Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif (ekraf) dengan menggelar berbagai event berskala nasional hingga internasional. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan sub sektor ekraf di bidang film, yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak citra Kota Batu di kancah global.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Batu, Suhartini Ningsih, mengungkapkan bahwa ekosistem pelaku film di Kota Batu kini tumbuh pesat.
“Sebenarnya tidak hanya film yang kami dukung, tetapi dari 17 sub sektor kreatif, film ini yang perkembangannya paling menonjol di Kota Batu,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).
Baca juga: Disparta Kota Batu Targetkan 5 Juta Kunjungan Wisata di 2022
Menurutnya, Pemkot Batu tengah menyiapkan sejumlah event berskala besar untuk mendukung industri film lokal. Rencananya, beberapa kegiatan akan melibatkan kolaborasi internasional guna memperkuat posisi Kota Batu sebagai salah satu pusat ekraf di Indonesia.
Hartini menjelaskan, sebelum fokus ke film, beberapa sub sektor seperti kuliner, kriya, dan musik sudah lebih dulu menjadi andalan dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Sementara itu, sub sektor lain seperti desain, game, dan animasi juga menunjukkan perkembangan signifikan, bahkan telah menembus pasar nasional.
Meski fokus diarahkan pada sektor-sektor unggulan, seluruh sub sektor tetap mendapatkan perhatian.
“Alhamdulillah, hampir seluruh dari 17 sub sektor ekraf di Kota Batu berjalan cukup baik,” tandasnya.
Hartini mengungkapkan berbagai strategi penguatan ekraf telah dilakukan. Salah satunya menjadi tuan rumah Indonesia Creative Cities Festival (ICCF), sebuah ajang prestisius yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: Resmi Dibuka, Batu Bisnis Festival 2025 Jadi Ajang Geliatkan Dunia Bisnis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kota Batu
Ia menerangkan jika yang sudah dilakukan untuk mendorong sub sektor film yaitu memberikan dukungan penyelenggaraan Rekreasinema. Yakni pemutaran film produksi sineas lokal Kota Batu di tempat-tempat atau destinasi wisata. Total, sudah ada 6 lokasi ikonik yang ditetapkan menjadi lokasi pemutaran film.
”Namun, tahun ini masih belum diadakan kembali agenda serupa. Efisiensi anggaran memang berdampak, tapi bukan alasan untuk berhenti bergerak. Kami tetap berkomitmen menjalankan berbagai upaya demi kemajuan ekonomi kreatif di Kota Batu,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy





























