Jumat, September 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Redaksi by Redaksi
September 4, 2026 10:18 am
in Catatan
Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Mukhamad Romdloni*

Dalam beberapa waktu terakhir ini, fenomena sound horeg berkembang menjadi salah satu bentuk budaya populer yang sangat digandrungi oleh masyarakat di wilayah Jawa Timur (Jatim), termasuk di wilayah pesisir Kabupaten Malang.

READ ALSO

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Menelisik nama sound horeg ini merujuk pada penggunaan sistem audio berdaya tinggi yang menghasilkan suara menggelegar dengan dentuman bass yang ekstrem. Biasanya dipadukan dengan pertunjukkan musik jalanan, arak-arakan, maupun hiburan rakyat.

Jika dilihat dari perspektif sosiologi budaya, fenomena ini dapat dipahami sebagai bentuk ekspresi kolektif masyarakat yang mencari ruang hiburan, identitas kelompok, dan aktualisasi diri di tengah keterbatasan akses terhadap sarana rekreasi modern.

Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta kegiatan sound horeg berasal dari kelompok usia remaja dan dewasa muda. Mereka memandang sound horeg sebagai media hiburan yang mampu memberikan pengalaman emosional yang menyenangkan sekaligus memperkuat solidaritas sosial antar anggota komunitas.

Dalam beberapa kesempatan, kegiatan tersebut menjadi sarana berkumpulnya pemuda dari berbagai daerah, sehingga menciptakan jejaring sosial baru.

Merujuk pada teori perilaku sosial yang dikemukakan oleh Bandura bahwa perilaku individu banyak dipengaruhi oleh proses observasi dan imitasi terhadap lingkungan sosialnya. Dalam konteks ini, remaja yang sering terlibat dalam kegiatan sound horeg cenderung meniru pola perilaku yang berkembang di lingkungan tersebut, baik yang bersifat positif maupun negatif.

Dampak Fenomena Sound Horeg Terhadap Perilaku Remaja

Berangkat dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, menemukan adanya beberapa masalah yang menarik untuk dicermati dari munculnya fenomena sound horeg ini. Temuan tersebut antara lain menurunnya kontrol diri, meningkatnya perilaku konsumtif, perubahan pola interaksi sosial, hingga potensi gangguan kesehatan fisik dan psikologis.

Membedah satu demi satu temuan tersebut, pada temuan pertama menunjukkan kurangnya kontrol diri pada remaja menyebabkan munculnya perilaku impulsif, ketergantungan terhadap hiburan instan, dan rendahnya kemampuan mengelola waktu secara produktif.

Hal ini bertolak belakang dengan pendapat Thomas Lickona yang menegaskan bahwa karakter yang baik tidak hanya berkaitan dengan mengetahui nilai moral (moral knowing), tetapi juga kemampuan mengendalikan perilaku sesuai nilai yang diyakini (moral action).

Baca juga: Sound Horeg Dilarang di Kota Malang, Pemkot Bongkar yang Melanggar Batas Desibel

Berikutnya adanya kecenderungan perilaku konsumtif di kalangan remaja. Sebagian responden mengalokasikan sejumlah uang untuk menghadiri kegiatan sound horeg, membeli atribut komunitas, hingga mengikuti tren gaya hidup yang berkembang dalam lingkungan tersebut.

Fenomena ini sejalan dengan teori konsumsi simbolik yang menjelaskan bahwa individu sering menggunakan barang atau aktivitas tertentu sebagai simbol status sosial dan identitas kelompok.

Akibatnya, remaja mudah terjebak dalam pola pengeluaran yang tidak rasional dibandingkan mempertimbangkan kebutuhan pendidikan maupun pengembangan diri.

Fenomena sound horeg juga berdampak pada pola interaksi sosial remaja. Di satu sisi, kegiatan ini mampu memperluas relasi sosial dan memperkuat solidaritas kelompok. Namun di sisi lain, muncul kecenderungan eksklusivitas kelompok yang berpotensi memunculkan konflik dengan kelompok lain.

Beberapa remaja lebih memilih menghabiskan waktu bersama komunitas sound horeg dibandingkan mengikuti kegiatan sosial yang bersifat edukatif seperti organisasi kepemudaan, kegiatan keagamaan, maupun forum literasi masyarakat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa budaya populer dapat menjadi agen sosialisasi yang sangat kuat dalam membentuk orientasi perilaku generasi muda.

Beberapa penelitian kesehatan menunjukkan bahwa paparan suara dengan intensitas tinggi secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan pendengaran, stres psikologis, gangguan tidur, hingga penurunan konsentrasi belajar

Dalam konteks pendidikan, kondisi ini berpotensi mempengaruhi prestasi akademik siswa. Gangguan tidur yang berkepanjangan dapat menurunkan kemampuan kognitif, daya ingat, dan motivasi belajar.

Oleh karena itu, dampak kesehatan akibat sound horeg tidak hanya menjadi isu medis, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan remaja.

