Malang, Tugumalang.id – Tugas pemadam kebakaran tak hanya berkutat dengan kobaran api. Layanan rescue juga menangani berbagai laporan warga, termasuk sejumlah permintaan tak biasa.
Kepala UPT Damkar Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengungkapkan, sejumlah laporan warga terbilang tidak biasa. Salah satunya, warga meminta bantuan mengambilkan jemuran yang terbang hingga masuk ke loteng tetangga.
Kejadian itu bermula ketika warga menjemur pakaian di loteng. Angin kemudian menerpa pakaian tersebut hingga terbang dan jatuh ke loteng rumah tetangga. Warga pun melapor kepada Damkar dan meminta petugas mengambil jemuran tersebut.
“Jadi baru kemarin ini, ada warga menjemur baju di loteng, lalu bajunya terhempas angin, terbang dan jatuh ke loteng tetangganya. Kemudian minta tolong damkar untuk diambilkan,” kata Pandu, Jumat (19/9/2026).
Menurutnya, laporan tersebut tak dapat ditindaklanjuti karena tidak termasuk kategori kegawatdaruratan yang bisa ditangani petugas Damkar. Namun, petugas tetap memberikan penjelasan secara humanis karena tidak terdapat kondisi darurat maupun nyawa yang harus diselamatkan.
Warga yang memberikan laporan itu akhirnya menerima penjelasan petugas setelah disampaikan mengenai standar operasional prosedur (SOP) dan tugas pokok petugas Damkar.
Baca juga: Gudang Tembakau di Buring Kota Malang Terbakar, Damkar Berjibaku Jinakkan Api
Laporan tak kalah unik juga muncul setelah gempa yang mengguncang Malang beberapa waktu lalu. Seorang warga menghubungi petugas Damkar karena kitchen set di dapurnya miring. Pelapor khawatir kitchen set tersebut roboh.
Warga tersebut bahkan meminta petugas membetulkan posisi kitchen set. Namun, permintaan itu kembali tidak dapat ditangani karena tidak masuk dalam tugas penyelamatan Damkar.
“Dia takut akan roboh, minta damkar untuk membetulkan. Kami sampaikan itu bukan tupoksi kami, tidak ada kegawatdaruratan di situ,” jelasnya.
Pandu menyebut laporan tak biasa semacam itu cukup banyak diterima. Sebagian warga beranggapan semua aduan bisa ditangani petugas Damkar. Padahal, ada skala prioritas yang harus menjadi pedoman.
UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang memprioritaskan penyelamatan manusia, hewan, maupun harta benda dalam kondisi yang memang membutuhkan penanganan.
Untuk penyelamatan manusia, misalnya, petugas kerap membantu warga yang mengalami masalah cincin di jari. Layanan potong cincin tersebut bahkan tidak hanya dimanfaatkan warga Kota Malang, tetapi juga masyarakat dari Kota Batu dan Kabupaten Malang yang datang langsung ke markas.
Damkar juga menangani vertical rescue, terutama ketika ada pasien dari tempat tinggi yang tidak mampu turun sendiri. Bantuan tersebut biasanya dikoordinasikan bersama Public Safety Center (PSC) maupun Dinas Kesehatan Kota Malang.
Baca juga: Damkar Kota Malang Suplai Air Bersih Warga Berdampak Erupsi Semeru
Untuk penyelamatan hewan, salah satu kasus terbaru adalah evakuasi ular kobra di wilayah Sukun. Ular tersebut kemudian diamankan petugas dan masih ditampung di tempat khusus.
Sementara untuk harta benda, petugas juga dapat membantu dalam kondisi tertentu. Seperti mengambil telepon seluler yang jatuh ke selokan atau membantu membuka kendaraan ketika kunci tertinggal di dalam mobil.
Pandu menegaskan, Damkar tetap berupaya membantu masyarakat selama laporan tersebut memenuhi kriteria penanganan dan tidak mengganggu prioritas penyelamatan yang lebih mendesak.
“Pada dasarnya, kami siap membantu masyarakat selama masih mencangkup kekawatdaruratan,” ujarnya.
Pandu juga mencatat penanganan kejadian kebakaran di Kota Malang. Sepanjang Januari-Agustus, pihaknya sudah menangani 85 kebakaran. Terbanyak pada Agustus yang mencapai 35 kasus kebakaran.
Terbaru, dalam sepekan terakhir, ada 15 kebakaran yang 14 di antaranya merupakan kebakaran lahan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































