Malang, Tugumalang.id – Meski berbagai kanal promosi digital terus berkembang, pemasaran dari mulut ke mulut atau word of mouth masih menjadi strategi yang efektif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbekal pengalaman pelanggan yang dibagikan kepada orang lain, promosi dapat menyebar secara alami tanpa harus mengandalkan biaya iklan yang besar.
Strategi ini bertumpu pada rekomendasi dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, maupun rekan kerja. Karena berasal dari pihak yang dipercaya, rekomendasi tersebut kerap menjadi pertimbangan konsumen sebelum memutuskan membeli suatu produk atau layanan.
Baca juga: Mengenal Cara Kerja Iklan Digital untuk Meningkatkan Promosi UMKM
Bagi UMKM, kondisi itu menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pasar dengan anggaran promosi yang terbatas. Semakin banyak pelanggan yang puas, semakin besar pula peluang produk direkomendasikan kepada calon pembeli lainnya.
Dari Mulut ke Mulut Masih Dipercaya Konsumen
Kepercayaan menjadi alasan utama mengapa strategi ini tetap relevan. Survei Nielsen Global Trust in Advertising menunjukkan rekomendasi dari orang yang dikenal masih menjadi bentuk promosi yang paling dipercaya konsumen di Asia Tenggara.
Di Indonesia, sebanyak 89 persen responden menyatakan mempercayai rekomendasi dari keluarga, teman, atau orang terdekat ketika mempertimbangkan suatu produk. Temuan tersebut menunjukkan pengalaman pelanggan masih berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Informasi yang datang dari orang yang dipercaya juga dinilai lebih meyakinkan dibandingkan promosi yang disampaikan langsung oleh sebuah merek.
Pengalaman Pelanggan Menentukan
Agar word of mouth berjalan efektif, pelaku usaha perlu menjaga kualitas produk dan pelayanan secara konsisten. Pelanggan umumnya terdorong membagikan pengalaman yang mereka anggap memuaskan, baik secara langsung maupun melalui platform digital.
Selain menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan konsumen, pelaku UMKM dapat menciptakan pengalaman berbelanja yang nyaman. Caranya antara lain dengan memberikan pelayanan yang ramah, merespons pertanyaan pelanggan dengan cepat, serta memastikan kualitas produk tetap terjaga hingga diterima pembeli.
Baca juga: Meta AI Hadir di WhatsApp, Begini Manfaatnya untuk Promosi UMKM Malang
Pelanggan juga dapat didorong untuk memberikan ulasan setelah melakukan pembelian. Saat ini, ulasan tidak hanya tersedia di marketplace, tetapi juga melalui Google Business Profile maupun media sosial.
Bentuk rekomendasi tersebut dikenal sebagai electronic word of mouth (e-WOM), yakni penyebaran pengalaman pelanggan melalui media digital yang dapat menjangkau lebih banyak calon konsumen.
Tetap Relevan di Era Digital
Perkembangan teknologi membuat word of mouth tidak lagi terbatas pada percakapan langsung. Satu ulasan positif yang diunggah melalui media sosial atau platform digital dapat menjangkau banyak orang dalam waktu singkat.
Sebaliknya, pengalaman yang kurang memuaskan juga dapat menyebar dengan cepat. Karena itu, reputasi sebuah usaha semakin bergantung pada pengalaman yang dirasakan pelanggan.
Menjaga kualitas produk, pelayanan, serta komunikasi dengan pelanggan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Respons terhadap masukan maupun keluhan pelanggan juga dapat membantu mempertahankan hubungan baik sekaligus meminimalkan penyebaran pengalaman negatif.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding/ Magang
editor: jatmiko























