Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Fasilitas Ramah Difabel di Stasiun Jatinegara, Cerita Perjalanan Jurnalis Difabel Naik KA Jayabaya (5)

Catatan perjalanan menuju pelatihan JFC Batch II 2025 mengungkap wajah baru Stasiun Jatinegara yang makin inklusif bagi penyandang disabilitas.

Redaksi by Redaksi
September 28, 2025 12:21 pm
in Catatan
stasiun jatinegara

Penampakan Stasiun Jatinegara yang berada di Jakarta Timur. (Foto: IG @eko_wks)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

JAKARTA, Tugumalang.id – Catatan kelima saya, Dwi Lindawati, jurnalis difabel dari Tugujatim.id, bermula dari perjalanan panjang menggunakan Kereta Api (KA) Jayabaya Eksekutif jurusan Malang–Jakarta. Perjalanan selama 12 jam itu akhirnya membawa saya tiba di Stasiun Jatinegara, Jumat dini hari (29/08/2025) pukul 01.46 WIB.

Bagi penyandang disabilitas seperti saya, momen turun di stasiun besar ibu kota terasa istimewa. Sebab, di Stasiun Jatinegara saya benar-benar merasakan kemudahan dan kenyamanan berkat fasilitas lift khusus kelompok rentan, sesuatu yang belum tentu saya dapatkan di stasiun lain.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Perjalanan ini saya tempuh atas undangan dalam kegiatan perdana kick-off Pelatihan Jurnalistik JFC Batch II 2025 di Rumah Belajar TBIG, Karawaci, Tangerang. Saya menjadi salah satu dari 13 jurnalis terpilih se-Indonesia yang lolos seleksi bertahap untuk mengikuti program Journalism Fellowship on CSR 2025 ini.

Baca juga: Pengalaman Naik KA Jayabaya dari Stasiun Malang Kota Baru: Pilih Pintu Timur atau Barat?

Sekilas Sejarah Stasiun Jatinegara

Saya tidak menyangka perjalanan ini akan membawa saya ke Stasiun Jatinegara (JNG) – salah satu stasiun besar kelas A yang berada di perbatasan Jatinegara dan Matraman, Jakarta Timur.

Bangunan baru
Bangunan baru yang sudah direnovasi di Stasiun Jatinegara Jakarta yang tampak lebih modern, memberikan kenyamanan kepada para penumpang. (Foto: IG @oftopics)

Stasiun ini berdiri di ketinggian +16 meter dan termasuk dalam pengelolaan Daerah Operasi I Jakarta serta KAI Commuter. Jatinegara menjadi salah satu dari lima stasiun utama di DKI Jakarta dan merupakan titik pertemuan tiga jalur utama yang dilalui ratusan kereta setiap harinya: Pasar Senen, Manggarai, dan Cikarang.

Awalnya stasiun ini bernama Meester Cornelis, diambil dari nama seorang guru dan pengkhotbah di kawasan tersebut, Cornelis Senen. Namun, pada masa pendudukan Jepang, nama itu diubah menjadi Jatinegara yang berarti Negara Sejati, merujuk pada Pangeran Jayakarta yang mendirikan perkampungan Jatinegara Kaum setelah Keraton Sunda Kelapa dihancurkan Belanda.

Kini, Jatinegara telah bertransformasi menjadi stasiun modern dengan berbagai fasilitas baru seperti:

  • Bangunan baru bergaya futuristik minimalis dengan skybridge dan eskalator.

  • Delapan jalur kereta api dengan peruntukan berbeda.

  • Layanan lengkap untuk kereta api antarkota dan KRL Commuter Line.

Beberapa kereta yang berhenti di sini antara lain Argo Lawu (Solo), Argo Muria (Semarang), Gajayana (Malang), dan Jayabaya (Malang–Surabaya).

Baca juga: Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Ramah Difabel: Pengalaman Pertama yang Menggembirakan

Sesaat sebelum turun, saya melihat penumpang lain bersiap dengan barang bawaan masing-masing. Saya pun membawa koper biru, tote bag abu-abu, dan tas ransel kecil. Selama perjalanan, saya ditemani Arini (36), warga Jakarta yang saya temui secara kebetulan di Stasiun Gubeng Surabaya. Kami duduk bersebelahan dan berbincang sepanjang perjalanan.

