MALANG, Tugumalang.id – Pasangan suami istri bernama Arik Wicaksono dan Iin Handayani ditemukan tewas di rumah mereka yang berada di Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Mereka ditemukan oleh ayah Iin, pada Selasa (22/7/2025) pagi.
Kapolsek Lawang, AKP Moch Luthfi membenarkan adanya kejadian ini. Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan.
Ia menjelaskan, saksi awalnya tengah memberi makan ayam. Di sela aktivitas tersebut, saksi mendengar suara rintihan dari rumah korban yang lokasinya tepat berada di sebelah rumah saksi.
Baca Juga: Kesal Dibleyer Konvoi, Pria di Kota Malang Tusuk Anggota Perguruan Silat hingga Tewas
“Setelah dicek, ternyata korban dalam kondisi luka. Saksi kemudian meminta tolong tetangga,” ujar Luthfi.

Saat ditemukan, Iin masih dalam kondisi hidup namun sudah tak sadarkan diri. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi tidak tertolong.
Luka-luka di tubuh korban tersebut mengeluarkan darah. Akan tetapi, Luthfi belum bisa memastikan penyebab luka tersebut. “Ini luka karena apa, kami masih menunggu visum,” kata Luthfi.
Baca Juga: Atlet Kabupaten Malang Koleksi 194 Medali dan Raih Peringkat 4 di Porprov Jatim 2025
Setelah melihat korban Iin dalam kondisi terluka, saksi mencari suami Iin yang baru pulang dari merantau. Saksi tahu pasti, bahwa anaknya saat itu berada di rumah bersama sang suami.
Di kamar belakang, saksi menemukan korban Arik dalam kondisi tewas. Korban tergantung dengan tali berwarna putih yang terpasang di plafon.
Luthfi mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait peristiwa ini. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi.
“Kami masih memeriksa latar belakang dan menunggu hasil visum,” kata Luthfi.
Sementara itu, tetangga korban mengatakan mereka tidak mendengar adanya cekcok dari rumah pasutri tersebut. Sehari-hari, korban Iin bekerja sebagai penjual snack di SD dan korban Arik bekerja di luar kota.
“Kemarin kata tetangga lainnya, Arik pulang kerja (dari luar kota). Ia kerja di proyek,” kata tetangga tersebut.
Setiap kali punya ke rumah, Arik dikenal jarang bersosialisasi dengan tetangga. Biasanya, Arik pulang selama satu bulan kemudian pergi lagi untuk bekerja.
Pasutri ini meninggalkan dua anak yang masih sekolah. Anak sulung mereka duduk di kelas 2 SMP dan anak bungsunya masih duduk di kelas 1 SD.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























