Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Redaksi by Redaksi
Agustus 30, 2026 12:11 pm
in Ruang Cendekia
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Fairouz Huda
(Anggota Presidium FORUMKU PMII Jatim)


Muktamar
Nahdlatul Ulama seharusnya menjadi tempat di mana langit mendoakan bumi, tempat di mana kekhusyukan berpadu dengan kearifan para ulama sepuh dalam menuntun umat. Namun, sejarah belakangan ini menyajikan pemandangan yang menyayat hati. Muktamar yang mulia kerap tergelincir menjadi panggung akrobat politik formalis, di mana nilai-nilai spiritualitas terdesak oleh pragmatisme angka.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Sebagai kader yang tumbuh dan dibesarkan dalam rahim pemikiran PMII, kami di Forum Ketua Umum PMII Jatim (FORUMKU PMII Jatim) tidak bisa lagi tinggal diam menyaksikan tradisi adiluhung jam’iyyah ini tergerus oleh mekanisasi demokrasi yang kering akan spirit keulamaan.

1. Dosa Tradisi Voting: Ketika Angka Menyingkirkan Barokah

Sistem pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum diputuskan melalui AHWA. Pada kenyataannya, sistem tersebut masih menyisakan cela yang menganga.

“Munculnya angka dalam lembar voting tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik deretan angka itu, ada manuver, kalkulasi modal, dan transaksi politik yang sangat tidak pantas menghiasi organisasi para ulama.”

Ketika voting dijadikan jalan keluar, yang terjadi bukanlah konsensus berlandaskan hikmah, melainkan kontestasi elektoral yang riuh. Angka-angka yang muncul pasca-voting sering kali adalah representasi dari akrobat di belakang panggung: kepiawaian menggalang suara, mengunci dukungan, dan menjanjikan konsesi.

Ini adalah tragedi moral. Bagaimana mungkin institusi penjaga moral bangsa harus tunduk pada logika mayoritas-minoritas yang rapuh? Oleh karena itu, FORUMKU PMII Jatim dengan tegas mendorong agar seluruh keputusan strategis dalam Muktamar ke depan harus terbebas dari mekanisme voting.

Mekanisme musyawarah mufakat harus dimaksimalkan hingga batas paling akhir. Jam’iyyah NU tidak didirikan atas dasar menang-menangan suara, melainkan atas dasar kesepakatan batin dan keikhlasan para pendirinya. Jika musyawarah dimaksimalkan, tidak ada lagi pihak yang merasa dikalahkan dan tidak ada lagi ruang untuk akrobat angka di balik layar.

Baca juga: Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

2. Tragedi Penentuan AHWA: Dari Risywah hingga Intimidasi

Kegagalan menjaga kesucian proses juga menjangkiti penentuan tim AHWA itu sendiri. Kita tidak boleh menutup mata dari kenyataan pahit yang terjadi di lapangan. Sistem pemilihan AHWA yang selama ini diserahkan kepada struktur Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Wilayah (PW) justru membuka pintu masuk bagi kerusakan yang lebih besar.

Proses penentuan AHWA oleh struktur PC dan PW kerap ternoda oleh tindakan-tindakan yang sangat jauh dari nilai keislaman dan ke-NU-an:

Praktik risywah (politik uang): Membeli suara dan loyalitas demi meloloskan nama-nama tertentu ke dalam AHWA.

Intimidasi dan tekanan: Pengondisian pengurus cabang di bawah ancaman pembekuan atau manipulasi kepengurusan.

Tindakan represif (penculikan/karantina paksa): Memisahkan para pemilik suara dari realitas untuk memastikan mereka memilih sesuai komando sponsor politik.

Ketika proses pembentukan AHWA—yang diisi oleh kiai-kiai yang seharusnya dihormati—harus dilalui dengan cara-cara kotor seperti ini, di manakah letak keberkahan organisasi ini? Bagaimana mungkin sebuah keputusan yang lahir dari risywah dan intimidasi bisa menghasilkan kepemimpinan yang ma’shum dari kepentingan pragmatis?

