Malang, Tugumalang.id – Beras menjadi sumber karbohidrat utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain beras putih yang paling banyak dikonsumsi, terdapat pula beras merah dan beras hitam yang memiliki kandungan gizi berbeda.
Perbedaan ketiga jenis beras itu tidak hanya terlihat dari warnanya. Proses pengolahan serta kandungan pigmen alami pada lapisan luar beras turut memengaruhi nilai gizinya.
Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, sebagian besar serat, vitamin, mineral, dan senyawa fitokimia terdapat pada lapisan bekatul (bran) dan lembaga (germ). Karena itu, proses penggilingan yang menghilangkan kedua lapisan tersebut dapat mengurangi kandungan nutrisi beras.
Beras Putih Melalui Penggilingan Lebih Lanjut
Beras putih merupakan beras yang telah melalui proses penggilingan sehingga lapisan bekatul dan lembaganya dihilangkan. Proses ini menghasilkan tekstur lebih halus, warna lebih cerah, serta masa simpan lebih lama dibandingkan beras utuh.
Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan, hilangnya lapisan bekatul membuat kandungan serat, vitamin B, vitamin E, magnesium, dan sejumlah mineral lain ikut berkurang. Meski demikian, beras putih tetap menjadi sumber karbohidrat yang menyediakan energi bagi tubuh.
Baca juga: 7 Manfaat Beras Merah, Kaya Nutrisi Cocok untuk Ibu Menyusui
Beras Merah Masih Mempertahankan Bekatul
Beras merah hanya mengalami pengolahan pada kulit terluarnya sehingga lapisan bekatul tetap dipertahankan. Lapisan ini mengandung serat, vitamin B kompleks, magnesium, fosfor, serta berbagai senyawa bioaktif.
Menurut Healthline, kandungan serat beras merah lebih tinggi dibandingkan beras putih meski selisihnya tidak terlalu besar. Serat berperan membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus memperlambat penyerapan karbohidrat di saluran cerna. Selain itu, beras merah juga mengandung berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung proses metabolisme.
Beras Hitam Kaya Antosianin
Beras hitam memiliki warna ungu kehitaman yang berasal dari pigmen antosianin. Pigmen ini termasuk kelompok flavonoid yang juga ditemukan pada buah berwarna gelap, seperti blueberry dan blackberry.
Healthline menyebutkan, antosianin merupakan antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain kaya antioksidan, beras hitam juga mengandung serat, protein, vitamin, dan mineral karena lapisan bekatulnya tetap dipertahankan selama proses pengolahan.
Baca juga: Mesin Kebi dari BI Malang Dorong Beras Petani Kabupaten Malang Naik Kelas
Perbedaan Kandungan Gizi
Ketiga jenis beras sama-sama menjadi sumber karbohidrat, tetapi memiliki kandungan zat gizi yang berbeda.
Beras putih mengandung karbohidrat sebagai komponen utama, namun kadar serat dan beberapa mikronutriennya lebih rendah akibat proses penggilingan. Beras merah memiliki kandungan serat, vitamin, dan mineral lebih tinggi karena lapisan bekatul masih dipertahankan.
Sementara itu, beras hitam memiliki karakteristik yang hampir sama dengan beras merah, tetapi mengandung antosianin yang memberikan warna gelap pada bulirnya. Kandungan gizi setiap jenis beras juga dapat berbeda, bergantung pada varietas dan metode pengolahannya.
Pilih Beras Sesuai Pola Makan
Setiap jenis beras memiliki keunggulan masing-masing. Beras putih menjadi pilihan utama masyarakat karena telah lama menjadi makanan pokok. Sementara itu, beras merah dan beras hitam menawarkan kandungan serat, vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan yang lebih tinggi karena lapisan bekatulnya masih dipertahankan.
Kementerian Kesehatan melalui Pedoman Isi Piringku menganjurkan masyarakat menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan mengonsumsi beragam sumber karbohidrat, sayur, buah, dan protein sesuai kebutuhan gizi harian. Dengan demikian, kecukupan nutrisi tidak hanya ditentukan oleh jenis beras yang dikonsumsi, tetapi juga oleh variasi makanan dalam menu sehari-hari.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding/Magang
editor: jatmiko