Fenomena Sound Horeg dalam Perspektif Pendidikan Karakter

Merujuk pendapat Thomas Lickona tentang konsep pendidikan karakter, ada tiga komponen utama dalam membentuk karakter yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Ketiga komponen ini dapat digunakan sebagai kerangka analisis untuk memahami fenomena sound horeg di kalangan remaja.

Pada tahap moral knowing, remaja seharusnya memiliki pemahaman mengenai nilai-nilai yang baik dan buruk dalam kehidupan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja sebenarnya memahami dampak negatif yang mungkin muncul akibat keterlibatan berlebihan dalam kegiatan sound horeg.

Mereka mengetahui adanya potensi gangguan kesehatan, konflik sosial, serta terganggunya aktivitas belajar. Akan tetapi, pengetahuan tersebut belum cukup kuat untuk mempengaruhi keputusan perilaku mereka.

Komponen kedua yakni moral feeling berkaitan dengan kesadaran moral, empati, dan rasa tanggung jawab terhadap orang lain. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian remaja kurang mempertimbangkan dampak aktivitas sound horeg terhadap kenyamanan masyarakat sekitar.

Kurangnya sensitivitas sosial ini menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai moral belum berjalan secara optimal.

Komponen terakhir berkaitan dengan kemampuan menerapkan nilai moral dalam tindakan nyata. Meskipun memahami risiko yang ada, sebagian remaja tetap memilih terlibat secara intens dalam aktivitas sound horeg.

Kondisi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara pengetahuan moral dan praktik moral yang perlu diatasi melalui penguatan pendidikan karakter secara berkelanjutan.

Model Penguatan Pendidikan Karakter dalam Menghadapi Fenomena Sound Horeg

Ada tiga strategi utama yang dapat dilakukan untuk memperkuat peran pendidikan karakter dalam menghadapi fenomena sound horeg, yakni strategi preventif, strategi kuratif, dan strategi kolaboratif.

Penerapan strategi preventif dapat melalui sosialisasi dari dampak kesehatan dan sosial dari adanya fenomena sound horeg ini yang semakin populer di kalangan masyarakat. Lalu, memperkuat literasi akan budaya populer dan penguatan pendidikan agama dan moral sejak dini.

Kemudian strategi kuratif dengan memberikan pendampingan psikologis bagi remaja yang menunjukkan perilaku menyimpang. Didukung dengan kegiatan konseling sekolah berfokus pada pengembangan karakter dan program pembinaan komunitas remaja.

Baca juga: Tak Nyaman dengan Kebisingan, Pemuda Sukun Malang Ciptakan Website EWS Sound Horeg

Berikutnya melalui strategi kolaboratif lewat menjalin kerja sama dengan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Akan semakin kuat upaya ini dengan melibatkan peran tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

Sebagai gantinya dari kebebasan berekspresi dan menyalurkan jiwa kreatif remaja, perlu disalurkan pada kegiatan kreatif yang berbasis budaya lokal.

Melalui strategi ini diharapkan mampu membentuk keseimbangan antara kebutuhan hiburan remaja dan tanggung jawab sosial mereka sebagai anggota masyarakat.

Fenomena sound horeg telah berkembang menjadi budaya populer yang memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat pesisir Kabupaten Malang, khususnya kalangan remaja.

Selain memberikan dampak ekonomi dan fungsi hiburan, fenomena ini juga memunculkan berbagai konsekuensi sosial seperti menurunnya kontrol diri, meningkatnya perilaku konsumtif, perubahan pola interaksi sosial, serta potensi gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi proses pendidikan.

Keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga memerlukan sinergi keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Melalui pendekatan kolaboratif yang berkelanjutan, remaja diharapkan mampu mengembangkan sikap kritis, tanggung jawab sosial, dan kontrol diri yang baik sehingga dapat menyikapi fenomena budaya populer secara lebih bijaksana dan produktif.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Penulis adalah dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik yang banyak meneliti dan melakukan publikasi karya ilmiah tentang pendidikan karakter.

editor: jatmiko

**Tugumalang.id mengundang para akademisi maupun praktisi untuk menulis di Ruang Cendekia melalui email: ruangakademika2026@gmail.com

Tags: CatatanFenomena Sound HoregMukhamad RomdloniPendidikan KarakterRuang Cendekiasound horegUniversitas Kiai Abdullah FaqihUNKAFA

Related Posts

Siapa yang Berhak Disebut NU?
Catatan

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Kamis, 3 Sep 2026
Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok
Catatan

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Kamis, 3 Sep 2026
Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan
Catatan

Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan

Rabu, 2 Sep 2026
Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
Lepas 88 Lulusan, Yudisium Fakultas Psikologi Periode III 2026 Cetak Generasi Siap Berkarya

Lepas 88 Lulusan, Yudisium Fakultas Psikologi Periode III 2026 Cetak Generasi Siap Berkarya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.