Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Fasilitas Ramah Difabel di Stasiun Jatinegara, Cerita Perjalanan Jurnalis Difabel Naik KA Jayabaya (5)

Catatan perjalanan menuju pelatihan JFC Batch II 2025 mengungkap wajah baru Stasiun Jatinegara yang makin inklusif bagi penyandang disabilitas.

Redaksi by Redaksi
September 28, 2025 12:21 pm
in Ruang Cendekia
stasiun jatinegara

Penampakan Stasiun Jatinegara yang berada di Jakarta Timur. (Foto: IG @eko_wks)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

JAKARTA, Tugumalang.id – Catatan kelima saya, Dwi Lindawati, jurnalis difabel dari Tugujatim.id, bermula dari perjalanan panjang menggunakan Kereta Api (KA) Jayabaya Eksekutif jurusan Malang–Jakarta. Perjalanan selama 12 jam itu akhirnya membawa saya tiba di Stasiun Jatinegara, Jumat dini hari (29/08/2025) pukul 01.46 WIB.

Bagi penyandang disabilitas seperti saya, momen turun di stasiun besar ibu kota terasa istimewa. Sebab, di Stasiun Jatinegara saya benar-benar merasakan kemudahan dan kenyamanan berkat fasilitas lift khusus kelompok rentan, sesuatu yang belum tentu saya dapatkan di stasiun lain.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Perjalanan ini saya tempuh atas undangan dalam kegiatan perdana kick-off Pelatihan Jurnalistik JFC Batch II 2025 di Rumah Belajar TBIG, Karawaci, Tangerang. Saya menjadi salah satu dari 13 jurnalis terpilih se-Indonesia yang lolos seleksi bertahap untuk mengikuti program Journalism Fellowship on CSR 2025 ini.

Baca juga: Pengalaman Naik KA Jayabaya dari Stasiun Malang Kota Baru: Pilih Pintu Timur atau Barat?

Sekilas Sejarah Stasiun Jatinegara

Saya tidak menyangka perjalanan ini akan membawa saya ke Stasiun Jatinegara (JNG) – salah satu stasiun besar kelas A yang berada di perbatasan Jatinegara dan Matraman, Jakarta Timur.

Bangunan baru
Bangunan baru yang sudah direnovasi di Stasiun Jatinegara Jakarta yang tampak lebih modern, memberikan kenyamanan kepada para penumpang. (Foto: IG @oftopics)

Stasiun ini berdiri di ketinggian +16 meter dan termasuk dalam pengelolaan Daerah Operasi I Jakarta serta KAI Commuter. Jatinegara menjadi salah satu dari lima stasiun utama di DKI Jakarta dan merupakan titik pertemuan tiga jalur utama yang dilalui ratusan kereta setiap harinya: Pasar Senen, Manggarai, dan Cikarang.

Awalnya stasiun ini bernama Meester Cornelis, diambil dari nama seorang guru dan pengkhotbah di kawasan tersebut, Cornelis Senen. Namun, pada masa pendudukan Jepang, nama itu diubah menjadi Jatinegara yang berarti Negara Sejati, merujuk pada Pangeran Jayakarta yang mendirikan perkampungan Jatinegara Kaum setelah Keraton Sunda Kelapa dihancurkan Belanda.

Kini, Jatinegara telah bertransformasi menjadi stasiun modern dengan berbagai fasilitas baru seperti:

  • Bangunan baru bergaya futuristik minimalis dengan skybridge dan eskalator.

  • Delapan jalur kereta api dengan peruntukan berbeda.

  • Layanan lengkap untuk kereta api antarkota dan KRL Commuter Line.

Beberapa kereta yang berhenti di sini antara lain Argo Lawu (Solo), Argo Muria (Semarang), Gajayana (Malang), dan Jayabaya (Malang–Surabaya).

