KOTA BATU, Tugumalang.id – Desa Tulungrejo di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menahbiskan dirinya menjadi desa terbaik di ajang Lomba Desa/Kelurahan se-Jawa Timur sebagai juara 1. Raihan ini berkat 8 inovasi unggulan desa yang terbaik dari 3 nominasi lainnya.
Kabar ini disampaikan pada acara puncak penilaian di Surabaya pada 22 Mei 2024. Sebelumnya, Desa Tulungrejo bersanding dengan dua nominator desa terbaik lainnya, yaitu Desa Pontang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember dan Desa Kemirigede Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar.
Sementara, Desa Kemirigede Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar menempati titel juara II diraih dan Juara III diraih Desa Pontang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember.
Baca Juga: 3 Kepala Desa di Kabupaten Malang Terjerat Dugaan Korupsi dalam 2 Tahun Terkahir
Untuk Kategori Kelurahan, Juara I diraih Kelurahan Jemur Wonosari Kota Surabaya, Juara II Kelurahan Gadang Kota Malang dan Juara III Kelurahan Surodinawan Kota Mojokerto.
Keberhasilan Desa Tulungrejo diraih tak lain berkat berbagai potensi dan inovasi yang dikembangkan selama ini. Kedelapan program unggulan ini telah dinilai langsung di lapangan pada 20 Juni 2024.
Pj Wali Kota Batu Angkat Jempol
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menuturkan potensi dan inovasi yang dikembangkan Desa Tulungrejo terhadap potensi unggulannya, baik pertanian, pariwisata dan UMKM hingga kesejahteraan masyarakat memang patut diacungi jempol.
Baca Juga: Upaya Pemkot Batu Cetak Agen Pelopor dan Pelapor Perlindungan Hak Anak di Desa-desa
Ia menuturkan kebanggannya atas prestasi yang diraih Desa Tulungrejo. Ini merupakan bukti nyata bahwa desa-desa di Kota Batu tidak kalah dengan desa lain di Jawa Timur memiliki potensi dan kemampuan untuk maju dan berkembang.
Ia berharap apa yang telah diraih Desa Tulungrejo dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kota Batu dan Jawa Timur untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Selamat kepada Desa Tulungrejo, semoga semakin baik dalam pelayanan, pemberdayaan dan pembangunan desanya, serta menjadi inspirasi bagi desa lain di Kota Batu dan juga Jawa Timur,” pungkasnya.
8 Inovasi Unggulan Desa Tulungrejo
Adapun, 8 program inovasi unggulan yang menjadi kunci kemenangan Desa Tulungrejo antara lain seperti APEL MANALAGI (Aplikasi Pelayanan Masyarakat Langsung dan Terintegrasi): Aplikasi untuk mempermudah masyarakat dalam hal pengurusan surat-menyurat.
Kedua, TEBAS SAMPAH (Tulungrejo Bebas Limbah dan Sampah): Penanganan limbah dan sampah yang terorganisir untuk menjaga kebersihan desa. Ketiga, GELUNG BANTING (Gerakan Tulung-Tinulung Berantas Stunting): Program penurunan angka stunting yang sukses dengan kolaborasi berbagai pihak.
Keempat, DEGAP INTAN BATIN (Desa Tanggap Inflasi Melalui Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani): Program ketahanan pangan untuk menghadapi inflasi dengan pemanfaatan pekarangan organik dan budidaya berbagai tanaman dan ternak.
Kelima, TUNTAS KEMISKINAN (Tulungrejo Berantas Kemiskinan): Program pengentasan kemiskinan yang menunjukkan hasil nyata dengan penurunan angka kemiskinan ekstrem yang signifikan. Keenam,
BINI DAYA (Pembinaan Wanita Berdaya): Program pemberdayaan wanita untuk meningkatkan peran wanita dalam pembangunan desa.
Ketujuh, JAKA RABA (Jaga Kampung Masyarakat Bahagia): Program keamanan desa yang menjaga ketentraman dan kenyamanan masyarakat dan kedelepan yakni GASEBO (Gelar Seni, Budaya dan Olahraga): Kegiatan untuk melestarikan budaya dan memeriahkan desa.
Sementara, Kepala Desa Tulungrejo Suliyono menambahkan selama penilaian lapang ini tim penilai tidak hanya meninjau penataan desa dan lingkungan tapi juga termasuk soal administrasi tata kelola pemerintahan hingga kependudukan.
“Bahkan ada 200 poin data yang harus diisi untuk dinilai. Kemudian dicek implementasi di lapangan. Jadi tidak hanya menjadi desa maju, tapi juga maju secara administrasinya,” jelas dia.
Sementara itu, Ketua Tim Juri Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Jatim Mochamad Wahyudi mengatakan, Desa Tulungrejo menjadi satu dari 7.721 desa dan kelurahan di Jatim yang terbaik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena harus memjadi contoh bagi desa yang lain.
”Dalam penilaian ini kami tidak hanya meninjau sendiri kondisi di lapangan. Tetapi juga melakukan verifikasi kebenarannya pada masyarakat setempat,” jelasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Helianto. A





























