Senin, Oktober 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Redaksi by Redaksi
September 3, 2026 10:56 am
in Ruang Cendekia
Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok

Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Narudin Pituin

​Tugumalang.id – Pertanyaan tentang arti hidup sering kali membuat kita merenung panjang. Melalui karya-karya terbarunya pada tahun 2026, penyair Surya Burhanuddin menghadirkan perenungan yang tidak hanya kaya akan makna, tetapi juga cukup memukau dari segi bentuk dan isinya.

READ ALSO

Mengakhiri Naik Kelas Otomatis, Mengawali Pembelajaran Bermutu

Bukan Soal Ijazah, Melainkan Soal Kepercayaan Publik

​Secara tematis, puisi ini berfokus pada tema kemanusiaan, eksistensi diri, dan etika kasih sayang. Penyair mengajak pembaca untuk keluar dari jerat egoisme pribadi dan memandang hidup sebagai ladang pengabdian sosial.

​Sementara itu, dari segi estetis, Surya Burhanuddin menggunakan pilihan kata yang jernih, mengalir, dan penuh rima batiniah yang menenangkan.

Baca Juga: Penuh Kesan dan Menginspirasi, Tasyakuran Pernikahan 50 Tahun Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain

Gaya bahasa yang digunakan lugas tanpa kehilangan keindahannya, sehingga pesan-pesan filosofis yang disajikan terasa sangat dekat dengan jiwa pembaca.

​Pendalaman tematis dan estetis tersebut dapat ditelusuri melalui bait demi bait puisi ini. Pada bait pertama, Surya Burhanuddin menyoroti tema waktu dan kasih:

​“Hidup menjadi indah bukan karena panjangnya waktu, tetapi karena kasih yang tak pernah berhenti memberi makna.”

​Secara estetis, bait ini dibangun dengan rima akhir yang lembut dan penuturan yang puitis. Dari segi tematis, bait ini menyampaikan pesan bahwa keindahan hidup diukur dari kualitas kebaikan yang ditebarkan, bukan dari lamanya usia biologis seseorang.

​Selanjutnya, pada bait kedua, penyair memperkuat tema kesadaran dalam melangkah:

​“Hidup bukan sekadar menapaki waktu, tetapi menanam makna di setiap langkah.”

Baca Juga: Sharing Session Tugu Media Group, Surya Burhanuddin Tekankan Kekuatan Mimpi

​Ditinjau secara estetis, penggunaan metafora “menapaki waktu” dan “menanam makna” memperkaya imaji visual pembaca. Secara tematis, bait ini mengajukan gagasan bahwa hidup adalah sebuah proses aktif yang menuntut tanggung jawab moral atas setiap tindakan yang kita ambil.

​Hubungan antarmanusia menjadi fokus utama pada bait ketiga:

​“Jalan hidup tidak hanya menenun kisah berdua, tetapi juga dengan kehidupan orang lain.”

​Dari segi estetis, metafora penonjolan tenunan kisah menghadirkan keindahan perumpamaan yang menyatukan relasi antarmanusia. Dari segi tematis, bait ini menegaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang kebahagiaannya terikat erat dengan keberadaan orang lain di sekitarnya.

​Kepedulian sosial tersebut semakin dipertegas pada bait keempat dalam bentuk semangat berbagi:

​“Setiap langkah bukan sekadar pencarian kebahagiaan pribadi, melainkan juga perjuangan untuk memberi arti kepada yang lain.”

​Secara tematis, bait ini menolak paham yang hanya mementingkan diri sendiri dan mengusung nilai kepedulian universal. Dari segi estetis, susunan kalimatnya mengalir secara berimbang, menegaskan pertentangan antara egoisme dan pengabdian.

​Sebagai puncak perenungan, bait kelima merangkum keseluruhan pesan puisi:

​“Hidup bukan tentang seberapa lama kita hidup, tetapi tentang seberapa dalam kita mencintai.”

​Secara estetis, bait penutup ini menggunakan gaya pengontrasan yang sangat kuat dan mudah diingat. Secara tematis, bait ini menjadi sintesis yang sempurna bahwa cinta kasih yang tulus adalah warisan terindah dari eksistensi manusia.

​Ulasan atas karya Surya Burhanuddin (2026) ini menunjukkan bahwa perpaduan antara keindahan estetika bahasa dan kedalaman tema kemanusiaan berhasil melahirkan karya yang menyentuh. Puisi ini menuntun pembaca untuk menjalani hari-hari dengan penuh cinta, kepedulian, dan arti yang sejati.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: Herlianto. A

Tags: Burhanuddin SuryaPUisiResensi Buku

Related Posts

Mengakhiri Naik Kelas Otomatis, Mengawali Pembelajaran Bermutu
Ruang Cendekia

Mengakhiri Naik Kelas Otomatis, Mengawali Pembelajaran Bermutu

Senin, 19 Okt 2026
Bukan Soal Ijazah, Melainkan Soal Kepercayaan Publik
Ruang Cendekia

Bukan Soal Ijazah, Melainkan Soal Kepercayaan Publik

Minggu, 18 Okt 2026
Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens
Ruang Cendekia

Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens

Sabtu, 17 Okt 2026
Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, Fuji Astutik, M.Psi, Psikolog. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jumat, 16 Okt 2026
Achmad Sufyan Wahyudi, M.Pd/ Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Kamis, 15 Okt 2026
Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Next Post
Tabrakan Beruntun di Karangploso Tewaskan Pengendara Motor

Tabrakan Beruntun di Karangploso Tewaskan Pengendara Motor

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.