Jumat, Agustus 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Diperkirakan Berusia 110 Tahun, Berikut Tiga Hal yang Bisa Menjadi Penyebab Nyai Hj Mamnunah Yahya Panjang Umur!

Redaksi by Redaksi
November 4, 2025 9:15 am
in Insight
Nyai Hj Mamnunah Yahya

Nyai Hj Mamnunah Yahya semasa hidup. Dok PPRU 1.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id-Nyai Hj. Mamnunah Yahya dari Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1, Ganjaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang, wafat pada usia sekitar 110 tahun. Wafatnya beliau membuat para santri, alumni, dan masyarakat terpukul. Hal itu terbukti dari ribuan orang yang hadir dalam pemakaman serta bertakziah.

Jika pada edisi sebelumnya Tugumalang.id membahas tentang amalan harian beliau, kali ini akan membahas pertanyaan mendasar: mengapa beliau bisa berusia begitu panjang?

READ ALSO

Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna

Baru Berusia 10 Tahun, Dai Cilik Asal Pakis Sudah Isi Tausiah di Puluhan Sekolah

Selain karena takdir dari Allah SWT, menurut salah satu putra beliau, KH. Madharik Yahya, setidaknya ada tiga hal yang diduga menjadi penyebab beliau berumur panjang.

Pertama, kata KH. Madharik, adalah keimanan yang kuat. Beliau selalu menyandarkan semua urusan kepada Allah SWT, meskipun tetap berusaha semaksimal mungkin. “Beliau selalu bilang, semua karena Allah SWT,” kata KH. Madharik dalam sebuah wawancara, Senin malam (3/11/2025).

Sepengetahuannya, hampir tidak pernah Nyai Hj. Mamnunah mengalami kesedihan yang terlalu dalam. Beliau selalu ridha terhadap segala ketentuan Allah SWT. “Saya terakhir melihat beliau menangis saat KH. Khozin Yahya, anak pertama beliau, wafat,” katanya. Untuk diketahui, KH. Khozin wafat pada tahun 2000 atau 25 tahun silam.

“Jadi keimanan beliau memang mantab, ini faktor pertama beliau bisa panjang umur,” imbuhnya.

Suasana pemakaman
Suasana pemakaman Nyai Hj Mamnunah Yahya yang dihadiri ribuan orang. Foto: irham thoriq.

Penyebab kedua, kata dia, soal makanan. Makanan Nyai Hj Mamnunah, sangat berbeda dengan makanan generasi sekarang yang cenderung suka lezat.”Jadi makanan beliau itu tawar, tidak terlalu suka asin,” katanya.

Baca juga: Wafatnya Ditangisi Ribuan Orang, Berikut Amalan Harian Nyai Hj Mamnunah Yahya

Ya, berdasarkan artikel yang diunggah alodokter.com, tubuh seseorang memang butuh makanan asin karena tinggi natrium. Namun, terlalu banyak makanan asin atau gurih juga berbahaya bisa menyebabkan hipertensi, dehidrasi, gagal ginjal, gagal jantung, stroke, demensia vaskular, hingga kanker lambung.

KH Madharik melanjutkan, pernah suatu ketika ada tamu yang dikasih makan sama beliau, tamu tersebut tidak makan banyak.”Karena memang tidak enak,” imbuhnya.

Selain itu, beliau juga begitu sederhana dalam makanan.”Misalnya terong dibakar satu buah, lalu ada sambel kacang, itu terong di makan pagi hari, lalu sore beliau makan sama menu itu juga,” ucapnya.

“Misal pelengkap terong ada ikan pindang, itu ikan pindang satu, separuh buat pagi, separuh buat sore, jadi memang pola makan beliau beda,” imbuh pria yang juga pengajar di Universitas IAI Al Qolam ini.

Sedangkan untuk gula, beliau mengkonsumsi gula standar karena beliau ngopi pakai gula.”Baru akhir-akhir ini beliau sering ngajak putra dan cucu-cucunya ngopi di kafe, dan beliau pasti membayari, beliau memang sangat suka sedekah serta beliau suka makan bareng,” katanya.

Sedangkan hal terakhir, beliau sangat suka silaturahim. Bisa dibilang, beliau ekstrem bersilaturahim jika dibandingkan manusia pada umumnya.

“Saya sangat sering saat ke alumni, mereka bilang begini, kalau Nyai Hj Mamnunah sangat sering ke sini, jadi beliau ke sini sudah, ke sini sudah, padahal itu jauh tempatnya,” katanya.

Baca juga: Dunia Pesantren Berduka, Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Nyai Hj Mamnunah Yahya

Ya, dalam Islam memang dianjurkan untuk bersilaturahim. Dalam sebuah hadist, silaturahim bisa mengakibatkan dua hal yakni panjang umur dan banyak rezeki.

Barangsiapa ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (H.R Bukhari & Muslim).

Untuk diketahui, diberitakan sebelumnya, Nyai Hj Mamnunah Yahya wafat berjarak 38 tahun dari sang suami pendiri PPRU 1 KH Yahya Syabrawi. Beliau wafat diperkirakan saat berumur 110 tahun.

Selain dikenal sebagai istri pendiri pesantren, Nyai Hj Mamnunah juga merupakan putri dari KH Bukhori, ulama besar asal Ganjaran. Nasab beliau tersambung hingga Sayyid Ali Rahmatullah (Sunan Ampel), salah satu Wali Songo yang menyebarkan Islam di Nusantara. (bersambung).

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Irham Thoriq
redaktur: jatmiko

Tags: Kisah inspiratifNyai Hj Mamnunah YahyaPondok Pesantren Raudlatul Ulum 1wafat ulama

Related Posts

Coach Dr Fahmi - Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna
Insight

Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna

Minggu, 9 Agu 2026
Baru Berusia 10 Tahun, Dai Cilik Asal Pakis Sudah Isi Tausiah di Puluhan Sekolah
Insight

Baru Berusia 10 Tahun, Dai Cilik Asal Pakis Sudah Isi Tausiah di Puluhan Sekolah

Kamis, 6 Agu 2026
Kebiasaan Unik Pelatih Puluhan Ribu UMKM di Malang, Selalu Salami Peserta Sebelum Kelas Dimulai
Insight

Kebiasaan Unik Pelatih Puluhan Ribu UMKM di Malang, Selalu Salami Peserta Sebelum Kelas Dimulai

Senin, 3 Agu 2026
Kebiasaan Kecil yang Konsisten Lebih Diandalkan Semangat Naik Turun, Coach Dr Fahmi Ungkap Alasan Pentingnya Disiplin Diri
Insight

Kebiasaan Kecil yang Konsisten Lebih Diandalkan Semangat Naik Turun, Coach Dr Fahmi Ungkap Alasan Pentingnya Disiplin Diri

Jumat, 31 Jul 2026
Coach Fahmi ungkap tantangan UMKM Indonesia dalam menghadapi tantangan arus digital. /Foto: Dok.
Insight

Menembus Arus Digital: Pandangan Coach Fahmi tentang Masa Depan dan Challenge Pelaku UMKM Indonesia

Rabu, 29 Jul 2026
Sisi Lain GBC Angkatan ke-74 by Coach Dr Fahmi, Pria Berusia 69 Tahun-pun Antusias Belajar Bisnis
Insight

Sisi Lain GBC Angkatan ke-74 by Coach Dr Fahmi, Pria Berusia 69 Tahun-pun Antusias Belajar Bisnis

Selasa, 21 Jul 2026
Next Post
jaringan kerja

Panduan: Cara Membangun Jaringan Kerja yang Efektif dan Profesional

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.