Tugumalang.id – Susu menjadi salah satu sumber protein hewani, kalsium, vitamin, dan mineral yang banyak dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia. Di pasaran, masyarakat umumnya menemukan berbagai jenis susu cair, yaitu fresh milk dan susu UHT (Ultra High Temperature). Keduanya sama-sama berasal dari susu sapi, tetapi memiliki perbedaan dalam proses pengolahan, masa simpan, cara penyimpanan, hingga karakteristik rasa.
Food and Agriculture Organization (FAO) menjelaskan bahwa susu cair yang dipasarkan kepada konsumen umumnya telah melalui proses pengolahan, seperti pasteurisasi maupun Ultra High Temperature (UHT), untuk meningkatkan keamanan pangan dan memperpanjang daya simpannya.
Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT dari Proses Pengolahan
Perbedaan utama antara fresh milk dan susu UHT terletak pada proses pemanasannya. Fresh milk yang beredar di pasaran umumnya merupakan susu pasteurisasi. Menurut FAO, proses pasteurisasi dilakukan dengan memanaskan susu pada suhu sekitar 72 derajat Celsius selama 15 detik. Proses ini bertujuan untuk membunuh bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit sekaligus mempertahankan kualitas susu sehingga aman dikonsumsi.
Baca Juga: Harga Susu Naik Tembus Rp8 Ribu, Angin Segar Bagi Peternak Dusun Brau
Sementara itu, susu UHT diproses menggunakan teknologi Ultra High Temperature, yaitu memanaskan susu pada suhu sekitar 135-150 derajat Celsius selama sekitar dua detik sebelum dikemas secara aseptik dalam kemasan steril. FAO menjelaskan bahwa kombinasi proses pemanasan dan pengemasan steril tersebut memungkinkan susu UHT memiliki masa simpan lebih lama tanpa memerlukan pendinginan selama kemasannya belum dibuka.
Perbedaan Masa Simpan dan Cara Penyimpanan
Proses pengolahan yang berbeda membuat fresh milk dan susu UHT memiliki masa simpan yang berbeda pula.
Fresh milk harus disimpan pada suhu dingin sekitar 2-4 derajat Celsius dan umumnya memiliki masa simpan yang lebih singkat. Sebaliknya, susu UHT dapat disimpan pada suhu ruang selama kemasannya belum dibuka. Setelah kemasan dibuka, masa simpan susu UHT menjadi hampir sama dengan fresh milk sehingga tetap harus disimpan di dalam lemari pendingin dan dikonsumsi sesuai petunjuk pada kemasan.
Apakah Kandungan Gizi Fresh Milk dan Susu UHT Berbeda?
Kandungan gizi menjadi salah satu pertimbangan konsumen saat memilih produk susu. Secara umum, kandungan beberapa zat gizi pada susu UHT dapat sedikit berkurang dibandingkan fresh milk pasteurisasi karena proses pemanasan yang menggunakan suhu lebih tinggi. Meski Demikian, baik proses pasteurisasi maupun UHT tetap mempertahankan sebagian besar zat gizi utama dalam susu, seperti protein, kalsium, dan fosfor.
Baca Juga: Dorong Modernisasi Peternakan, Bupati Malang Hadiri Peluncuran Sistem ERP Sapi Perah
Beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin C dan sebagian vitamin B, dapat mengalami penurunan selama proses pemanasan. Namun, perubahan tersebut tidak menghilangkan fungsi susu sebagai sumber zat gizi penting bagi tubuh.
Perbedaan Karakteristik Rasa
Selain kandungan gizi, proses pengolahan juga memengaruhi karakteristik susu. Pasteurisasi menggunakan suhu yang lebih rendah sehingga karakteristik susu lebih mendekati susu segar.
Sebaliknya, proses UHT menggunakan suhu yang jauh lebih tinggi sehingga dapat menyebabkan perubahan karakteristik rasa sebagai bagian dari proses pengolahan. Perbedaan ini tidak berkaitan dengan keamanan maupun kualitas produk.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Susu
Selain memilih jenis susu sesuai kebutuhan, konsumen juga disarankan memperhatikan informasi pada label kemasan, seperti tanggal kedaluwarsa, petunjuk penyimpanan, serta kondisi kemasan. Penyimpanan yang sesuai membantu menjaga mutu dan keamanan susu hingga dikonsumsi.
Fresh milk dan susu UHT sama-sama berasal dari susu sapi dan sama-sama melalui proses pengolahan untuk meningkatkan keamanan pangan. Perbedaan keduanya terletak pada metode pemanasan, masa simpan, cara penyimpanan, serta karakteristik produk.
Dengan memahami perbedaan tersebut, konsumen dapat memilih jenis susu yang sesuai dengan kebutuhan dan tetap memperhatikan petunjuk penyimpanan yang dianjurkan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding/ Magang
Editor: Herlianto. A