 Baca juga: Menjauhkan NU dari Pengemis Kekuasaan, KH Azaim Sukorejo Bisa Menjadi Jangkar Spiritual

3. Melakukan Koreksi Radikal: Mengembalikan Mandat AHWA ke Pesantren Mu’tabar

Untuk menghentikan sirkus politik yang merusak ini, tidak ada jalan lain selain melakukan rekonstruksi dan koreksi radikal terhadap mekanisme penentuan AHWA.

FORUMKU PMII Jatim mengusulkan reformasi mendasar: mandat untuk menentukan figur-figur kiai sepuh yang duduk di dalam AHWA tidak lagi dipilih oleh struktur PC dan PW, melainkan diserahkan sepenuhnya kepada perwakilan pesantren yang mu’tabar di masing-masing wilayah.

Mengapa Harus Pesantren Mu’tabar?

Benteng kemerdekaan jiwa:

Pesantren mu’tabar dan para pengasuhnya adalah pemilik saham murni Nahdlatul Ulama. Mereka tidak terikat oleh relasi kuasa jam’iyyah yang bersifat politis. Kemerdekaan berpikir dan kedalaman mata hati mereka tidak bisa dibeli dengan risywah maupun ditekan oleh intimidasi.

Menjaga kesucian figur kiai sepuh:

Jika penentuan AHWA diserahkan kepada perwakilan pesantren-pesantren sepuh, maka proses penyaringan berjalan secara alamiah, jernih, dan penuh takzim. Kiai memilih kiai berdasarkan sanad keilmuan, wira’i, dan integritas moral, bukan berdasarkan manuver pengurus struktur.

Memutus mata rantai pragmatisme:

Dengan mencabut hak pilih AHWA dari struktur PC dan PW, kita secara otomatis menutup celah perburuan suara, money politics, dan aksi intimidasi terhadap pengurus di daerah.

4. Peran PC dan PW: Tetap Berkuasa, Namun Bermartabat

Apakah ini berarti merampas kewenangan Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Wilayah (PW)? Sama sekali tidak.

Reformasi ini bukan untuk meniadakan peran PC dan PW, melainkan mengembalikan kewenangan mereka pada rel yang lebih elegan, rasional, dan bermartabat. Kewenangan PC dan PW dalam konteks pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum tetap ada dan sangat krusial.

Namun, kewenangan itu tidak lagi diwujudkan melalui transaksi perburuan suara AHWA, melainkan melalui hak konstitusional untuk mengusulkan nama-nama calon Rais Aam dan Ketua Umum secara resmi kepada Tim AHWA.

Dengan mekanisme ini, PC dan PW berfungsi sebagai penyerap aspirasi arus bawah. Mereka mendengarkan suara warga NU di daerahnya masing-masing, lalu merumuskan rekomendasi nama-nama figur kepemimpinan terbaik untuk disodorkan kepada Majelis AHWA.

Tim AHWA bertindak sebagai penyaring kebijaksanaan. AHWA yang diisi oleh kiai-kiai sepuh pilihan pesantren mu’tabar akan menerima usulan nama-nama tersebut, lalu menyaring, memusyawarahkan, dan menetapkannya secara mufakat dalam suasana yang khidmat dan dingin.

Dengan demikian, PC dan PW tidak kehilangan hak berpolitiknya dalam jam’iyyah, tetapi hak tersebut dijalankan dengan cara-cara yang terhormat—bukan lagi dengan akrobat angka, risywah, atau intimidasi.

Panggilan Jiwa untuk Melawan Pembusukan

Tulisan ini bukanlah bentuk kekecewaan yang dangkal, melainkan jeritan kerinduan dari kami, para alumni PMII, yang merindukan NU kembali pada marwahnya yang murni. Kita tidak boleh membiarkan rumah besar para wali ini diruntuhkan oleh ambisi-ambisi jangka pendek yang dibungkus dengan baju demokrasi formalis.

Saatnya NU kembali ke jati dirinya. Hentikan voting, maksimalkan musyawarah mufakat, serahkan penentuan AHWA kepada rahim aslinya (pesantren mu’tabar), dan tempatkan PC-PW sebagai pengusul calon kepemimpinan yang bermartabat. Hanya dengan cara itulah Muktamar NU akan kembali menjadi majelis yang penuh berkah, terbebas dari akrobat angka, dan diridai oleh para pendiri jam’iyyah.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

editor: jatmiko

Tags: AHWAMuktamar NUmusyawarah mufakatNUPMII

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.