Menariknya, tujuan akhir Arini seharusnya di Stasiun Pasar Senen, namun ia memutuskan turun di Jatinegara karena adanya insiden viral: seorang pengemudi ojek online diduga tertabrak kendaraan taktis saat demo di dekat Gedung DPR. Demi keamanan, keluarganya menyarankan untuk turun lebih awal.

Keputusan itu ternyata membawa hikmah. Arini tetap menemani saya hingga turun, memastikan saya aman sampai stasiun. Dan benar saja, kekhawatiran saya hilang saat melihat peron sejajar dengan pintu kereta sehingga saya tidak perlu bersusah payah turun tangga.

Porter pun sigap membantu membawa barang, dan kami diarahkan ke lift khusus difabel. “Kalau berjalan lurus, cukup jauh jalannya. Ini lift khusus difabel, Mbak,” ujar porter ramah tersebut.

Harapan untuk Stasiun Malang

Kondisi peron
Kondisi peron di Stasiun Jatinegara Jakarta yang ramah terhadap difabel. (Foto: IG @warung_tuman_bsd)

Pengalaman ini membuat saya teringat saat berangkat dari Stasiun Malang Kota Baru. Saya berharap, suatu saat nanti stasiun di kota saya juga memiliki fasilitas serupa. Meski saat ini Stasiun Malang terus berbenah, kehadiran lift khusus difabel seperti di Jatinegara akan sangat membantu penyandang disabilitas bepergian mandiri tanpa pendamping.

Fasilitas tersebut penting bagi berbagai kelompok, mulai dari pengguna kursi roda, difabel netra, hingga pengguna kruk atau alat bantu jalan lainnya.

Dijemput Tim TBIG di Tengah Malam

Setelah keluar dari lift pertama, kami masih harus berjalan sekitar 150 meter menuju lift kedua, lalu berjalan lagi sekitar 200 meter hingga keluar stasiun. Udara Jakarta dini hari terasa menyambut. Sebagian besar pedagang sudah tutup, hanya beberapa sopir taksi Bluebird yang masih setia menunggu penumpang.

Arini bahkan menolak uang yang saya berikan karena telah lebih dulu membayar porter. Tak lama, dua kerabatnya menjemput, tetapi ia tetap menemani saya hingga bertemu Revfath Rizqon, perwakilan tim TBIG yang menjemput saya untuk menuju penginapan di Hotel Olive, Karawaci.

Perjalanan 40 menit membawa saya sampai di hotel pukul 03.00 WIB, menutup perjalanan panjang penuh makna ini.

Tentang JFC Batch II 2025

Program Journalism Fellowship on CSR (JFC) 2025 Batch II adalah hasil kolaborasi Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Program ini bertujuan menguatkan peran jurnalis dalam menyebarkan semangat kebaikan melalui pemberitaan CSR.

Direktur GWPP Nurcholis MA Basyari menjelaskan, isu CSR menjadi bagian penting dalam pelatihan ini karena sejalan dengan misi TBIG: “Bersama untuk Indonesia.” Kick-off JFC Batch II berlangsung di Rumah Belajar TBIG, Tangerang, Jumat (29/08/2025), dan akan berlangsung hingga 8 Oktober 2025 dengan melibatkan 13 jurnalis dari seluruh Indonesia.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Dwi Lindawati (tugujatim.id)
redaktur: jatmiko

 

 

Tags: CSRfasilitas ramah difabeljakartaJournalism Fellowshipjurnalis difabelKA Jayabayakaikereta api antarkotamalangpelatihan JFC 2025perjalanan keretaStasiun Jatinegaratbigtransportasi inklusif

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
Tim Halal Center UIN Malang

Gandeng Industri, Halal Center UIN Malang Dorong Sertifikasi Halal di Industri Minuman Lewat Pelatihan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.