Selasa, Oktober 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Tak Nyaman dengan Kebisingan, Pemuda Sukun Malang Ciptakan Website EWS Sound Horeg

Aisyah Nawangsari Putri by Aisyah Nawangsari Putri
Juli 21, 2026 7:10 pm
in News
Tak Nyaman dengan Kebisingan, Pemuda Sukun Malang Ciptakan Website EWS Sound Horeg

Tampilan EWS Sound Horeg yang dikembangkan Andi Surya. Foto: tangkapan layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Setiap Juli hingga Desember, wilayah Malang Raya kerap diramaikan dengan suara dentuman sound horeg. Pengeras suara raksasa yang diangkut menggunakan truk tersebut biasanya dihadirkan sebagai pelengkap di kegiatan karnaval.

Seorang pemuda asal Kecamatan Sukun, Kota Malang, Andi Surya (24) mengaku merasa tak nyaman dengan suara dentuman dan getaran yang berasal dari sound horeg.

READ ALSO

PGRI Kabupaten Malang Desak Revisi Juknis BOS untuk Gaji 2.100 Guru Honorer

Museum Tubuh Jatim Park 1 Jajaki Kolaborasi dengan FK UB Malang

Oleh karenanya, ia berinisiatif mengembangkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) untuk memantau keberadaan event sound horeg.

EWS tersebut dapat diakses di ews.soundhoreg.id. Andi yang merupakan lulusan Teknik Informatika tahun 2025 dari Institut Asia Malang dan kini bekerja sebagai programmer tersebut mengaku ide pembuatan platform digital ini bermula dari pengalaman pribadinya.

Baca Juga: Pro Kontra Sound Horeg dan Tanggapan Warga Menurut Polling Tugumalang.id

“Setiap bulan Juli sampai akhir tahun, polanya selalu berulang di Malang Raya. Suaranya sangat keras bahkan dari jarak berkilometer-kilometer,” ujar Andi saat dihubungi wartawan Tugu Malang ID melalui sambungan telepon, belum lama ini.

Tak Nyaman dengan Kebisingan, Pemuda Sukun Malang Ciptakan Website EWS Sound Horeg
Tampilan wilayah yang terdampak suara sound horeg. Foto: tangkapan layar

Karnaval dan sound horeg yang digelar di Malang Raya biasanya berlangsung semalam suntuk. Andi menilai kegiatan ini membuat masyarakat sulit beristirahat, padahal rumahnya jauh dari pusat acara.

“Dari situ saya berpikir untuk mengumpulkan semua data event ini jadi satu platform sebagai bentuk peringatan dini,” kata Andi.

Platform berbasis website ini bekerja dengan cara mengumpulkan (crawling) data jadwal dan lokasi acara dari berbagai media sosial, seperti TikTok, Facebook, Instagram, hingga Threads.

Data yang didapat kemudian dikurasi secara otomatis menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memastikan keabsahan informasi acara tersebut.

Baca Juga: Tok! Polres Batu Resmi Batasi Karnaval Sound Horeg, Maksimal Pakai 4 Subwoofer

Setelah dikurasi, EWS Sound Horeg akan memetakan (mapping) lokasi acara beserta prediksi tingkat kebisingannya yang dibagi menjadi tiga radius kategori, yaitu:

• Sangat Bising (75 dB): Tingkat kebisingan sangat tinggi hingga sulit mendengar percakapan orang lain secara normal.
• Terasa Getaran (>65 dB): Suara keras yang berpotensi menggetarkan pintu, kaca, dan jendela bangunan.
• Samar-samar (55 dB): Suara dentuman horeg masih terdengar samar-samar dalam radius jarak beberapa kilometer.

Selain peta pemantauan, platform ini juga dilengkapi dengan fitur Cek Posisi Saya yang memungkinkan pengguna mengetahui apakah lokasi keberadaan mereka saat ini terjangkau dampak kebisingan dari acara sound horeg terdekat.

Sejak resmi diluncurkan pada Sabtu (11/7/2026) siang, website EWS Sound Horeg langsung menyita perhatian publik. Hanya dalam satu hari, setidaknya ada sekitar 15.000 kunjungan (visits) di platform tersebut.

Melihat respons masyarakat yang tinggi, Andi merencanakan beberapa pengembangan fitur ke depan. Salah satunya adalah mengembangkan platform ini menjadi aplikasi di ponsel pintar agar lebih praktis.

“Rencananya saya juga akan menambahkan sistem laporan balik mirip aplikasi Waze. Melalui sistem itu, pengguna dapat mengonfirmasi keberlangsungan acara dan tingkat kebisingan secara real-time,” kata Andi.

Ia menyebut, hadirnya EWS Sound Horeg ini adalah sarana kritik konstruktif kepada pemerintah daerah terkait ketegasan regulasi sound horeg. Ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi kedua belah pihak secara bijak.

“Harapannya ada win-win solution. Bagi masyarakat yang menyukai sound horeg, silakan difasilitasi di tempat yang sesuai dan tidak mengganggu masyarakat lain,” pungkasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: Herlianto. A

Tags: early warning systemEWSews sound horegsound horegSound horeg Malangsukun malang

Related Posts

PGRI Kabupaten Malang Desak Revisi Juknis BOS untuk Gaji 2.100 Guru Honorer
News

PGRI Kabupaten Malang Desak Revisi Juknis BOS untuk Gaji 2.100 Guru Honorer

Senin, 19 Okt 2026
Museum Tubuh Jatim Park 1 Jajaki Kolaborasi dengan FK UB Malang
News

Museum Tubuh Jatim Park 1 Jajaki Kolaborasi dengan FK UB Malang

Minggu, 18 Okt 2026
CMC Tiga Warna Bidik Bursa Karbon, Andreas Targetkan Tanam Mangrove 10,5 Hektare per Tahun
News

CMC Tiga Warna Bidik Bursa Karbon, Andreas Targetkan Tanam Mangrove 10,5 Hektare per Tahun

Minggu, 18 Okt 2026
Pengasuh Pesantren Malang Raya Dorong Aturan Karnaval
News

Pengasuh Pesantren Malang Raya Dorong Aturan Karnaval

Sabtu, 17 Okt 2026
Kantor Advokat Surjo & Partners Gandeng UMM, Buka Peluang Magang Mahasiswa Hukum
News

Kantor Advokat Surjo & Partners Gandeng UMM, Buka Peluang Magang Mahasiswa Hukum

Sabtu, 17 Okt 2026
SPBU Mergan Malang Kehabisan BBM Usai Disidak Wali Kota
News

SPBU Mergan Kota Malang Kehabisan BBM Usai Disidak Wali Kota

Sabtu, 17 Okt 2026
Next Post
Pasca Libur 3 Pekan, Aktivitas Dapur MBG di Kota Batu Kembali Pacu Ekonomi Warga

Pasca Libur 3 Pekan, Aktivitas Dapur MBG di Kota Batu Kembali Pacu Ekonomi Warga

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.