Malang, Tugumalang.id – Dalam kehidupan modern yang serba cepat, tekanan psikologis menjadi hal yang tak terhindarkan. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapinya. Sebagian bertahan dengan strategi coping, sementara yang lain mencoba memulihkan diri melalui proses healing. Sayangnya, banyak yang hanya fokus bertahan tanpa benar-benar mengalami penyembuhan.
Padahal, memahami perbedaan serta hubungan antara coping dan healing sangat penting untuk menjaga kesehatan mental yang optimal. Artikel ini akan mengulas kedua pendekatan tersebut, serta mengenalkan berbagai strategi self-healing yang bisa Anda praktikkan secara mandiri.
Apa Itu Coping?
Menurut Lazarus dan Folkman (1984), coping adalah upaya kognitif dan perilaku yang terus dilakukan seseorang untuk menghadapi tekanan, baik dari dalam diri maupun lingkungan sekitar. Strategi ini terbagi menjadi dua kategori utama:
1. Problem-Focused Coping (Berfokus pada Solusi)

Digunakan ketika situasi masih bisa dikendalikan. Strategi ini bertujuan mengatasi sumber stres secara langsung, seperti:
Planful problem solving: Merancang langkah terstruktur untuk menyelesaikan masalah, misalnya membuat anggaran keuangan atau mencari pekerjaan tambahan.
Confrontative coping: Menghadapi masalah secara langsung, meski berisiko, seperti menyampaikan keberatan kepada atasan.
Seeking social support: Mencari dukungan dari orang lain, baik berupa informasi, saran, atau bantuan praktis.
Baca Juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Mental Menurut Psikologi, Lengkap dengan Pandangan Para Ahli
2. Emotion-Focused Coping (Berfokus pada Emosi)
Digunakan ketika situasi sulit diubah. Tujuannya adalah meredakan beban emosional. Contohnya:
Positive reappraisal: Melihat sisi positif dari kejadian yang dialami.
Accepting responsibility: Mengakui peran diri dalam masalah yang terjadi.
Self-controlling: Mengendalikan emosi dan perilaku impulsif.
Distancing: Menjaga jarak emosional dari masalah.
Escape-avoidance: Menghindari masalah secara sementara, baik secara adaptif maupun maladaptif.
Apa Itu Healing?
Healing dalam konteks psikologi adalah proses pemulihan mental dan emosional dari luka batin, stres, atau trauma. Psikolog Galang Lufityanto dari UGM menyebut healing sebagai upaya penyembuhan diri yang terjadi melalui kekuatan pikiran.
Namun dalam praktik, istilah healing kerap disalahartikan hanya sebagai “liburan” atau “me time”. Padahal, menurut Psikolog Haniyah Ipmawati, tidak semua liburan termasuk dalam proses healing jika tidak membawa ketenangan batin yang sesungguhnya.
Baca juga: Waktunya Digital Detox! Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental di Era Sosial Media
Healing dengan Bantuan Terapis
Proses healing bisa difasilitasi oleh seorang terapis profesional. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesadaran dan komitmen pribadi. Dalam banyak kasus, healing juga bisa dilakukan secara mandiri melalui praktik self-healing.
Strategi Self-Healing yang Bisa Dicoba
Berikut beberapa teknik self-healing yang efektif dan mudah dipraktikkan:
1. Relaksasi

Teknik ini bertujuan menciptakan kondisi tenang dan nyaman. Fokus utama terletak pada pernapasan perlahan dan pelemasan otot tubuh. Ketika tubuh rileks, pikiran menjadi lebih positif dan terkendali.
2. Menulis (Expressive Writing Therapy)

Menulis adalah cara efektif untuk mengekspresikan emosi yang sulit diungkapkan secara verbal. Terapi ini membantu:
Meredakan stres dan overthinking
Menjernihkan pikiran
Mengelola emosi lebih sehat
Tahapannya mulai dari menulis bebas hingga refleksi dan penerapan dalam kehidupan nyata.
3. Mindfulness
Mindfulness adalah kesadaran penuh terhadap momen saat ini, tanpa menghakimi. Terbukti efektif meredakan stres, kecemasan, dan trauma. Praktiknya mencakup:
Mengatur napas secara sadar
Mengenali pikiran dan emosi yang muncul
Menerima pengalaman tanpa reaksi berlebihan
4. Positive Self-Talk
Self-talk positif adalah berbicara baik pada diri sendiri, baik secara internal maupun eksternal. Langkah-langkahnya meliputi:
Mengenali pikiran negatif
Mengevaluasi dan menantangnya secara rasional
Membangun afirmasi atau kalimat motivatif untuk memperkuat pola pikir sehat
Kesimpulan
Coping dan healing adalah dua pendekatan yang saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan mental. Coping membantu bertahan menghadapi tekanan, sementara healing memulihkan luka batin secara menyeluruh.
Dengan menerapkan teknik self-healing seperti relaksasi, menulis, mindfulness, dan positive self-talk, Anda bisa meningkatkan kesejahteraan psikologis secara mandiri. Kuncinya ada pada kesadaran, keterbukaan pada diri sendiri, serta komitmen untuk terus bertumbuh.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Risma Elina Wati (Magang)
redaktur: jatmiko





























