Tugumalang.id – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang, melalui ketuanya, Ahmad Fuad Rahman, menyikapi konflik berkepanjangan antara Bapak Muhammad Imam Muslimin (Yai Mim) dan Ibu Sahara yang telah menjadi perhatian publik luas.
FPK mendesak agar kedua pihak segera mengambil langkah damai dan menyelesaikan perselisihan mereka demi memulihkan suasana Malang yang nyaman dan santai serta kondusif bagi seluruh warganya.
Baca Juga: Kronologi Konflik Yai Mim vs Sahara: Bermula Masalah Parkir Kendaraan Berujung Diusir Warga
Konflik tetangga yang berlarut-larut dan viral di media sosial ini dinilai telah mengganggu iklim kerukunan yang selama ini dijunjung tinggi di Kota Malang, yang merupakan rumah bagi beragam suku dan latar belakang.
”Malang adalah kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan. Perluasan konflik pribadi menjadi konsumsi publik yang terus-menerus memanaskan suasana jelas tidak sejalan dengan semangat Pembauran Kebangsaan,” ujar Ahmad Fuad Rahman.
Baca Juga: Kunci Kesuksesan Menurut Rektor Unisma, Prof Junaidi Mistar, Anak Desa yang Berhasil Memimpin Kampus NU Terbesar di Dunia
Seruan FPK: Utamakan Dialog dan Kedepankan Semangat Tetangga
Ahmad Fuad Rahman menegaskan bahwa FPK siap mendukung segala upaya mediasi yang bertujuan mengakhiri perselisihan ini. Beliau menekankan pentingnya kedua belah pihak untuk:
1. Mengambil jeda dan menahan diri, lalu menghentikan segala bentuk komunikasi publik, unggahan, atau tindakan yang dapat memperkeruh suasana dan memperpanas emosi.
2. Menerima mediasi secara jujur dan terbuka. Mengikuti proses mediasi yang difasilitasi oleh pihak berwenang atau tokoh masyarakat netral dengan tujuan mencapai kesepakatan damai yang permanen.
3. Mengembalikan norma bertetangga. Mengingat kembali bahwa hidup rukun adalah kewajiban sosial. Setiap masalah harus diselesaikan di meja perundingan, bukan di ruang publik yang hanya akan menimbulkan kerugian di kedua belah pihak dan masyarakat.
”Kami sebagai Forum Pembauran Kebangsaan berharap Yai Mim dan Ibu Sahara dapat menunjukkan kedewasaan dan kearifan dalam bersikap. Selesaikan persoalan ini secara internal dan bermartabat, tunjukkan pada Indonesia bahwa Malang mampu menyelesaikan masalahnya dengan damai,” tambah Fuad.
FPK berharap agar seluruh warga Malang dapat terus menjaga suasana kondusif dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang, serta mendukung upaya perdamaian yang sedang diusahakan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M sholeh
Editor: Herlianto. A





























