Kota Batu, Tugumalang.id – Festival Nyusu Bareng 2026 bakal digelar untuk memperluas pangsa pasar susu khas Dusun Brau, Kota Batu. Agenda tersebut sekaligus diarahkan untuk mengangkat potensi susu lokal sebagai wisata berbasis ekonomi kerakyatan.
Festival ini diinisiasi Forum Desa Wisata (Fordewi) dan Desa Wisata Tulungrejo Kota Batu bersama Khamim Tohari, anggota DPRD Kota Batu dari Fraksi PDI Perjuangan.
Khamim menuturkan, Dusun Brau memiliki komoditas strategis sebagai pemasok susu segar ke berbagai daerah. Keunikan lainnya, jumlah populasi sapi perah di sana lebih banyak daripada jumlah penduduk.
Baca juga: Pemerintah Targetkan Swasembada Susu Nasional pada 2030
“Dusun Brau menyimpan potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi berbasis ekonomi kerakyatan. Itu semua akan kami angkat di Festival Nyusu Bareng 2026,” kata dia.
Pria yang juga menjabat Sekretaris DPC PDIP Kota Batu itu menegaskan, Festival Nyusu Bareng bukan sekadar sarana hiburan. Agenda tersebut juga diharapkan mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta peternak lokal.

“Nanti festival ini diisi dengan edukasi pengenalan peternak, proses pengolahan susu, hingga hiburan. Saya yakin melalui inovasi wisata ini, Kota Batu makin dikenal luas dan dampaknya bisa langsung dirasakan oleh ekonomi masyarakat,” ujar Khamim.
Baca juga: Dorong Modernisasi Peternakan, Bupati Malang Hadiri Peluncuran Sistem ERP Sapi Perah

Sebagai perpanjangan tangan rakyat di parlemen, Khamim terus berkoordinasi dan menjembatani komunikasi antara penggiat desa wisata dengan Pemerintah Kota Batu, khususnya Dinas Pariwisata.
“Kami berharap ini akan memacu geliat ekonomi dan kesejahteraan warga di sana,” harapnya.
Sebagai informasi, agenda ini masih dalam pembahasan. Festival Nyusu Bareng 2026 rencananya digelar pada pertengahan hingga akhir September 2026.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News































