Malang – Kasus tewasnya pasangan suami istri (pasutri) berinisial I dan A di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, terus didalami pihak kepolisian. Temuan terbaru mengarah pada dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai pemicu tragedi memilukan ini.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa pagi, 22 Juli 2025. Korban perempuan, I, ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri dengan luka parah di bagian perut, dada, dan paha. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.
Sementara itu, sang suami, A, ditemukan tewas tergantung di plafon rumah, terpisah dari lokasi ditemukannya sang istri. Keduanya ditemukan di dua ruangan berbeda di dalam rumah mereka.
Baca juga: Pasutri di Lawang Ditemukan Tewas di Rumah, Istri Alami Luka Parah, Suami Gantung Diri
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur melalui Kanit IV Satreskrim, Iptu Transtoto Argo, mengungkapkan bahwa korban I mengalami luka tusuk akibat benda tajam. Hingga kini, penyidik telah memeriksa lima saksi, termasuk orang tua dan tetangga korban, untuk menggali lebih jauh motif di balik insiden tersebut.
“Masih dalam proses penyelidikan. Namun, sementara ini ada indikasi permasalahan dalam rumah tangga yang mengarah pada dugaan KDRT,” ujar Iptu Toto, Rabu (23/7/2025).
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan insiden ini. Di antaranya, sprei yang terdapat bercak darah korban, sebilah pisau bekati dalam kondisi patah, seutas tali tampar berwarna putih, serta dua unit handphone milik korban dan pelaku.
Terpisah, Kapolsek Lawang, AKP Moh Luthfi mengatakan, sehari sebelumnya, A pulang ke rumah usai bekerja di luar kota. Malam harinya, A bertengkar dengan I karena sang istri tidak mengizinkan A meminjam sepeda motor. I khawatir A tidak pulang.
Baca juga: Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu Renggut Setidaknya 4 Nyawa di Tahun 2023
Di hari kejadian, I sempat pamit kepada ayahnya untuk bekerja berjualan kue di sebuah sekolah. Ayah I tinggal di rumah yang bersebelahan dengan rumah korban.
“Setelah pamit, I masuk lagi ke rumah untuk mengambil tas,” kata Luthfi.
Ayah I pun beranjak ke samping rumah untuk memberi makan ayam. Sekitar 15 menit kemudian, ia hendak kembali ke dalam rumah ketika mendengar suara I merintih seperti kesakitan.
Ia pun mengecek ke dalam rumah anaknya dan melihat I mengalami luka-luka di badannya. Ayah I kemudian meminta pertolongan tetangga dan mencari A.
“Ternyata A ditemukan dalam keadaan tergantung di kamar belakang,” kata Luthfi.
Kejadian ini kemudian dilaporkan oleh warga ke perangkat desa. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Lawang. Saat ini, kasus tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























