Malang, Tugumalang.id – Fenomena antariksa selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Namun, pada tahun 2026, warga Indonesia tampaknya perlu sedikit bersabar. Dari total empat peristiwa gerhana yang diprediksi terjadi sepanjang tahun, hanya satu fenomena yang dapat disaksikan langsung dari wilayah Indonesia.
Pegiat astronomi dari Komunitas Langit Selatan, Avivah Yamani, menjelaskan bahwa meskipun terdapat empat gerhana yang terdiri dari dua gerhana matahari dan dua gerhana bulan, sebagian besar jalur gerhana tidak melintasi Indonesia.
“Hanya satu peristiwa yang bisa dilihat, yaitu gerhana bulan,” ujar Avivah dalam keterangannya.
Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026
Gerhana pertama di tahun 2026 bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Meski demikian, fenomena ini tidak akan terlihat dari Indonesia. Jalur gerhana cincin hanya melintasi wilayah Antartika dengan durasi puncak sekitar 2 menit 5 detik.
Sementara itu, wilayah Argentina bagian selatan, Chile, dan sebagian Afrika hanya dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian.
Baca juga: Gerhana Bulan Total pada 7 September 2025 Bisa Diamati di Malang
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Peristiwa ini menjadi satu-satunya fenomena gerhana yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia sepanjang 2026. Gerhana Bulan Total akan melintasi Asia Timur, Australia, Samudra Pasifik, hingga sebagian wilayah Amerika Serikat.
Di Indonesia, proses gerhana dapat diamati sejak sore hari saat Bulan mulai terbit. Rangkaian waktunya adalah sebagai berikut:
Awal Gerhana Penumbra: pukul 16.44 WIB (belum mudah diamati dengan mata telanjang)
Awal Gerhana Sebagian: pukul 17.50 WIB, Bulan mulai tampak terpotong
Puncak Gerhana Total: pukul 18.04 WIB dengan durasi sekitar 58 menit 19 detik
Akhir Gerhana Total: pukul 19.02 WIB
Gerhana berakhir sepenuhnya pada pukul 21.22 WIB saat Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi
Gerhana Matahari Total 12-13 Agustus 2026
Gerhana matahari total ini menjadi salah satu fenomena yang paling dinantikan secara global, khususnya di Eropa. Jalur totalitas akan melintasi kawasan Arktik, Greenland, Islandia, Spanyol, dan Portugal.
Di Spanyol, peristiwa ini tercatat sebagai gerhana matahari total pertama dalam lebih dari satu abad. Namun, karena terjadi pada malam hari waktu Indonesia, fenomena ini sama sekali tidak dapat diamati dari Tanah Air.
Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026
Menutup rangkaian gerhana tahun 2026, Gerhana Bulan Sebagian akan berlangsung dengan total durasi sekitar 5 jam 37 menit. Lokasi pengamatan terbaik berada di wilayah Samudra Pasifik bagian timur, Amerika, Eropa, dan Afrika.
Masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena ini karena Bulan telah terbenam saat gerhana berlangsung. Berdasarkan data dari Time and Date, minimnya gerhana yang melintasi Indonesia pada 2026 disebabkan oleh kemiringan orbit Bulan sekitar 5,1 derajat terhadap bidang ekliptika.
Pada tahun tersebut, posisi titik simpul orbit Bulan membuat bayangan umbra Matahari jatuh di wilayah kutub atau belahan Bumi utara, sehingga menjauhi garis khatulistiwa tempat Indonesia berada.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


















