Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Mengenal Tradisi Lebaran Ketupat, Simak Penjelasannya di Sini!

Redaksi by Redaksi
April 10, 2024 3:43 pm
in News
lebaran ketupat

Informasi tentang tradisi Lebaran Ketupat masyarakat Muslim Jawa /Foto: Instagram @koh_aming

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Tradisi Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang menjadi ciri khas umat muslim Jawa. Biasanya Lebaran Ketupat digelar seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Tradisi Lebaran Ketupat dimanfaatkan masyarakat muslim Jawa untuk berkunjung dan berkumpul bersama keluarga besar dan kerabat.

Beberapa daerah menyambut tradisi Lebaran Ketupat dengan menggelar berbagai acara. Masyarakat muslim Jawa yang tak lepas dari tradisi Jawa, merayakan tradisi Lebaran Ketupat bukan sekedar tradisi tahunan tetapi memiliki makna mendalam.

READ ALSO

Prakiraan Cuaca Kota Malang Rabu 3 Juni 2026: Merata Udara Kabur

Kasus Dugaan Penganiayaan dan Perusakan di Pantai Wediawu Malang Berakhir Damai

Tradisi Lebaran Ketupat sebagai momentum untuk menyeimbangkan hubungan dengan Allah sebagai Sang Maha Pencipta dan juga hubungan dengan sesama manusia. Sebagaimana makna Ketupat itu sendiri yang berarti ‘Ngaku Lepat’ atau mengakui kesalahan dan meminta permohonan maaf dalam bahasa Indonesia.

Baca Juga: Mengapa Lebaran Selalu Identik dengan Ketupat? Simak Informasi Makna Filosofinya di Sini

Tradisi Lebaran Ketupat konon diyakini sudah berkembang sejak zaman syiar Islam ke penjuru Pulau Jawa oleh Wali Songo. Pertama kali Lebaran Ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga sebagai bentuk akulturasi dengan budaya masyarakat Jawa yang masih mengadakan tradisi selametan.

Saat itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan dua istilah yakni ketika bakda Lebaran dan bakda Kupat sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi tersebut sebagai pelengkap puasa Ramadan guna menggenapkan perhitungan puasa satu tahun dalam puasa sunnah selama 6 hari di awal bulan Syawal. Dari situlah lahir Tradisi Lebaran Ketupat sebagai penanda hari kemenangan setelah melaksankan puasa sunnah yang ganjarannya seperti puasa selama satu tahun penuh.

Di sisi lain, Lebaran Ketupat sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT  untuk bersedekah dan juga menjaga tali silaturahmi saat Lebaran.

Baca Juga: Dijamin Momen Lebaran Semakin Berkesan, Berikut Resep Bikin Opor Ayam Enak dan Lezat

Dalam kajian Fenomena Sosial Keagamaan Masyarakat Jawa oleh Lilik Setiawan, dkk pada 2021 lalu menyebutkan, ketupat merupakan lambang permohonan maaf yang identik dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Ketupat menjadi simbolisasi dari manusia diharapkan mampu menahan nafsu dunia dengan hati nuraninya. Ketupat mendefinisikan pesan bahwa seorang umat Muslim perlu membuka dan memberi permintaan maaf kepada sesama umat Muslim atas segala kekhilafan yang telah terjadi.

Tradisi Lebaran Ketupat adalah bentuk menyempurnakan momen Hari Raya Idul Fitri sebagai bentuk kemenangan setelah sebulan penuh melawan hawa nafsu dalam puasa Ramadan.

Di sisi lain, Lebaran Ketupat adalah tradisi yang penuh makna filosofis bagi masyarakat Muslim Jawa.

Demikian informasi tentang tradisi Lebaran Ketupat masyarakat Muslim Jawa. Semoga informasi ini bermanfaat!.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra
editor: jatmiko

Tags: Hari Raya Idul Fitrilebaranlebaran ketupatTradisi Lebaran KetupatUmat Muslim Jawa

Related Posts

Prakiraan cuaca Kota Malang
News

Prakiraan Cuaca Kota Malang Rabu 3 Juni 2026: Merata Udara Kabur

Rabu, 3 Jun 2026
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi saat memberi keterangan pada media. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

Kasus Dugaan Penganiayaan dan Perusakan di Pantai Wediawu Malang Berakhir Damai

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi karhutla di Kota Batu. Foto: BPBD Kota Batu
News

Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan

Selasa, 2 Jun 2026
Candi Kidal
News

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
KEmarau panjang
News

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Senin, 1 Jun 2026
Gus IQdam
News

Gus Iqdam Bakal Isi Pengajian di Stadion Gajayana Kota Malang Peringati Hari Bhayangkara

Senin, 1 Jun 2026
Next Post
kafe dan resto

90 Persen Kafe dan Resto di Kota Malang Manfaatkan Lahan Rumah, PDAM Bakal Petakan Golongan Tarifnya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.