HAM pada kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah serta menyuarakan kasus penculikan yang mengakibatkan 13 aktivis hilang pada 1997-1998.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: kota batuMuseum Hamomah munirpemkot batuSuciwati

Related Posts

Batu Shining Orchid Week 2026 Resmi Dibuka, Pameran Anggrek Nasional di Kota Batu
News

Batu Shining Orchid Week 2026 Resmi Dibuka, Pameran Anggrek Nasional di Kota Batu

Selasa, 8 Sep 2026
Kasus Munir 22 Tahun Tak Tuntas, Aktivis Gelar Ziarah di Kota Batu
News

Kasus Munir 22 Tahun Tak Tuntas, Aktivis Gelar Ziarah di Kota Batu

Senin, 7 Sep 2026
DPRD Kota Malang Tegaskan Tak Pernah Hentikan Program MBG
News

DPRD Kota Malang Tegaskan Tak Pernah Hentikan Program MBG

Senin, 7 Sep 2026
MBG Kota Malang Tetap Berjalan, Wahyu Bantah Isu Dihentikan DPRD
News

MBG Kota Malang Tetap Berjalan, Wahyu Bantah Isu Dihentikan DPRD

Senin, 7 Sep 2026
Catat! Jadwal Layanan SIM Keliling Kota Bulan September 2026
News

Catat! Jadwal Layanan SIM Keliling Kota Bulan September 2026

Senin, 7 Sep 2026
Pemkab Malang Siapkan 100 Test Kit Keamanan Pangan untuk Pengawasan MBG
News

Pemkab Malang Siapkan 100 Test Kit Keamanan Pangan untuk Pengawasan MBG

Senin, 7 Sep 2026
Next Post
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kesiapan truk eskavator untuk normalisasi sungai.

Gubernur Jatim Gercep Cegah Potensi Banjir dan Dampak El Nino di Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siapa yang Berhak Disebut NU?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.