Malang, Tugumalang.id – Warga Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, memasang tiang penyangga dan pelat penguat di Jembatan Garuda Termangun. Langkah ini dilakukan agar jembatan lebih kokoh dan tidak bergoyang saat dilintasi.
Jembatan Garuda Termangun merupakan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Ternyang dengan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Jembatan sepanjang 143 meter yang dibangun TNI itu diresmikan pada Maret 2026.
Kepala Desa Ternyang Didik Santoso mengatakan, pemasangan besi penyangga dilakukan pada pertengahan Agustus 2026. Sebelumnya, warga mengeluhkan jembatan yang terlalu bergoyang saat dilintasi.
“Penguatan ini dilakukan atas inisiatif warga demi keselamatan bersama. Karena jika terlalu goyang, tentu membahayakan pengendara motor maupun pejalan kaki yang melintas,” ujar Didik, Selasa (2/9/2026).
Baca juga: Prabowo Resmikan Jembatan Garuda di Malang, Akses Kepanjen–Sumberpucung Kian Mudah
Dalam pelaksanaannya, warga memasang tiang besi penyangga setinggi enam hingga tujuh meter di beberapa titik. Tiang tersebut ditancapkan pada dasar sungai yang saat ini dalam kondisi surut, kemudian diperkuat dengan fondasi cor beton.

Selain penyangga bawah, bagian papan atau kayu jembatan juga dilapisi pelat besi. Penguatan itu dilakukan agar struktur jembatan lebih kokoh dan tidak bergetar berlebihan.
Pembangunan penguat tersebut murni mengandalkan pendanaan swadaya serta bantuan donatur dari warga setempat.
Menurut Didik, guncangan keras pada jembatan sering dipicu ketidaktertiban pengguna jalan. Aturan penyeberangan secara bergantian kerap diabaikan pengendara sepeda motor yang enggan mengalah.
Kondisi tersebut membuat jembatan menahan beban berlebih secara bersamaan.
“Sebenarnya tidak ada kejadian korban jatuh sampai ke bawah sungai karena perlintasan sudah dilengkapi pagar kawat pengaman. Namun, langkah antisipasi tetap harus diambil,” tegasnya.
Baca juga: Jembatan Sonokembang Malang Dibuka, DPUPR-PKP Usul Pembatasan Kendaraan Besar
Inisiatif penguatan jembatan tersebut juga telah dikomunikasikan kepada Babinsa setempat dan Kodim 0818 Malang-Batu. Pihak TNI telah menyetujui inisiatif pemasangan besi penyangga tersebut.
Setelah dipasangi penyangga, perlintasan Jembatan Garuda Termangun semakin ramai dikunjungi. Berdasarkan pantauan wartawan Tugu Malang ID, jembatan tersebut kerap dilalui warga dengan sepeda motor maupun berjalan kaki.
Jembatan itu memangkas perjalanan warga dari Desa Ternyang menuju Desa Mangunrejo dan sebaliknya. Sebelum ada jembatan, warga harus melalui jalan memutar yang memakan waktu lebih dari 20 menit.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko






























