Malang, Tugumalang.id-John E. Kobara, mantan Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Chief Operating Officer California Community Foundation selama 12 tahun, telah berbagi pandangan inspiratif tentang pentingnya networking dalam karier. Artikel ini diadaptasi dari tulisan di blog pribadinya.
Apa Itu Jaringan Kerja (Networking)?
Apakah Anda enggan berjejaring karena takut dianggap agresif, menyebalkan, atau terlalu ambisius? Jangan khawatir – berjejaring bukan tentang memanfaatkan orang lain, melainkan tentang membangun hubungan yang bermakna dan saling menguntungkan.
Networking berarti menghubungkan diri dengan orang-orang dari berbagai lingkaran: teman, rekan kerja, kenalan, atau bahkan orang baru yang belum pernah Anda temui. Meskipun terasa menakutkan di awal, aktivitas ini sebenarnya bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat, bahkan bagi Anda yang pemalu.
Setiap kali Anda berinteraksi – di tempat kerja, di sekolah anak, di media sosial, atau sekadar mengobrol dengan tetangga -Anda sebenarnya sudah sedang berjejaring. Setiap orang yang Anda temui berpotensi membantu memperluas peluang karier Anda.
Baca juga: 5 Tempat Volunteer di Malang, Cocok untuk Menambah Pengalaman Kerja
Mengapa Jaringan Kerja Itu Penting
Berjejaring tidak hanya tentang mencari pekerjaan. Lebih dari itu, ini adalah cara manusia untuk terhubung, berbagi informasi, dan saling membantu. Hubungan sosial yang sehat dapat mencegah rasa isolasi, kesepian, bahkan depresi.
Selain itu, banyak peluang karier terbaik justru muncul dari “pasar kerja tersembunyi” – posisi yang belum diumumkan secara publik. Dengan menjalin koneksi, Anda bisa mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan jauh sebelum orang lain mengetahuinya.
Manfaat Membangun Jaringan Kerja
Berikut beberapa alasan mengapa networking menjadi strategi paling efektif dalam mencari pekerjaan:
1. Kepercayaan lebih tinggi.
Orang cenderung bekerja sama dengan mereka yang dikenal dan dipercaya. Resume saja sering kali tidak cukup untuk menarik perhatian perusahaan.
2. Kompetisi lebih kecil.
Lowongan yang diiklankan secara publik biasanya menarik ratusan pelamar. Namun melalui jaringan, Anda bisa mendapatkan rekomendasi langsung dan memperkecil persaingan.
3. Akses ke peluang tersembunyi.
Banyak posisi belum diumumkan atau bahkan belum dibuat secara resmi. Dengan jaringan yang kuat, Anda bisa menjadi orang pertama yang mengetahuinya.
Tips Networking yang Efektif
1. Anda Mengenal Lebih Banyak Orang dari yang Anda Kira
Mungkin Anda merasa tidak punya kenalan yang bisa membantu karier Anda. Faktanya, jaringan Anda jauh lebih luas dari yang Anda bayangkan.
Mulailah dengan membuat daftar:
Keluarga dan kerabat
Teman lama, rekan kerja, atau mantan kolega
Tetangga, komunitas sekolah, dan anggota organisasi
Koneksi di media sosial
Orang-orang dari lingkungan sehari-hari seperti dokter, guru, pelatih, hingga pemilik usaha lokal
Setiap koneksi bisa membuka akses ke jaringan lain. Misalnya, rekan kerja saudara Anda bisa mengenal seseorang di perusahaan impian Anda.
2. Jangkau dan Beri Tahu Bahwa Anda Sedang Mencari Peluang
Semua kontak tidak akan berarti jika mereka tidak tahu situasi Anda.
Setelah daftar jaringan siap, hubungi mereka secara sopan dan profesional. Sampaikan dengan jelas:
Jenis pekerjaan yang Anda cari
Bidang atau perusahaan yang menjadi target
Permintaan saran atau informasi, bukan langsung meminta pekerjaan
🔹 Tips: Fokuslah pada percakapan yang membangun. Permintaan yang terlalu umum seperti “kalau ada info kabari ya” kurang efektif dibandingkan permintaan spesifik seperti “apakah Anda tahu perusahaan teknologi yang sedang membuka posisi pemasaran digital?”
3. Gunakan Referensi Anda Sebagai Titik Awal
Referensi profesional yang mengenal kemampuan dan karakter Anda adalah bagian penting dari jaringan.
Lakukan hal berikut:
Hubungi mereka secara pribadi dan minta izin menjadi referensi.
Jelaskan tujuan dan arah pencarian kerja Anda.
Beri kabar tentang perkembangan proses lamaran.
Ucapkan terima kasih atas dukungan mereka.
4. Jika Anda Gugup Memulai Jaringan
Banyak orang merasa canggung saat mulai berjejaring. Ingatlah beberapa hal berikut:
Orang senang bisa membantu orang lain.
Mereka akan merasa dihargai jika Anda meminta nasihat atau pendapat mereka.
Hampir semua orang pernah mengalami masa mencari pekerjaan, jadi mereka akan berempati.
Terhubung kembali dengan orang lama bisa memberikan energi positif dan motivasi baru.
5. Fokus pada Hubungan, Bukan Transaksi
Networking sejati adalah tentang hubungan jangka panjang, bukan sekadar mencari pekerjaan.
Jadilah diri sendiri, jujur, dan tulus. Jangan hanya menghubungi orang saat Anda butuh sesuatu. Bangunlah koneksi yang sehat dan saling mendukung.
✅ Mintalah saran, bukan pekerjaan.
Orang akan lebih terbuka jika Anda meminta wawasan atau masukan daripada langsung meminta posisi kerja.
Menikmati Proses Networking
Seperti halnya pembalap profesional yang memperlambat laju sebelum menikung, Anda juga perlu menikmati proses membangun jaringan kerja. Jangan terburu-buru. Hubungan yang baik memerlukan waktu, empati, dan keaslian.
Dengan pendekatan yang tulus, Anda akan mendapatkan bukan hanya peluang karier, tapi juga dukungan, persahabatan, dan wawasan berharga sepanjang perjalanan profesional Anda.
Kesimpulan
Membangun jaringan kerja bukanlah keterampilan instan, melainkan investasi jangka panjang dalam hubungan manusia.
Dengan strategi networking yang tepat, komunikasi yang tulus, dan sikap saling membantu, Anda bisa membuka pintu menuju kesempatan karier yang tak terbatas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Diadapatasi dari JohnKobara.com
redaktur: jatmiko





























