Malang, Tugumalang.id – Sejumlah pelaku usaha di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, mengeluhkan penurunan omzet akibat proyek pembangunan drainase yang tengah berlangsung. Akses menuju tempat usaha banyak yang tertutup, sehingga aktivitas ekonomi di kawasan tersebut ikut terganggu.
Menanggapi hal itu, DPRD Kota Malang mendesak agar pembangunan drainase Suhat segera dipercepat demi meminimalkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengungkapkan pihaknya telah menerima banyak laporan dari warga dan pelaku usaha terkait dampak proyek tersebut.
Baca juga: Komisi B DPRD Kota Malang Sayangkan Gangguan Air Akibat Pembangunan Drainase Suhat
“Kami menerima laporan bahwa banyak pelaku usaha mengeluh karena akses menuju tempat usaha mereka tertutup akibat proyek pembangunan gorong-gorong besar,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan, pihaknya berencana meninjau langsung lokasi pembangunan untuk melihat kondisi di lapangan.
“Kami ingin memastikan bagaimana situasi sebenarnya, apakah pihak pelaksana proyek sudah melakukan komunikasi dengan para pengusaha sebelumnya dan seperti apa persiapannya,” jelasnya.
Amithya juga menekankan pentingnya percepatan penyelesaian proyek drainase tersebut agar dampaknya tidak berlarut-larut.
“Kami berharap proyek ini segera diselesaikan supaya aktivitas masyarakat dan dunia usaha bisa kembali normal,” tegasnya.
Baca juga: Progres Pembangunan Drainase Suhat Capai 14 Persen, Wali Kota Malang Minta Desember Rampung
Menurutnya, proyek pembangunan drainase yang merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini memiliki visi strategis untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan Suhat. Namun, ia mengingatkan agar kualitas dan fungsi drainase benar-benar menjadi prioritas utama.
“Kalau nanti proyek ini selesai tapi banjir masih terjadi, tentu harus dipertanyakan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























