Malang, Tugumalang.id – Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Menurut pandangan para tokoh psikologi dunia, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk memastikan keseimbangan emosional dan pikiran tetap terjaga. Berikut ini 10 cara menjaga kesehatan mental yang telah dirangkum dari berbagai teori psikologi:
1. Menerima dan Memahami Emosi
Menurut Carl Rogers, bapak psikologi humanistik, menerima emosi secara jujur adalah langkah awal menuju pertumbuhan psikologis. Dalam Person-Centred Therapy: The Focusing-Oriented Approach (2017), Campbell Purton menulis bahwa memahami emosi membuat seseorang mampu merespons situasi dengan lebih sehat, bukan sekadar menekan atau mengabaikannya.
2. Tidur yang Cukup dan Teratur

Hans Selye, pencetus teori stres, menjelaskan pentingnya fase pemulihan tubuh setelah tekanan. Dalam Stress, Shock, and Adaptation in the Twentieth Century (2014), disebutkan bahwa tidur cukup berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon dan kestabilan mental.
Baca juga: Cek Kesehatan Mental Gratis, Begini Caranya!
3. Rutin Berolahraga
William James, tokoh psikologi fisiologis, menekankan hubungan erat antara kondisi fisik dan emosi. Mengutip Evolutionary Psychology: An Introduction (2004), olahraga memicu pelepasan hormon endorfin yang meningkatkan suasana hati, mengurangi ketegangan, serta memberikan rasa kontrol atas diri.
4. Mengelola Pikiran Negatif
Aaron Temkin Beck, bapak terapi kognitif, dalam Beck’s Cognitive Therapy (2021), menjelaskan bahwa pola pikir keliru menjadi pemicu utama gangguan emosional. Dengan mengenali dan mengubah pikiran negatif otomatis, rasa cemas maupun depresi bisa dikurangi.
5. Membangun Rutinitas Sehat
Menurut B.F. Skinner, tokoh behaviorisme, perilaku sehat terbentuk lewat penguatan kebiasaan positif. Dalam Handbook of Psychology: Personality and Social Psychology (2003), dijelaskan bahwa rutinitas harian yang terstruktur membantu individu merasa lebih aman, mengurangi kecemasan, dan menciptakan stabilitas psikologis.
6. Menjalin Hubungan Sosial yang Positif
Erik Erikson melalui teori perkembangan psikososialnya menegaskan pentingnya membangun hubungan intim yang sehat di masa dewasa. Seperti ditulis dalam Para Psikolog Terkemuka Dunia oleh Ladidlaus Naisaban, dukungan sosial mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus menjadi perlindungan emosional saat menghadapi tantangan.
Baca juga: Waktunya Digital Detox! Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental di Era Sosial Media
7. Membatasi Paparan Media Sosial

Albert Bandura, pencetus teori belajar sosial, dalam The Psychology of Personality (2009) menyebut bahwa manusia cenderung meniru apa yang mereka amati. Media sosial kerap memicu perbandingan sosial negatif. Dengan membatasi penggunaannya, risiko munculnya rasa rendah diri atau cemas bisa ditekan.
8. Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri
Abraham Maslow melalui teori aktualisasi diri menjelaskan pentingnya waktu untuk refleksi diri. Dalam jurnal Aktualisasi-Diri (2015) oleh Mohamat Hadori, disebutkan bahwa meluangkan waktu untuk diri sendiri membantu individu mencapai potensi tertinggi setelah kebutuhan dasar terpenuhi.
9. Menemukan Makna Hidup
Viktor Frankl, penggagas logoterapi, dalam Viktor Frankl: A Life Worth Living (2006), menyatakan bahwa kehilangan makna hidup menjadi sumber penderitaan psikologis. Dengan menemukan tujuan hidup, seseorang bisa bertahan menghadapi tantangan serta memaknai hidup lebih utuh.
10. Berani Mencari Bantuan Profesional
Sigmund Freud, pelopor psikoanalisis, dalam Psikologi Freud (2019) oleh Calvin Springer Hall, menekankan bahwa mengungkap konflik batin kepada terapis adalah awal pemulihan. Mencari bantuan profesional bukanlah kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk merawat diri secara mental.
Kesimpulan:
Kesehatan mental adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan perhatian serius. Dengan menerapkan 10 cara di atas menurut perspektif psikologi, Anda bisa menjaga keseimbangan hidup, meningkatkan kualitas hubungan sosial, serta mencapai kebahagiaan yang lebih stabil.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maysa Ayu Raddina (Magang)
redaktur: jatmiko





