Baca juga: Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Ramah Difabel: Pengalaman Pertama yang Menggembirakan

Sesaat sebelum turun, saya melihat penumpang lain bersiap dengan barang bawaan masing-masing. Saya pun membawa koper biru, tote bag abu-abu, dan tas ransel kecil. Selama perjalanan, saya ditemani Arini (36), warga Jakarta yang saya temui secara kebetulan di Stasiun Gubeng Surabaya. Kami duduk bersebelahan dan berbincang sepanjang perjalanan.

Menariknya, tujuan akhir Arini seharusnya di Stasiun Pasar Senen, namun ia memutuskan turun di Jatinegara karena adanya insiden viral: seorang pengemudi ojek online diduga tertabrak kendaraan taktis saat demo di dekat Gedung DPR. Demi keamanan, keluarganya menyarankan untuk turun lebih awal.

Keputusan itu ternyata membawa hikmah. Arini tetap menemani saya hingga turun, memastikan saya aman sampai stasiun. Dan benar saja, kekhawatiran saya hilang saat melihat peron sejajar dengan pintu kereta sehingga saya tidak perlu bersusah payah turun tangga.

Porter pun sigap membantu membawa barang, dan kami diarahkan ke lift khusus difabel. “Kalau berjalan lurus, cukup jauh jalannya. Ini lift khusus difabel, Mbak,” ujar porter ramah tersebut.

Harapan untuk Stasiun Malang

Kondisi peron
Kondisi peron di Stasiun Jatinegara Jakarta yang ramah terhadap difabel. (Foto: IG @warung_tuman_bsd)

Pengalaman ini membuat saya teringat saat berangkat dari Stasiun Malang Kota Baru. Saya berharap, suatu saat nanti stasiun di kota saya juga memiliki fasilitas serupa. Meski saat ini Stasiun Malang terus berbenah, kehadiran lift khusus difabel seperti di Jatinegara akan sangat membantu penyandang disabilitas bepergian mandiri tanpa pendamping.

Fasilitas tersebut penting bagi berbagai kelompok, mulai dari pengguna kursi roda, difabel netra, hingga pengguna kruk atau alat bantu jalan lainnya.

Dijemput Tim TBIG di Tengah Malam

Setelah keluar dari lift pertama, kami masih harus berjalan sekitar 150 meter menuju lift kedua, lalu berjalan lagi sekitar 200 meter hingga keluar stasiun. Udara Jakarta dini hari terasa menyambut. Sebagian besar pedagang sudah tutup, hanya beberapa sopir taksi Bluebird yang masih setia menunggu penumpang.

Arini bahkan menolak uang yang saya berikan karena telah lebih dulu membayar porter. Tak lama, dua kerabatnya menjemput, tetapi ia tetap menemani saya hingga bertemu Revfath Rizqon, perwakilan tim TBIG yang menjemput saya untuk menuju penginapan di Hotel Olive, Karawaci.

Perjalanan 40 menit membawa saya sampai di hotel pukul 03.00 WIB, menutup perjalanan panjang penuh makna ini.

Tentang JFC Batch II 2025

Program Journalism Fellowship on CSR (JFC) 2025 Batch II adalah hasil kolaborasi Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Program ini bertujuan menguatkan peran jurnalis dalam menyebarkan semangat kebaikan melalui pemberitaan CSR.

Direktur GWPP Nurcholis MA Basyari menjelaskan, isu CSR menjadi bagian penting dalam pelatihan ini karena sejalan dengan misi TBIG: “Bersama untuk Indonesia.” Kick-off JFC Batch II berlangsung di Rumah Belajar TBIG, Tangerang, Jumat (29/08/2025), dan akan berlangsung hingga 8 Oktober 2025 dengan melibatkan 13 jurnalis dari seluruh Indonesia.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Dwi Lindawati (tugujatim.id)
redaktur: jatmiko

 

 

Tags: CSRfasilitas ramah difabeljakartaJournalism Fellowshipjurnalis difabelKA Jayabayakaikereta api antarkotamalangpelatihan JFC 2025perjalanan keretaStasiun Jatinegaratbigtransportasi inklusif

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Tim Halal Center UIN Malang

Gandeng Industri, Halal Center UIN Malang Dorong Sertifikasi Halal di Industri Minuman Lewat Pelatihan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.