MALANG, Tugumalang.id – Tim Halal Center Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung penerapan sertifikasi halal di sektor industri. Kali ini, mereka menggelar in house training bertema pentingnya sertifikasi halal di industri minuman, bekerja sama dengan PT Amerta Indah Otsuka sebagai mitra pelatihan, Minggu (28/9/2025).
Ketua Tim Halal Center UIN Malang, Eny Yulianti, M.Si menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman pelaku industri tentang pentingnya sertifikasi halal, tidak hanya dari sisi regulasi, tetapi juga sebagai bentuk jaminan kualitas dan kepercayaan konsumen.
“Pelatihan ini bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi strategi menjaga kualitas, meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di pasar global,” ujarnya.
Baca juga: UIN Malang Gelar FGD KKM Tematik Konvergensi, Rumuskan Roadmap Riset dan Pengabdian Masyarakat
Sebelum memasuki sesi pemaparan materi, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test melalui pemindaian barcode untuk mengukur pemahaman awal tentang sertifikasi halal.
Sertifikasi Halal: Kesadaran Global, Bukan Sekadar Regulasi
Materi pertama berjudul “Urgensi Sertifikasi Halal di Industri Minuman” disampaikan oleh Nurun Nayiroh, M.Si. Ia menekankan bahwa sertifikasi halal kini bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari standar global yang menentukan kualitas dan daya saing produk.
“Halal bukan sekadar label, tetapi jaminan mutu yang bisa membuka pintu pasar dunia,” tegasnya.
Moderator sesi tersebut, Isnaeni Hertiningsih, S.Si, menambahkan bahwa konsumen saat ini semakin kritis dalam memilih produk. Oleh karena itu, sertifikasi halal telah menjadi standar global yang tidak bisa ditawar lagi.
Baca juga: Bangga! UIN Malang Resmi Ditunjuk sebagai Tuan Rumah Induction Day English Access Scholarship Program 2024-2026
Diskusi berjalan hangat dan interaktif, dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif bertanya tentang regulasi serta praktik implementasi sertifikasi halal di lapangan.
Titik Kritis Produksi: Hal Kecil yang Menentukan Status Halal
Materi kedua bertajuk “Konsep Halal-Haram dan Titik Kritis pada Industri Minuman” disampaikan oleh Muhammad Nuruddien, Lc., M.H. Ia menyoroti pentingnya ketelitian dalam setiap tahapan produksi karena detail sekecil apa pun dapat mempengaruhi status halal suatu produk.
“Kadang titik kritis itu tersembunyi di hal kecil, seperti perekat atau bahan tambahan. Di sinilah peran perusahaan untuk benar-benar teliti,” jelasnya.
Budaya Sertifikasi Halal dalam Proses Produksi
Sesi terakhir disampaikan oleh Dr. Anik Ma’unatin, S.T., M.P. yang mengingatkan bahwa sertifikasi halal seharusnya tidak hanya dianggap sebagai kewajiban regulasi, melainkan menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.
Evi Nurus Suroiyoh, S.S., M.Pd., menambahkan bahwa jika kesadaran tersebut telah tertanam dalam budaya perusahaan, maka sertifikasi halal akan menjadi nilai kebanggaan tersendiri.
“Kalau sudah menjadi budaya, maka halal bukan lagi kewajiban, tapi kebanggaan perusahaan,” tegasnya.
Kegiatan pelatihan ditutup dengan tugas identifikasi titik kritis dalam proses produksi. Peserta diajak berpikir kritis mengenai bahan yang perlu diawasi, prosedur yang harus diperkuat, serta strategi menjaga konsistensi halal dalam setiap lini produksi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























