MALANG, Tugumalang.id – Seorang bocah perempuan berusia lima tahun menjadi korban penjambretan kalung emas saat berada di area sebuah kolam renang di Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 16.40. Saat itu, korban sedang menunggu ayahnya berganti pakaian usai berenang. Korban duduk di gazebo di tepi kolam ketika kalung emas yang dikenakannya tiba-tiba direbut seorang laki-laki tanpa mengenakan baju.
Ayah korban, Zainuddin, menuturkan bahwa dirinya bersama sang anak datang ke kolam renang sekitar pukul 15.30. Setelah selesai berenang, ia memandikan anaknya, kemudian membelikan roti dan minuman sebelum meminta korban menunggu di gazebo dekat kolam.
“Saya suruh duduk di gazebo dekat situ karena saya mau ganti baju sebentar di kamar mandi,” ujar Zainuddin, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Viral, Perempuan Paruh Baya di Malang Dijambret di Teras Rumah
Menurut Zainuddin, dirinya hanya berada di kamar mandi sekitar lima menit. Namun saat keluar, ia mendapati putrinya menangis histeris sambil menunjuk ke arah lehernya.
“Ternyata kalungnya sudah diambil orang. Saya menemukan salah satu bandul (liontin) jatuh di bawah,” kata Zainuddin.
Ia kemudian meminta pertolongan kepada pengunjung lain. Sejumlah orang sempat berupaya mengejar pelaku, tetapi pria yang diperkirakan berusia sekitar 40 hingga 50 tahun itu berhasil melarikan diri.
Zainuddin menduga pelaku telah mengamati situasi sebelum menjalankan aksinya ketika korban ditinggal sendirian. Korban yang masih berusia lima tahun tidak mampu memberikan perlawanan dan hanya bisa menangis.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Turen pada Rabu (3/6/2026). Setelah membuat laporan, Zainuddin mendapat informasi bahwa petugas akan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.
Baca juga: Emak-emak Jadi Korban Jambret di Kota Batu, Gelang dan Kalung Dibawa Kabur
Selain kehilangan kalung emas, Zainuddin mengaku lebih mengkhawatirkan kondisi psikologis putrinya yang mengalami trauma setelah kejadian tersebut. Korban terus menangis hingga malam hari dan tidak mau lagi kembali ke kolam renang tempat peristiwa itu terjadi.
“Yang lebih penting bagi saya itu psikologi anaknya. Dia nangis terus sampai malam, ketakutan. Diajak ke sana lagi sudah enggak mau, katanya takut,” katanya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko




























