Malang, Tugumalang.id – Beasiswa Nyai Hj Mamnunah Yahya resmi diluncurkan dan disalurkan untuk pertama kalinya, Senin malam (3/8/2026), di Swara Alam, Kepanjen, Kabupaten Malang. Beasiswa tersebut diberikan kepada santri yatim piatu dan dhuafa.
Sebanyak sembilan santri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 (PPRU 1) Ganjaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang menerima beasiswa berupa uang saku.
Pengasuh utama PPRU 1 KH Mukhlis Yahya menyerahkan langsung Beasiswa Nyai Hj Mamnunah Yahya kepada para penerima. Penyaluran itu turut disaksikan jajaran pengasuh serta para penggagas beasiswa, yakni Irham Thoriq, Muhammad Mahrus, H Syahrul Karim, Rohim Warisi, dan Gus Rofiq.
Program beasiswa tersebut berasal dari laba penjualan buku Mata Air Keteladanan yang memuat kumpulan tulisan tentang Nyai Hj Mamnunah Yahya yang wafat pada Minggu, 2 November 2025.

Baca juga: Diperkirakan Berusia 110 Tahun, Berikut Tiga Hal yang Bisa Menjadi Penyebab Nyai Hj Mamnunah Yahya Panjang Umur!
Wajah sumringah terlihat dari para penerima beasiswa. Salah satunya Muhammad Rizky Adi Cahyono, 17, santri asal Pronojiwo, Lumajang.
Rizky yang sekitar sembilan tahun lalu ditinggal wafat ayahnya, Fauzi, mengaku sangat terbantu dengan beasiswa tersebut.
“Uangnya untuk keperluan di pesantren, seperti beli sabun dan konsumsi sehari-hari. Alhamdulillah senang,” katanya.
Sementara itu, KH Madarik Yahya, salah seorang putra Nyai Hj Mamnunah Yahya, menyampaikan terima kasih kepada para alumni yang telah menyukseskan penerbitan buku sekaligus penyaluran beasiswa tersebut.
“Semoga Allah membalas dengan sebaik-baiknya balasan,” kata KH Madarik.
Baca juga: Wafatnya Ditangisi Ribuan Orang, Berikut Amalan Harian Nyai Hj Mamnunah Yahya
Pria berkacamata itu mengaku sangat terpukul atas wafatnya sang ibunda.
“Kayak ada sesuatu yang hilang, kayak tidak bahagia di dunia ini kalau ibu wafat, beda dengan ayah yang wafat, beda sekali kalau yang wafat ibu,” imbuhnya.
Dia berharap para santri dan keluarga dapat meneladani sosok Nyai Hj Mamnunah Yahya.
“Beliau menghormati anak dan cucunya yang alim, seperti menghormati kiai besar, padahal itu anak dan cucunya. Jadi beliau sangat menghormati ilmu,” katanya.
“Beliau juga sangat rajin bersilaturahim dan sangat istiqomah. Saat saya ke mana-mana selalu ada yang bilang baru saja Nyai Mamnunah dari sini,” pungkasnya.
Sementara itu, Muhammad Mahrus, salah seorang inisiator beasiswa, berharap program tersebut tidak berhenti pada penyaluran perdana.
“Tapi berkelanjutan. Kebetulan habis ini akan ada cetakan ke-2. Diharapkan para alumni dan simpatisan bisa berpartisipasi membeli buku ini, karena laba dari buku ini akan kita jadikan beasiswa pendidikan,” kata Mahrus.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan rapat koordinasi Haul ke-39 KH Yahya Syabrawi. Hadir dalam kesempatan itu sejumlah dewan pengasuh PPRU 1, di antaranya KH Abdurrahman Said, Dr KH Muhammad Adib, KH Nashihudin Khozin, Gus Abdurrohim Said, Gus Ghozali, Gus Syarif Hidayatullah, Gus Zam Zami, serta dewan pengasuh lainnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























