Malang, Tugumalang.id – Pemerintah menargetkan Indonesia mencapai swasembada susu nasional pada 2030. Untuk mengejar target tersebut, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian mencanangkan program percepatan produksi susu dan daging nasional pada 2027.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian drh Agung Suganda mengatakan, sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional saat ini masih dipenuhi melalui impor. Sementara 50 persen kebutuhan daging sapi juga masih dipenuhi dari impor.
“Kami masih punya PR untuk peningkatan produksi susu dan daging kita,” kata Agung saat menghadiri soft launching Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: Berkolaborasi dengan Berbagai Pihak, OJK Malang Dorong Peningkatan Produktivitas Peternak Sapi Lewat ERP
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk segera mempercepat peningkatan produksi susu dan daging dalam negeri. Salah satu strategi yang disiapkan adalah menambah populasi sapi betina produktif dari luar negeri.
“Untuk meningkatkan produksi susu nasional, kita membutuhkan penambahan sapi betina produktif dari luar (negeri), bukan hanya yang existing ada saat ini. Pemerintah akan memberikan insentif dalam upaya percepatan produksi susu dan daging nasional,” jelasnya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi untuk mendukung program tersebut. Rancangan Instruksi Presiden tentang Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) telah berada di Sekretariat Negara untuk proses penandatanganan.
Agung mengatakan, pemerintah menargetkan swasembada susu dapat dicapai dalam waktu sekitar tiga tahun sejak program percepatan mulai dijalankan. Dengan demikian, 2030 menjadi target pencapaian swasembada susu nasional.
“Harapannya dalam waktu tiga tahun, target swasembada susu sudah bisa dicapai,” kata Agung.
Pemerintah juga melihat potensi peningkatan produksi daging dari program tersebut. Anak sapi perah yang lahir nantinya tidak seluruhnya menjadi sapi perah produktif. Sebagian merupakan pedet jantan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi daging sapi nasional.
Dalam kunjungannya ke BBIB Singosari, Agung juga meninjau Peternakan Sapi Perah Terpadu. Fasilitas tersebut dibangun bersamaan dengan laboratorium modern dan BBIB Suites yang menjadi fasilitas penginapan bagi peserta pelatihan di BBIB Singosari.
Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2026 akan berlangsung mulai 26 Agustus hingga 26 September. Peringatan ini digelar setiap tahun dengan berbagai kegiatan, seperti inseminasi buatan, layanan kesehatan hewan, vaksinasi, pemberian sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), dan pelayanan lainnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko





























