Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Internasional

Dulu Sahabat, Kini Saling Serang: Sejarah Hubungan Iran, Amerika dan Israel

Redaksi by Redaksi
Maret 3, 2026 7:43 pm
in Internasional
Bendera Iran, Amerika, dan Israel (Foto: Dado Ruvic/ Reuters)

Bendera Iran, Amerika, dan Israel (Foto: Dado Ruvic/ Reuters)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Hubungan Iran dan Amerika-Israel tidak selalu dipenuhi ketegangan seperti hari ini. Ada masa ketika ketiganya berada di sisi yang sama dan berbagi kepentingan strategis yang kuat.

Namun, seiring pergeseran ideologi dan kepemimpinan, persahabatan itu berubah menjadi pertarungan geopolitik panas di dunia.

READ ALSO

Acoustic Kitty, Saat CIA Jadikan Kucing sebagai Mata-mata di Era Perang Dingin

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini 10 Fakta Menariknya

Bagaimana sejarah hubungan Iran Amerika Israel bertransformasi dari kawan menjadi lawan? Berikut ulasan lengkapnya.

1953

Titik balik sejarah hubungan Iran Amerika Israel dimulai pada 19 Agustus 1953, ketika Perdana Menteri Mohammad Mossadegh digulingkan melalui operasi yang didukung CIA dan Inggris. Pasca-insiden tersebut, Shah Mohammad Reza Pahlavi mempererat kedekatan Iran dengan Barat.

Baca Juga: PBNU Instruksikan Qunut Nazilah di Seluruh Indonesia Pasca AS-Israel Serang Iran

Sepanjang dekade 1950-an hingga 1970-an, Iran menjadi pilar utama kepentingan Washington di Timur Tengah. Di periode yang sama, Iran dan Israel menjalin kerja sama rahasia namun intens di bidang intelijen serta energi. Saat itu, ketiganya adalah sekutu yang solid.

1979

Gejolak besar terjadi pada 1979 saat rakyat Iran menggulingkan Shah Pahlavi. Sentimen anti-Amerika memuncak pada 4 November 1979, ketika massa menduduki Kedutaan Besar AS di Teheran dan menyandera 52 warga Amerika selama 444 hari.

Akibat krisis ini, hubungan diplomatik Iran-AS terputus total. Di bawah kepemimpinan Ayatollah Ruhollah Khomeini, Iran mendeklarasikan diri sebagai Republik Islam dengan haluan politik anti-Barat dan anti-Zionis yang keras.

1981 – 1996

Pada Januari 1981, Presiden Ronald Reagan menandatangani Perjanjian Aljazair untuk mengakhiri krisis sandera dan membebaskan 52 warga Amerika setelah 444 hari ditahan.

Dua tahun kemudian, terjadi Pengeboman barak militer AS di Lebanon yang dituduhkan kepada kelompok ekstremis yang didukung Iran.

Baca Juga: Warisan Abadi: Kata Menenangkan Hati dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei

Pada 1988, Iran mencoba menyerang kapal Amerika di Selat Hormuz namun gagal. AS membalas dengan menghancurkan dua anjungan minyak Iran dan menenggelamkan kapal Iran. Kapal perang AS juga secara tragis menembak jatuh pesawat komersial Iran Air yang diklaim sebagai salah identifikasi.

AS kemudian memperketat sanksi terhadap Iran pada 1992 dengan melarang transfer barang dan teknologi yang berpotensi mendukung pengembangan senjata.

Pada khirnya sanksi diperluas menjadi larangan total perdagangan dan pembatasan besar terhadap investasi, termasuk bagi perusahaan non-Amerika pada 1995 – 1996.

2000–2019

Memasuki tahun 2000-an program nuklir Iran menjadi pusat perhatian dunia. Pada 2002, Presiden George W. Bush memasukkan Iran dalam daftar “Axis of Evil”. Meski Iran bersikeras program tersebut untuk energi damai, sanksi internasional terus menjerat.

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad sempat mengirim surat kepada George W. Bush di tahun 2006 untuk meredakan ketegangan. Namun surat itu tidak pernah dibalas.

Harapan sempat muncul saat kesepakatan JCPOA ditandatangani pada 2015 di era Obama. Namun, stabilitas ini hancur pada 2018 ketika Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian dan menerapkan kebijakan “tekanan maksimum”, langkah yang didukung penuh oleh Israel.

AS juga menetapkan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebagai organisasi teroris asing. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut keputusan itu dan mengklaimnya sesuai permintaan Israel.

2020

3 Januari 2020, Jenderal Qasem Soleimani tewas dalam serangan rudal AS di Baghdad atas perintah Presiden Donald Trump. Trump menyebut langkah itu untuk mencegah perang.

Iran membalas dengan menembakkan rudal ke pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS, menyebabkan sekitar 100 tentara Amerika mengalami cedera otak traumatis.

November 2020, ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh tewas dalam serangan. Dalam penyelidikan, tiga dari delapan tersangka diduga mata-mata Israel, dan AS juga disebut terlibat.

