Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Banyak Kejanggalan, Museum HAM Omah Munir di Kota Batu Gagal Direalisasikan

Yayasan MHM Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Pemkot Batu

Redaksi by Redaksi
September 27, 2023 4:04 pm
in News
Ketua Yayasan MHM Suciwati dalam konferensi pers pemutusan kerjasama dengan Pemkot Batu soal penyelenggaraan Museum HAM Munir di Kota Batu, Rabu (27/9/2023)

Ketua Yayasan MHM Suciwati dalam konferensi pers pemutusan kerjasama dengan Pemkot Batu soal penyelenggaraan Museum HAM Munir di Kota Batu, Rabu (27/9/2023). Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Yayasan Museum HAM Omah Munir (MHM) mengakhiri kerja sama dengan Pemkot Batu terkait penyelenggaraan Museum HAM yang dibangun di Kota Batu. Artinya, Museum HAM Omah Munir yang rencana akan segera dioperasikan itu terancam gagal terealisasi.

Keputusan ini didasarkan dari banyak ditemuinya inkonsistensi, kejanggalan dan itikad tidak baik yang ditemui sejak disepakatinya perjanjian kerja sama pengelolaan Museum HAM bersama Pemkot Batu per 28 November 2022.

READ ALSO

Prakiraan Cuaca Kota Malang Rabu 3 Juni 2026: Merata Udara Kabur

Kasus Dugaan Penganiayaan dan Perusakan di Pantai Wediawu Malang Berakhir Damai

Ketua Yayasan MHM, Suciwati, menuturkan sejak PKS itu terjadi, tidak ada langkah konkret dari Pemkot Batu yang dilakukan merujuk dari isi Perjanjian Kerja Sama tersebut.

Baca Juga: Operasional Museum HAM Omah Munir Molor, Yayasan: Kami Butuh Kepastian

Alih-alih merealisasikan sistem tata kelola yang baik, Pemkot Batu menurut istri mendiang Munir justru mendapati pengadaan-pengadaan barang yang tidak sesuai peruntukan pemajuan pendidikan HAM.

Terlebih, pengadaan barang tersebut tidak melalui pemberitahuan dan koordinasi dengan Yayasan MHM. Begitu juga saat dimintai tanggung jawab, kata Suciwati, pihak Pemkot Batu diduga tidak transparan.

”Misal dari pengajuan anggaran kita membangun wahana edukasi anak yang semula hanya Rp 1,5 miliar, tapi oleh mereka ditulis Rp13 miliar. Belum lagi transparansi catatan belanja yang tidak jelas, juga banyak kami temui,” terang Suciwati dalam konferensi persnya di UB Malang.

Baca Juga: Molor Lagi, Yayasan Museum Omah Munir Somasi Pemkot Batu

Bagi Suciwati, hal-hal seperti itu sangat riskan bagi pertanggungjawban publik lembaga penegak HAM seperti Yayasan MHM. Lagi pula, Suciwati menilai Pemkot Batu tidak punya niatan untuk terlibat dalam upaya pemajuan edukasi HAM ini.

“Dari sekian banyak inkonsistesi yang kita temui itulah, kami memutuskan mengakhiri kerja sama ini. Kami punya tanggung jawab publik yang besar jika terlibat di museum itu,” tegasnya.

Sejauh ini, berbagai langkah telah dilakukan oleh Yayasan MHM, termasuk mengajukan surat somasi sebanyak 2 kali sejak Februari 2023. Namun, tindak lanjut itu baru direspons pada September 2023 ini. Itu pun, kata dia masih sebatas membicarakan dana.

“Kami menilai Pemkot Batu tidak punya itikad baik, ditambah dengan banyak inkonsistensi yang kami temui. Dari pada kami berurusan dengan hal-hal yang urusannya substantif, kami putuskan untuk sekalian mengakhiri kerja sama ini,” ujarnya.

Imbau Tidak Pakai Nama Munir untuk Gedung

Suciwati menambahkan dengan pengakhiran kerja sama ini, gedung yang semula dinamai Museum HAM Munir diimbau nantinya tidak menggunakan nama ‘Munir’. Nama ‘Munir’ sendiri adalah milik masyarakat.

“Jika masih memaksakan pakai nama Munir, kami dari Yayasan MHM tidak bertanggung jawab atas semua penggunaan, penyelenggaraan maupun anggaran di gedung tersebut. Kami sudah resmi tidak terlibat apapun di sana,” tegasnya.

Seperti diketahui, Museum tersebut dibangun di atas lahan milik Pemkot Batu seluas 2.200 meter persegi di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu dengan nilai anggaran Rp8,2 miliar dari APBD Provinsi Jatim itu belum beroperasi hingga kini. Saat ini, dinas pengelolanya adalah Dinas Pariwisata.

Sebagai informasi, Munir Said Thalib merupakan aktivis HAM kelahiran Malang, 8 Desember 1965 yang bersuara lantang memperjuangkan HAM di Indonesia. Dia menjadi korban pembunuhan saat penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda pada 2004 silam.

Dalam jejaknya, Munir pernah memperjuangkan keluarga korban pelanggaran HAM pada Tragedi Tanjung Priok 1984 yang menewaskan 24 demonstran akibat tindakan aparat keamanan yang membubarkan demonstran.

Selain itu, Munir juga pernah melakukan investigasi terhadap pelanggaran HAM pada kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah serta menyuarakan kasus penculikan yang mengakibatkan 13 aktivis hilang pada 1997-1998.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: kota batuMuseum Hamomah munirpemkot batuSuciwati

Related Posts

Prakiraan cuaca Kota Malang
News

Prakiraan Cuaca Kota Malang Rabu 3 Juni 2026: Merata Udara Kabur

Rabu, 3 Jun 2026
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi saat memberi keterangan pada media. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

Kasus Dugaan Penganiayaan dan Perusakan di Pantai Wediawu Malang Berakhir Damai

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi karhutla di Kota Batu. Foto: BPBD Kota Batu
News

Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan

Selasa, 2 Jun 2026
Candi Kidal
News

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
KEmarau panjang
News

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Senin, 1 Jun 2026
Gus IQdam
News

Gus Iqdam Bakal Isi Pengajian di Stadion Gajayana Kota Malang Peringati Hari Bhayangkara

Senin, 1 Jun 2026
Next Post
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kesiapan truk eskavator untuk normalisasi sungai.

Gubernur Jatim Gercep Cegah Potensi Banjir dan Dampak El Nino di Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.