Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Dosen UB: Bendera One Piece Adalah Ekspresi dan Kritik Sosial yang Dilindungi

Redaksi by Redaksi
Agustus 10, 2025 3:47 pm
in News
Bendera One Piece

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UB, Abdul Wahid, S.I.Kom., M.A. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya (UB), Abdul Wahid, S.I.Kom., M.A., menilai fenomena pengibaran bendera One Piece di ruang publik merupakan bentuk ekspresi sekaligus kritik sosial yang wajar dan dilindungi oleh kebebasan berekspresi.

Menurutnya, fenomena yang memicu pro dan kontra ini dapat dianalisis melalui perspektif semiotika, yaitu ilmu yang mempelajari tanda dan makna dalam konteks tertentu.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

“Perspektif semiotika penting agar penafsiran simbol tidak terlepas dari asal-usul dan budaya yang melatarbelakanginya,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).

Baca juga: Pengibaran Bendera One Piece Tidak Melanggar Hukum dan HAM, Ini Penjelasan Pakar Hukum UB

Wahid menjelaskan, fenomena pengibaran bendera One Piece sebenarnya bukan hal baru. Simbol bajak laut fiksi tersebut sudah sering terlihat di berbagai negara dan tidak pernah menjadi masalah. Namun, kasus ini menjadi sorotan publik karena dipasang berdampingan dengan bendera Merah Putih pada momen kemerdekaan, sehingga menimbulkan tafsir politik.

“Kalau merujuk pada teks dan konteks asalnya, itu murni simbol fiksi, sama seperti tokoh Spider-Man atau Superman. Masalah muncul ketika simbol ini dibawa keluar dari konteks hiburan dan dibaca sebagai simbol politik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wahid mengungkapkan bahwa dalam cerita One Piece, terdapat narasi tentang ketidakadilan dan penguasaan dunia oleh kelompok tertentu. Alur cerita tersebut kerap dimaknai sebagai metafora yang paralel dengan kondisi sosial di dunia nyata, termasuk di Indonesia.

“Ketika simbol ini digunakan di ruang publik, penafsirannya bisa berkembang. Bisa dibaca sebagai ekspresi budaya pop, bisa juga sebagai kritik sosial—terutama oleh kelompok pinggiran yang merasa disisihkan oleh kebijakan pemerintah,” pungkasnya.

Baca juga: Fakta Menarik Bendera One Piece Viral di Indonesia: Simbol Protes dan Identitas Bajak Laut yang Menggegerkan

Dari perspektif semiotika, Abdul Wahid menguraikan dua cara membaca tanda: pertama, berangkat dari konsep atau gagasan yang disepakati; kedua, dari bentuk visual yang bebas diinterpretasikan oleh publik. Kedua pendekatan ini sah secara akademik, namun dapat menghasilkan tafsir berbeda.

“Masalah muncul ketika otoritas hanya menggunakan satu tafsir tunggal tanpa membuka ruang dialog,” ungkapnya.

Ia menegaskan, selama tidak melanggar undang-undang atau hak dasar warga negara, ekspresi simbolik seperti ini merupakan bagian dari kebebasan berekspresi.

“Kita perlu kritis, baik terhadap aturan maupun tafsir yang diberlakukan. Jika aturan dibuat untuk melindungi kepentingan bersama, tentu harus dipatuhi. Namun, jika aturan itu bias, perlu ada upaya untuk mengoreksinya,” imbuhnya.

Sebab itu, Abdul Wahid berpesan agar pejabat publik sebaiknya memaknai fenomena ini sebagai kritik dan menerimanya sebagai masukan dalam membangun kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

”Kalau ingin jadi pejabat publik, harus mau belajar, mau mendengar, dan siap dikritik. Kebijakan yang dibuat seharusnya selalu berorientasi pada kepentingan rakyat luas,” tegasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: ekspresi sosialkomunikasikritik pemerintah indonesiaPengibaran bendera one piecesemiotikaUB Malanguniversitas brawijaya

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Disparta Kota Batu

Disparta Kota Batu Majukan Ekonomi Kreatif Lewat Event Film Bertaraf Internasional

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.