Munich, Tugumalang.id- Bandara Internasional Munich, Jerman, sempat ditutup selama beberapa jam pada Kamis (2/10) malam waktu setempat setelah muncul laporan penampakan sejumlah pesawat tanpa awak atau drone di area sekitar bandara dan lokasi militer terdekat.
Otoritas penerbangan Jerman membatasi operasional penerbangan sebelum akhirnya menutup sepenuhnya bandara tersibuk kedua di negara itu. Penutupan ini menyebabkan 17 penerbangan gagal lepas landas dan berdampak pada sekitar 3.000 penumpang. Sementara itu, 15 penerbangan yang tiba dialihkan ke bandara lain di Jerman dan Austria.
Baca juga: Regulasi Drone: Amerika Transparan, Indonesia Masih Tertutup
“Operasional bandara kembali normal pada pukul 05.00 pagi hari Jumat. Penumpang yang terdampak akan dijadwalkan ulang,” kata pihak Bandara Munich dalam keterangan resminya, dikutip dari Financial Times.
Drone Melintas di Area Militer
Kementerian Pertahanan Jerman mengonfirmasi bahwa drone juga terdeteksi di atas area militer Erding, sekitar 12 kilometer dari Bandara Munich. Lokasi tersebut merupakan bekas pangkalan udara yang kini digunakan oleh Bundeswehr untuk pengujian drone.
Polisi Jerman telah meluncurkan operasi pencarian besar-besaran setelah penampakan pertama terjadi. Namun, hingga kini pelaku belum berhasil diidentifikasi.
Seruan Tindakan Tegas dari Pemerintah Bavaria
Menanggapi insiden ini, Perdana Menteri Bavaria Markus Söder mendesak agar aparat keamanan diberi kewenangan untuk menembak jatuh drone liar.
“Kita membutuhkan perlindungan yang efektif untuk seluruh infrastruktur dan fasilitas militer kita,” ujar Söder kepada surat kabar Bild.
Penampakan Drone Meluas ke Belgia dan Denmark
Komisi Eropa menyatakan insiden serupa juga terjadi di Belgia, setelah media lokal melaporkan penyelidikan atas 15 drone yang terbang di atas pangkalan militer dekat perbatasan Jerman.
“Dua negara anggota telah menjadi sasaran,” kata juru bicara Komisi Eropa, mengacu pada Belgia dan Jerman.
Kementerian Pertahanan Belgia belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait laporan tersebut.
Sementara itu, Denmark mengalami serangan drone dalam beberapa pekan terakhir. Bandara Kopenhagen sempat ditutup selama beberapa jam setelah sejumlah drone tak dikenal terdeteksi. Beberapa hari kemudian, empat bandara regional lainnya — termasuk dua milik militer — juga melaporkan insiden serupa.
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menuding Rusia berada di balik serangkaian pelanggaran udara tersebut.
“Musuh utama Eropa adalah Rusia. Mereka berusaha mendestabilisasi kawasan,” kata Frederiksen.
Ketegangan di Langit Eropa
Insiden di Munich terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Eropa. Pekan lalu, Prancis menahan seorang kapten kapal tanker minyak yang diduga menjadi bagian dari “armada bayangan” Rusia, yang digunakan untuk menghindari sanksi energi Barat sejak invasi ke Ukraina pada 2022.
Jerman juga melaporkan penampakan drone di wilayah Schleswig-Holstein, yang berbatasan langsung dengan Denmark.
Penutupan sementara Bandara Munich turut menambah kekacauan di kota tersebut. Sehari sebelumnya, festival Oktoberfest sempat ditutup selama beberapa jam akibat ancaman bom.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
sumber: financial times
redaktur: jatmiko





























