Tugumalang.id – Event Batu Bisnis Festival 2025 yang dihelat oleh Dinas Pariwisata Kota Batu resmi dibuka pada Kamis (31/7/2025). Ajang ini menjadi momen penting dalam upaya menggeliatkan dunia bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) lokal antar daerah di Indonesia.
Kegiatan tersebut dibuka langsung seluruh jajaran Forkopimda Kota Batu, mulai Wali Kota Nurochman, Wawali Heli Suyanto, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata, Kajari Andy Sasongko, Ketua DPRD Didik Subianto dan jajaran kepala OPD lainnya.

Baca Juga: BISTF 2025 Sukses Digelar, Tegaskan Kota Batu Jadi Pusat Event Dirgantara Internasional
Total ada 39 booth dan 38 tenda yang diisi para pelaku bisnis memeriahkan Batu Bisnis Festival 2025 ini. Baik datang dari kalangan swasta, instansi pemerintah, berbagai lembaga bisnis dan termasuk pelaku UMKM di Indonesia.
Diharapkan dari pameran ini dapat meningkatkan potensi ekonomi untuk menarik investor dan wisatawan.

Berbagai kegiatan digeber nonstop selama 4 hari mulai 31 Juli – 3 Agustus 2025. Mulai Pameran Produk Pariwisata, Ekraf, UMKM, Investasi dan Bisnis, Festival Kuliner, Forum Ekraf, Talkshow Desa Wisata, berbagai lomba dan hadiah menarik. Event ini juga diisi pertunjukan spesial atraksi seni budaya hingga Jambore Desa Wisata.
Baca Juga: Single Perdana Abid Seiya Penyanyi Cilik asal Kota Batu, Gaungkan Lagu Anak yang Kian Redup
Tahun ini, festival mengusung tema “Harmoni Desa Wisata: Menyatu dengan Alam, Budaya, dan Masyarakat”. Tema itu mengusung semangat kolaborasi antara pelaku usaha, penggiat desa wisata dan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Kota Batu sebagai kota agropolitan dan destinasi wisata unggulan.

Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto berharap dari event ini menjadi sarana promosi antar pelaku usaha antar daerah. Selain itu, dari event ini juga mendorong terjalinnya jejaring (networking, red) antar pelaku usaha.
”Ketika sudah terbentuk jejaring antar UMKM ini, maka perputaran ekonomi dari setiap peserta akan semakin meningkat dan tentunya berkelanjutan. Jadi relasinya tak hanya terjadi di hari ini saja, tapi juga di masa depan,” harapnya.
Sementara, Wali Kota Batu Nurochman juga menilai bahwa event ini akan menjadi ruang aktualisasi produk-produk UMKM lokal mengenalkan potensinya di ruang publik. Atmosfer seperti itu diyakini dapat menciptakan iklim investasi dan usaha yang cerah.

Nurochman yakin di event ini akan terjalin sebuah kemitraan dan jejaring yang erat antar masing-masing pelaku usaha. Ia berharap event seperti ini juga digelar secara rutin di daerah lain agar jejaringnya semakin luas.
”Dengan bermitra begini, pengembangan UMKM lokal bisa optimal, didukung dengan komitmen dari pemerintah. Saya harap jejaringnya bisa diperluas lagi, digelar di daerah-daerah lain, kita saling kunjung sehingga ekonomi terus tumbuh,” ujarnya.
Jambore Desa Wisata : Ruang Promosi dan Kolaborasi
Jambore Desa Wisata menjadi program unggulan yang diperkenalkan di ajang Batu Bisnis Festival 2025 ini. Di mana para peserta diajak berkeliling melihat langsung pesona desa wisata di Kota Batu seperti petik stroberi di Desa Pandanrejo dan petik apel di Desa Tulungrejo.
Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto berujar jika dengan memberi pengalaman langsung melihat potensi desa wisata ini menjadi sarana promosi dan membuka peluang kolaborasi antar para pelaku wisata.

“Kami ingin memberi pengalaman langsung agar peserta dari luar bisa melihat potensi desa wisata Kota Batu. Ini cara efektif untuk promosi sekaligus membuka peluang kolaborasi,” ujar Onny.
Tentunya, dalam event itu menggeliatkan perputaran ekonomi. Onny menargetkan tren perputaran ekonomi dari event ini bisa tembus hingga Rp300 juta. ”Kami optimistis target tersebut bisa tercspau karena kalau kita lihat hari ini saja, geliat transaksi dan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi,” tandasnya.
Sementara, Wali Kota Batu, Nurochman menilai jika aspek penguatan desa wisata melalui Jambore Desa Wisata di event ini sangat penting. Ia berharap desain penguatan desa wisata memiliki arah yang jelas sehingga desa wisata di Kota Batu tak hanya sekadar meniru konsep dari daerah lain.
“Desain desa wisata Kota Batu harus punya karakter. Tidak asal copy-paste. Harus mencerminkan jati diri dan kekuatan lokal Kota Batu,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot Batu juga tengah mendorong konsep sustainable tourism dan green tourism. Harapannya, wisatawan domestik maupun mancanegara bisa melihat Kota Batu sebagai destinasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Event ini jadi bukti nyata komitmen kami terhadap penguatan UMKM dan desa wisata Kota Batu. Harus terus dijaga keberlangsungannya agar manfaatnya makin luas,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