Setelah itu, Iran meningkatkan pengayaan uranium hingga 60 persen dan mengancam mengusir inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

2021 – 2023

Presiden AS berganti ke Joe Biden yang menyatakan kesiapan kembali ke perjanjian nuklir. Presiden baru Iran, Ebrahim Raisi, juga setuju membatasi pengayaan uranium, tetapi menuntut pencabutan lebih dari 1.500 sanksi AS dan tetap mempertahankan program rudal balistik.

Pada Maret 2022, AS bersama Israel, Bahrain, Mesir, Maroko, dan Uni Emirat Arab membentuk Negev Summit, yang dipandang Iran sebagai upaya isolasi.

Hamas sempat menyerang Israel dan menewaskan sekitar 1.300 orang pada 7 Oktober 2023. AS menuduh Iran mendanai dan melatih Hamas untuk melakukan serangan itu.

2024

Pada 1 April 2024, konsulat Iran di Suriah diserang. Iran menuduh Israel sebagai pelaku dan meluncurkan lebih dari 330 drone dan misil ke Israel pada 13 April 2024.

Kabar duka datang pada 31 Juli 2024, dimana pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh tewas akibat serangan rudal di Iran. Disusul oleh Hassan Nasrallah dan komandan IRGC Abbas Nil Fodusan juga tewas dalam serangan udara di Beirut.

Pada 1 Oktober 2024, Iran membalas dengan 180–200 rudal ke Israel. Israel merespons lagi dengan menyerang fasilitas pertahanan dan produksi misil Iran. Rangkaian peristiwa ini membuat konflik Iran Israel semakin terbuka dan memperumit hubungan Iran Amerika Israel.

2025

Puncak ketegangan terjadi pada Juni 2025. Israel meluncurkan Rising Lion Operation untuk menggempur fasilitas nuklir Iran. Iran membalas dengan rudal yang mampu menembus sistem Iron Dome.

Donald Trump sempat mendesak Iran untuk menyerah tanpa syarat. Iran merespon dengan memperingatkan Amerika agar tidak ikut campur. Namun pada 22 Juni 2025, Amerika Serikat menyerang tiga fasilitas nuklir Iran menggunakan penghancur bunker.

Iran membalas dengan menembakkan rudal ke pangkalan udara terbesar Amerika di Qatar. Perang singkat ini berakhir dengan gencatan senjata mendadak pada akhir Juni 2025.

2026

Pada 12 Januari 2026, Trump mengumumkan tarif 25 persen bagi negara yang berdagang dengan Iran. Tiga hari setelahnya, AS dan Iran saling ancam di Dewan Keamanan PBB. Negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Oman dilaporkan membujuk AS agar tidak menyerang Iran.

28 Januari 2026, Trump memperingatkan armada militer besar sedang menuju kawasan dan menuntut kesepakatan nuklir baru. Jika tidak, Iran akan menghadapi serangan skala besar. Dan serangan itu akhirnya datang dari israel pada 28 Februari 2026.

Sehari setelah serangan itu, pada 1 Maret 2026, pemimpin tinggi Iran dilaporkan wafat di tengah situasi yang genting. Peristiwa ini memperbesar ketidakpastian politik Iran sekaligus meningkatkan kekhawatiran Masyarakat.

Dari tahun 1953 hingga kini, sejarah hubungan Iran Amerika Israel membuktikan bahwa politik internasional sangatlah dinamis. Persahabatan erat bisa berubah menjadi konfrontasi bersenjata dalam hitungan dekade.

Apakah masa depan akan membawa diplomasi baru atau eskalasi yang lebih menghancurkan? Dunia masih menunggu jawabannya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: Amerika SerikatHubungan Iran Amerika IsraelIranisrael

Related Posts

Kucing sebagai mata-mata
Internasional

Acoustic Kitty, Saat CIA Jadikan Kucing sebagai Mata-mata di Era Perang Dingin

Selasa, 7 Apr 2026
Fakta menarik Mojtaba Khamenei
Internasional

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini 10 Fakta Menariknya

Senin, 9 Mar 2026
Potret Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Foto: Pinterest @zahra)
Internasional

Fakta-Fakta Penting Tewasnya Ali Khamenei dalam Serangan Udara di Teheran

Selasa, 3 Mar 2026
Demonstrasi massa dalam Revolusi Iran 1978–1979 yang menuntut perubahan pemerintahan. (Foto: Pinterest @Eliza Annette)
Internasional

Perjalanan Revolusi Iran 1978–1979 dan Lahirnya Republik Islam

Selasa, 3 Mar 2026
Asap hitam terlihat membumbung di kawasan perkotaan di tengah eskalasi Perang Iran–Israel. (Foto: Mahmud HAMS/ AFP)
Internasional

Fakta Serangan Amerika dan Balasan Iran serta Dampaknya

Selasa, 3 Mar 2026
Ayatollah Ali Khamenei meninggal dalam serangan militer yang
Internasional

IRNA Umumkan Ayatollah Ali Khamenei Meninggal dalam Operasi Militer AS-Israel

Minggu, 1 Mar 2026
Next Post
Potret Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Foto: Pinterest @zahra)

Fakta-Fakta Penting Tewasnya Ali Khamenei dalam Serangan Udara di Teheran

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.